Rupiah Tertekan ke Rp17.847 per Dolar, BI Ungkap Biang Keroknya
- ANTARA
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan meredam volatilitas, Bank Indonesia memperkuat operasi moneter pro-market.
Bank sentral juga mengoptimalkan skema transaksi underlying untuk swap lindung nilai. Selain itu, BI terus melakukan intervensi pasar secara berkesinambungan melalui sejumlah instrumen.
Intervensi tersebut dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengurangi tekanan berlebihan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.
BI Dorong Arus Modal Masuk
Selain melakukan intervensi langsung di pasar, BI juga meningkatkan komunikasi dengan para pelaku pasar dan korporasi.
Komunikasi tersebut diarahkan untuk mendorong aliran modal masuk ke pasar domestik. Bank sentral juga terus mendorong diversifikasi permintaan valuta asing melalui optimalisasi skema Local Currency Transaction (LCT).
Skema LCT menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan dolar AS dalam transaksi lintas negara.
Di tengah tekanan tersebut, BI mencatat pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan regional.
Secara quarter-to-date (QTD), rupiah tercatat menguat sebesar 0,37%.
Cadangan Devisa Naik Jadi US$146,5 Miliar
Bank Indonesia juga menyampaikan kondisi cadangan devisa yang masih mengalami peningkatan.
Hingga akhir Agustus 2026, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai US$146,5 miliar.
"Posisi cadangan devisa juga meningkat ke level US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026," kata Erwin.
Posisi cadangan devisa tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah tekanan pasar keuangan global.
Dengan berbagai langkah tersebut, BI terus memantau perkembangan pasar valuta asing, kondisi global, serta kebutuhan valas domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Load more