Indodana Fintech Soroti Tantangan Pinjaman Digital: Mudah Diakses, Harus Sesuai Kemampuan Bayar
- freepik.com
Jakarta, tvOnenews.com — Kemudahan memperoleh pembiayaan digital membuat akses terhadap pinjaman semakin terbuka bagi masyarakat. Namun, kemudahan mendapatkan dana perlu diikuti dengan kemampuan untuk memastikan pembiayaan yang diterima sesuai dengan kondisi finansial dan kemampuan membayar.
Dalam perkembangan industri pembiayaan digital, proses penilaian terhadap calon penerima pembiayaan menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan antara perluasan akses dan penerapan prinsip kehati-hatian.
Salah satu instrumen yang berperan dalam proses tersebut adalah credit scoring. Melalui penilaian kredit dan dukungan informasi perkreditan yang memadai, industri dapat memahami profil calon penerima pembiayaan secara lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam webinar bertajuk "Optimalisasi Credit Scoring dan Informasi Perkreditan LPIP untuk Mendorong Pembiayaan Berkualitas dan Inklusif".
Dalam diskusi tersebut, perspektif industri disampaikan oleh Ronny Wijaya, Direktur Indodana Fintech sekaligus Ketua Bidang Risk Control & Technology Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Akses Pembiayaan Perlu Disesuaikan Kemampuan Finansial
Bagi Indodana Fintech, optimalisasi credit scoring tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan industri dalam menentukan apakah seseorang layak menerima pembiayaan.
Lebih dari itu, pemanfaatan data dan informasi perkreditan dapat mendukung proses pembiayaan yang lebih bertanggung jawab. Penilaian tersebut penting agar akses pembiayaan yang semakin luas tetap mempertimbangkan profil serta kemampuan finansial calon penerima.
Ronny mengatakan credit scoring membantu industri memahami profil dan kemampuan calon penerima pembiayaan secara lebih komprehensif.
"Credit scoring memiliki peran penting dalam membantu industri memahami profil dan kemampuan calon penerima pembiayaan secara lebih komprehensif. Dengan dukungan informasi perkreditan yang semakin baik, proses pengambilan keputusan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih terukur, sekaligus membuka peluang akses bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh pembiayaan formal," ujar Ronny.
Dengan pendekatan tersebut, kemudahan akses pembiayaan tidak hanya dilihat dari seberapa cepat masyarakat memperoleh dana, tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut diberikan berdasarkan informasi yang mendukung penilaian kemampuan penerima.
Credit Scoring Jadi Bagian dari Pengelolaan Risiko
Indodana Fintech menilai penguatan ekosistem informasi perkreditan dapat membantu menciptakan keseimbangan antara inklusi keuangan dan manajemen risiko.
Perluasan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan industri dalam memastikan pembiayaan diberikan sesuai profil serta kondisi finansial penerima.
Dalam praktiknya, pemanfaatan data dalam credit scoring memungkinkan industri melihat lebih banyak indikator ketika memahami profil calon penerima pembiayaan.
Hal ini menjadi semakin relevan ketika masyarakat membutuhkan produk pembiayaan yang cepat dan mudah diakses. Di tengah kebutuhan tersebut, proses penilaian tetap perlu mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dengan informasi yang lebih lengkap, proses pengambilan keputusan pembiayaan dapat dilakukan berdasarkan basis data yang lebih kuat. Pendekatan tersebut juga dapat membantu industri mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inklusi Keuangan Bukan Sekadar Memperluas Akses
Perluasan akses pembiayaan menjadi salah satu bagian dari inklusi keuangan. Namun, akses yang semakin luas perlu dibarengi dengan kualitas pembiayaan dan pengelolaan risiko.
Ronny menekankan bahwa inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh akses terhadap pembiayaan.
"Inklusi keuangan bukan hanya tentang semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pembiayaan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan akses tersebut diberikan secara tepat dan bertanggung jawab," kata Ronny.
Menurutnya, kualitas data dan informasi perkreditan menjadi bagian penting dalam membangun pertumbuhan industri pembiayaan yang berkelanjutan.
Karena itu, ekosistem pembiayaan juga perlu dibangun agar dapat dipercaya oleh berbagai pihak. Perluasan akses diharapkan dapat berjalan bersama dengan peningkatan kualitas pembiayaan dan pertumbuhan industri yang sehat.
Ekosistem Perkreditan Perlu Terus Diperkuat
Sebagai perusahaan fintech yang bergerak di bidang pembiayaan digital, Indodana Fintech melihat keseimbangan antara akses, kualitas layanan, dan penerapan prinsip kehati-hatian sebagai bagian penting dalam perkembangan industri.
Penguatan infrastruktur informasi perkreditan serta pemanfaatan teknologi dalam credit scoring menjadi bagian dari perkembangan ekosistem pembiayaan digital.
Pemanfaatan keduanya dapat mendukung proses penyaluran pembiayaan secara lebih terukur, terutama ketika kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital terus berkembang.
Ke depan, perkembangan ekosistem pembiayaan digital juga membutuhkan kolaborasi antara regulator, asosiasi, penyelenggara fintech, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendorong pemanfaatan data dan informasi perkreditan secara optimal. Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, perluasan akses pembiayaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas pembiayaan dan perlindungan konsumen.
Load more