News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Data Bansos Dirombak, Status Desil Warga Bisa Berubah? Ini Penjelasan Mendagri

Pemerintah merombak data penerima bansos lewat pemadanan lintas kementerian. Mendagri Tito menyebut status desil warga sangat bisa berubah.
Rabu, 30 September 2026 - 14:45 WIB
Ilustrasi cek bansos
Sumber :
  • Pexels/Eren Li

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah tengah melakukan perombakan data penerima bantuan sosial (bansos) melalui pemadanan data lintas kementerian dan lembaga. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kesejahteraan masyarakat yang lebih lengkap dan memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran bantuan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam proses tersebut adalah status desil masyarakat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, perubahan data kesejahteraan sangat memungkinkan membuat status desil masyarakat ikut berubah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Tito saat ditemui di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Status Desil Warga Sangat Bisa Berubah

Tito menjelaskan, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam proses pemutakhiran data, informasi dari berbagai kementerian dan lembaga akan digunakan untuk memperkuat gambaran kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut Tito, pemadanan tersebut dapat memengaruhi pemetaan kesejahteraan masyarakat yang sebelumnya sudah tercatat dalam data.

"(Perombakan data bisa ubah status desil warga?) sangat bisa sekali! Sangat bisa, karena desil itu kan dari BPS, itu turun ke lapangan langsung ya," kata Tito.

Data yang digunakan dalam proses pemadanan tidak hanya berasal dari satu sumber. Pemerintah menggabungkan informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kepemilikan dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya adalah data kepemilikan tanah atau lahan yang berada di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Selain itu, terdapat pula data kepemilikan kendaraan yang tercatat dalam basis data Polri.

Data-data tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari bahan yang digunakan BPS dalam melakukan pemutakhiran data desil.

"Ini kan direkonsiliasi dengan datanya yang pemilikan misalnya mobil, tanah, dan lain-lain. Ya, yang mungkin di desil nggak gitu, mungkin. Ya. Nah jadi ini bisa memperkuat DTSEN pendapat saya," jelas Tito.

Data Baru Tidak Menggantikan Data BPS

Meski pemadanan data dilakukan dari berbagai sumber, Tito menegaskan data tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan sensus atau pendataan yang dilakukan BPS.

Menurut dia, seluruh sumber data justru perlu saling melengkapi. Hal ini penting karena kondisi kesejahteraan masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.

"Saling melengkapi! Saling melengkapi, belum tentu (data penerima bansos baru) jauh lebih akurat. Karena tadi ada perubahan-perubahan tadi ya. Tergantung basis datanya, apakah di-update nggak oleh polisi, di-update nggak oleh BPN," ujar Tito.

Dengan demikian, integrasi data lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat. Namun, tingkat akurasinya juga tetap bergantung pada pembaruan data dari masing-masing instansi.

Bansos Dinilai Masih Banyak Tidak Tepat Sasaran

Perombakan data penerima bansos dilakukan pemerintah karena penyaluran bantuan selama ini dinilai masih menghadapi persoalan ketepatan sasaran.

Tito menyebut sekitar 60 persen penerima bansos saat ini dinilai tidak tepat sasaran. Pada saat yang sama, terdapat sekitar 40 persen masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam daftar penerima.

"Ini tidak tepat sasaran lebih kurang 60 persen. Nah, 60 persen ini boleh di-skip gak. Sementara ada lebih kurang 40 persen yaitu yang berhak tapi tidak terdaftar. Jadi ini bisa lebih tepat sasaran," ujarnya.

Melalui pemadanan data lintas kementerian dan lembaga, pemerintah dapat melihat kondisi kepemilikan masyarakat secara lebih jelas. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan dalam menentukan kesesuaian seseorang sebagai penerima bantuan.

Tito memberikan contoh masyarakat yang tercatat sebagai penerima bantuan tetapi ternyata memiliki aset tertentu yang menunjukkan kondisi ekonominya.

"Jadi kalau seandainya dia penerima bantuan, tapi dia punya mobil, ternyata punya tanah, ketahuan sekarang," tegas Tito.

Masyarakat Bisa Ajukan Usul dan Sanggah

Selain memperbarui data penerima bansos, mekanisme baru tersebut juga memungkinkan masyarakat mengajukan usul maupun sanggah terhadap daftar penerima manfaat.

Fasilitas tersebut menjadi penting karena kondisi ekonomi seseorang dapat berubah secara mendadak. Perubahan itu bisa terjadi akibat berbagai kondisi, termasuk bencana alam.

Tito mencontohkan seseorang yang sebelumnya memiliki rumah dan kendaraan sehingga masuk dalam kategori tertentu. Namun, setelah terjadi bencana, seluruh aset tersebut bisa hilang atau rusak.

"Boleh komplain, 'Kok saya enggak termasuk ini? Okelah saya dulu punya mobil', contoh misalnya bencana Sumatra. 'Saya betul punya rumah nih, saya betul punya mobil, tapi belum di-update oleh ATR/BPN, belum di-update oleh polisi, belum di-update oleh BPS. Rumah saya, mobil saya semuanya habis, hilang semua. Jadi saya layak untuk penerima bansos,' kira-kira gitu," ujar Tito.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan status kesejahteraan masyarakat dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, pembaruan data menjadi bagian penting dalam memastikan daftar penerima bansos dapat mengikuti kondisi masyarakat yang sebenarnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenang G30S: Kisah Ilham Aidit, Anak DN Aidit yang Nyaris Jadi Korban dan Sempat Menyembunyikan Nama Ayah

Mengenang G30S: Kisah Ilham Aidit, Anak DN Aidit yang Nyaris Jadi Korban dan Sempat Menyembunyikan Nama Ayah

Mengenang G30S lewat kisah Ilham Aidit, putra DN Aidit yang kehilangan ayah, terpisah dari keluarga, hingga pernah didatangi tentara saat masih kecil.
Resmi, LPS Tetap Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Hingga Januari 2027

Resmi, LPS Tetap Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Hingga Januari 2027

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 28 September 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP)
Ada Gangguan, KRL Bogor-Jakarta Terpaksa Gunakan Satu Jalur, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

Ada Gangguan, KRL Bogor-Jakarta Terpaksa Gunakan Satu Jalur, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

Perjalanan KRL Bogor mengalami gangguan pada Rabu (30/9/2026). Gangguan tersebut terjadi akibat pohon tumbang di antara Stasiun UI dan Stasiun Pasar Minggu.
Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

PT Pertamina (Persero) terus mengakselerasi pengembangan portofolio energi rendah karbon demi menopang pertumbuhan ekonomi hijau menyongsong visi Indonesia Emas 2045. 
China Rebut Emas Kano Tunggal Putri Asian Games 2026, Putu Santhi Gagal Persembahkan Medali untuk Indonesia

China Rebut Emas Kano Tunggal Putri Asian Games 2026, Putu Santhi Gagal Persembahkan Medali untuk Indonesia

Wakil Indonesia di cabang olahraga Kano Slalom nomor tunggal putri yakni Putu Santhi, masih belum bisa persembahkan medali untuk Indonesia di Asian Games 2026.
Apakah Benar Waktu Utama Shalat Sunnah Tahajud Jam 12 Malam? Begini Penjelasannya

Apakah Benar Waktu Utama Shalat Sunnah Tahajud Jam 12 Malam? Begini Penjelasannya

Amalan sunnah dalam agama islam beragam, salah satunya ada tahajud. Banyak pendapat bermunculan soal waktu utama shalat sunnah tersebut.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT