UNSP Bukukan Penjualan Rp 2,2 Triliun, Lonjakan Ekuitas Rp 8 Triliun, dan Targetkan Rp 3 Triliun pada 2026
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (“Perseroan” atau “UNSP”) berhasil membukukan peningkatan penjualan +19% ke Rp 2.215 miliar, peningkatan laba kotor +4% ke Rp 598 miliar, penurunan laba operasi -10% ke Rp 281 miliar dan penurunan EBITDA -3% ke Rp 419 miliar pada kuartal-3 2026 dibandingkan kuartal-3 2025.
Penjualan 97% ditopang oleh komoditas sawit dengan nilai penjualan Rp 2.157 miliar dan 3% dari komoditas karet Rp 58 miliar.
Perseroan juga berhasil memperkecil rugi bersih -32% ke Rp -43 miliar dibandingkan kuartal-3 2025. Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam memperbaiki kinerja keuangan serta memperkuat fundamental bisnis secara bertahap.
(Rp Miliar) 3Q-2026 3Q-2025 +/
Penjualan 2.215 1.869 19%
Laba Kotor 598 576 4%
Laba Operasi 281 311 -10%
EBITDA 419 431 -3%
Rugi Bersih (43) (63) -32%
Menatap sisa tahun buku 2026, Perseroan mematok target penjualan mencapai sekitar Rp 3 triliun serta membidik pencapaian laba bersih. Target optimistis ini ditopang oleh langkah pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) secara optimal dari kebun sendiri, sekaligus pembelian TBS dari kebun plasma dan pihak ketiga.
Penguatan Struktur Permodalan
Perbaikan mendasar juga terjadi pada struktur permodalan UNSP. Per 30 September 2026, total aset Perseroan melonjak 115% menjadi Rp 7,489 triliun dibanding Rp 3,488 triliun pada akhir 2025. Lonjakan ini dipicu oleh revaluasi aset tanah dan tanaman produktif sebesar Rp 3,740 triliun untuk mencerminkan nilai wajar terbaru.
Pada saat yang sama, total liabilitas berhasil dipangkas hingga 46% dari Rp 8,759 triliun menjadi Rp 4,717 triliun. Penurunan beban kewajiban ini utamanya didorong oleh aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui konversi utang menjadi saham senilai Rp 4,352 triliun.
Kombinasi aksi konversi utang dan revaluasi aset tersebut sukses melepaskan Perseroan dari posisi defisiensi modal. Ekuitas UNSP membaik sebesar Rp 8,043 triliun (naik 153%) hingga mencatatkan angka positif Rp 2,772 triliun, dari sebelumnya negatif Rp 5,271 triliun.
Direktur & Investor Relations UNSP, Andi W. Setianto, menjelaskan bahwa Perseroan terus berupaya mengoptimalkan produktivitas aset kebun melalui program peremajaan (*replanting*) dan penggunaan bibit unggul.
“Perseroan terus berupaya mengoptimalkan produktivitas aset kebun melalui program peremajaan dan penggunaan bibit unggul. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan hasil produksi ton CPO per hektar dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang telah dimiliki untuk memperkuat daya saing dan profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan. Optimalisasi produktivitas pabrik juga dilakukan dengan pembelian buah sawit dari petani yang tidak memiliki pabrik sekaligus membantu kesejahteraan mereka,” kata Andi W. Setianto.
Andi menambahkan bahwa seluruh operasional perkebunan dijalankan sesuai dengan regulasi keberlanjutan.
“Perseroan mengikuti protokol ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan, di antaranya kebijakan *‘zero burning’* (tanpa membakar) dalam melakukan kegiatan perkebunan. Keberlanjutan di sawit mencakup banyak aspek *people & planet* seperti mensejahterakan petani sesuai Sustainable Development Goals *no-poverty*, *zero-waste* sesuai *Circular Economy*, *no-deforestation*, dan reduksi emisi gas rumah kaca untuk *Climate Change*,” paparnya.
Bibit Unggul
Dalam hal peningkatan efisiensi lahan, UNSP mengembangkan bibit unggul tersertifikasi yang mampu memproduksi buah sawit jauh melebihi rata-rata nasional. Jika produktivitas sawit nasional saat ini berada di kisaran 3 ton CPO per hektar per tahun, bibit unggul milik Perseroan berpotensi menghasilkan hingga 10 ton CPO per hektar per tahun dengan produksi 40 ton buah sawit per hektar dan tingkat ekstraksi CPO mencapai 25%.
Melalui pemanfaatan bibit unggul ini, perseroan tidak perlu meluaskan area lahan (*landbank*) untuk melipatgandakan produksi CPO. Langkah ini sekaligus mendukung peningkatan produksi pasokan biodiesel bagi ketahanan energi nasional.
Optimisme jangka panjang turut ditegaskan oleh Direktur Utama UNSP, Bayu Irianto. Ia menggarisbawahi bahwa strategi peningkatan produktivitas yang dirancang saat ini akan memberikan dampak positif yang semakin solid dalam jangka menengah hingga panjang.
“Melanjuti fokus peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, kami akan lanjutkan dengan langkah konkret peningkatan produktivitas aset lainnya dan perbaikan struktur permodalan. Kami optimis, dalam jangka menengah dan panjang Perseroan akan kembali bangkit menemukan momentum yang terbaik menjadi salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki fundamental bisnis yang kuat,” katanya.
Load more