Ekspor Perikanan RI Tembus US$6,27 Miliar, tetapi Masih Peringkat 10 Dunia: Ini Peluang Besar yang Disorot Wamen KKP
- ANTARA
tvOnenews.com - Laut Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang besar, tetapi kekayaan sumber daya saja belum cukup untuk menjadikan produk perikanan nasional unggul dalam perdagangan internasional. Tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil tangkapan dan budidaya diolah menjadi produk bernilai tinggi, memenuhi standar pasar, serta mampu bersaing dengan komoditas dari negara lain.
Peluang tersebut semakin relevan ketika perdagangan produk perikanan dunia mencapai US$184 miliar. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano menyebut pasar ini sebagai salah satu sektor yang menjanjikan, terutama di tengah pertumbuhan kebutuhan pangan global dan semakin terbatasnya lahan pertanian.
Indonesia memiliki modal berupa sumber daya laut dan kapasitas produksi yang besar untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan tersebut.
Namun, ada persoalan yang perlu dijawab. Meski ekspor perikanan Indonesia mencapai US$6,27 miliar pada tahun lalu dengan pertumbuhan 5,2 persen, posisi Indonesia berdasarkan nilai perdagangan perikanan dunia masih berada di peringkat ke-10. Kesenjangan antara besarnya produksi dan nilai ekonomi yang dihasilkan inilah yang dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing produk laut Indonesia di pasar internasional.
Produksi Perikanan Besar, Mengapa Nilai Ekspornya Masih Bisa Ditingkatkan?
Dalam peresmian jejaring bisnis Trade Indonesia di Tangerang, Banten, pada 13 Oktober 2026, Irwan menyoroti potensi sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak perdagangan nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam produksi perikanan dunia, tetapi capaian tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam nilai perdagangan.
Indonesia berada di peringkat kedua dunia untuk sektor perikanan tangkap setelah Tiongkok, serta peringkat ketiga dalam perikanan budidaya. Sementara itu, nilai ekspor perikanan nasional pada tahun sebelumnya mencapai US$6,27 miliar, tumbuh 5,2 persen dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir menurut paparan Irwan.
Meski menunjukkan perkembangan positif, posisi Indonesia yang masih berada di peringkat ke-10 berdasarkan nilai perdagangan memperlihatkan adanya ruang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan.
"Produksinya banyak, nilainya rendah. Bapak dan Ibu yang paham soal margin pasti melihat ada gap serius di sini, dan gap itu seharusnya menjadi potensi. Itu peluang yang harus kita rebut," tegas Irwan
Load more