BRI Peduli Kenalkan Urban Farming Berbasis Komunitas Lewat BRInita, Ajak Jurnalis Turun Langsung Bertani di Kota
- Istimewa
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan BRInita juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan ruang hijau serta pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan eco enzyme.
Pengembangan urban farming ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong swasembada pangan dan ekonomi hijau. Program tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek ketahanan pangan, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim.
Sejak pertama kali dijalankan pada 2021, BRInita telah berkembang hingga menjangkau 40 kelompok penerima manfaat yang tersebar di 17 Regional Office dan 16 provinsi. Sepanjang periode 2021–2026, program ini tercatat telah memberikan manfaat secara langsung kepada 764 orang dan menjangkau 961 penerima manfaat tidak langsung.
Dari sisi produksi, kelompok-kelompok BRInita telah menghasilkan lebih dari 31,7 ton sayur dan buah serta 4,7 ton hasil perikanan. Program ini juga mendorong pengembangan 70 produk olahan turunan dengan pendapatan kelompok mencapai hingga Rp5,2 juta per bulan.
Selain memberikan dukungan sarana dan prasarana, BRInita turut memperkuat kapasitas masyarakat melalui 62 sesi pelatihan. Materi yang diberikan mencakup praktik urban farming, pengelolaan sampah organik, hingga pengembangan produk olahan.
Adapun dari aspek lingkungan, program ini telah menghadirkan 40 titik ruang terbuka hijau dengan total luas sekitar 4.000 meter persegi. BRInita juga mencatat pengolahan 4,7 ton limbah organik, produksi lebih dari 12 ribu liter pupuk organik cair, serta efisiensi emisi gas rumah kaca sebesar 792,63 kg CO2-eq.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan BRInita tidak hanya berfokus pada kegiatan bercocok tanam di kawasan perkotaan. Melalui kolaborasi dengan masyarakat, BRI Peduli berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan nilai ekonomi warga, hingga terciptanya lingkungan permukiman yang lebih hijau dan berkelanjutan.
(anf)
Load more