Ekspor Perikanan RI Tembus US$6,27 Miliar, tetapi Masih Peringkat 10 Dunia: Ini Peluang Besar yang Disorot Wamen KKP
- ANTARA
Pengelolaan kawasan konservasi juga dinilai memiliki kaitan dengan nilai ekonomi hasil laut. Lingkungan perairan yang terjaga dapat mendukung kualitas sumber daya perikanan, sehingga pengelolaan yang baik berpotensi menghasilkan produk dengan nilai jual lebih tinggi.
"Kami di KKP sangat berharap kita semua bisa naik kelas. Nelayan naik kelas, produk ekspor kita naik kelas, baik dari sisi kualitas maupun nilai. Yang penting adalah menemukan mitra yang tepat untuk membangun investasi, dan KKP siap mendukung Bapak dan Ibu sekalian dalam proses tersebut," ujar Irwan.
Ia turut mengingatkan bahwa peningkatan nilai ekspor harus disertai pemenuhan standar mutu. Indonesia perlu memperkuat kapasitas produksi sekaligus memastikan produknya memenuhi persyaratan pasar tujuan.
Salah satu tantangan pelaku usaha dalam memperluas ekspor adalah menemukan mitra yang tepat, memahami kebutuhan pasar, serta membangun kepercayaan dengan calon pembeli internasional. Untuk membantu membuka akses tersebut, International Creatives Exchange (ICE) meluncurkan Trade Indonesia sebagai jejaring bisnis yang mempertemukan pengusaha domestik dengan mitra luar negeri.
Founder dan Global Head ICE, Atta Ul Karim, menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk memudahkan pelaku usaha menjajaki peluang perdagangan lintas negara secara langsung.
"Trade Indonesia hadir untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional secara langsung. Kami ingin membuka ruang agar mereka dapat saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menjajaki peluang kerja sama tanpa proses yang berbelit-belit," ujar Atta.
Trade Indonesia tidak hanya menyediakan direktori perusahaan. Platform ini juga menerapkan kurasi anggota melalui verifikasi legalitas, manajemen, sektor usaha, dan rekam jejak bisnis. Data yang terkumpul direncanakan menjadi *market intelligence* untuk membantu pelaku usaha mengenali calon mitra, memetakan kebutuhan pasar, dan mengikuti program *business matching* maupun misi dagang di 12 sektor industri.
Dukungan terhadap perluasan ekspor juga disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Ia menyebut nilai ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Saya sangat yakin bahwa produk lokal dapat menjadi merek global, dan usaha kecil pun dapat meraih kesuksesan internasional apabila diberikan kesempatan yang tepat. Made in Indonesia tidak seharusnya hanya merepresentasikan dari mana produk kita berasal, tetapi juga kualitas, kreativitas, dan inovasi yang dibawa Indonesia untuk dunia," ujar Dyah Roro.
Load more