News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Preeklamsia dan Resikonya

Salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan preeklamsia terjadi pada ibu hamil adalah kehamilan di bawah usia 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:26 WIB
Ilustrasi Preklamsia
Sumber :
  • Antara

Jakarta - Dokter Spesialis Obsteri dan Ginekologi dr. Aditya Kusuma, Sp.OG menyebutkan ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan preeklamsia terjadi pada ibu hamil, salah satunya adalah kehamilan di bawah usia 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.

Dia mengatakan beberapa faktor yang menyebabkan seorang ibu hamil berisiko mengalami preeklamsia adalah kehamilan pertama, memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, riwayat preeklamsia dalam keluarga, kehamilan di usia muda atau di bawah 20 tahun dan kehamilan usia tua atau di atas 35 tahu, kehamilan kembar, ibu dengan obesitas serta ibu yang memiliki penyakit ginjal atau hipertensi kronis.

"Kehamilan kembar itu resikonya juga tinggi, orang awam kan menginginkan kehamilan kembar tapi kalau di kedokteran ini double trouble. Kemudian ada beberapa penyekat penyerta pada ibu hamil kayak ginjal, hipertensi kronis juga lupus," ujar dr. Aditya dalam webinar "Deteksi Dini Preeklamsia untuk Cegah Risiko Kematian Ibu dan Janin" pada Selasa.

Preeklamsia sendiri merupakan gangguan tekanan darah yang hanya terjadi pada kehamilan dan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan pada organ vital khususnya ginjal dan hati.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menyebut preeklamsia sebagai silent killer. Sebab menurutnya, banyak ibu hamil yang mengalami preeklamsia tidak memiliki gejala bahkan beberapa ibu hamil yang awalnya memiliki tekanan darahnya normal berubah menjadi sangat tinggi.

Preeklamsia sendiri memiliki dampak yang membahayakan bagi ibu dan janin, di antaranya adalah persalinan prematur, kematian janin, berat badan lahir rendah, solusio plasenta atau plasenta terlepas sebelum waktunya dan kejang atau eklampsia.

"Bayi-bayi yang prematur ini akan menimbulkan konsekuensi yang tinggi pada jangka panjang, anaknya kemungkinan akan obesitas di usia 30-40 tahun, ada resiko diabetes, kardiovaskular dan kalau anaknya wanita, dia akan ada resiko preeklamsia juga," kata dr. Aditya.

dr. Aditya juga menjelaskan bawah tidak ada makan-makanan khusus yang dapat dikonsumsi untuk menjaga terjadinya preeklamsia. Akan tetapi, karena preeklamsia sesungguhnya berhubungan dengan sistem kardiovaskular, maka hal tepat yang perlu dilakukan adalah menjaga kesehatan jantung sebelum masa kehamilan.

"Preeklamsia itu adalah isu kardiovaskular atau jantung. Jadi ya makan yang sehat seperti akan menjaga kesehatan jantung, jangan yang memanjakan lidah saja. Sebaiknya ini dilakukan sebelum hamil kalau sudah hamil enggak akan banyak perubahan," ujar dr. Aditya.(ant/put)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori

Arsenal tengah menghadapi situasi kurang ideal di tengah perjuangan mereka di kompetisi Liga Champions. Bek andalan mereka, Riccardo Calafiori, masih belum dipastikan bisa kembali merumput akibat cedera.
Dedi Mulyadi Tak Hanya Jadi Saksi Nikah Massal di KUA Depok, KDM Juga Ingatkan Hal Penting ke Para Suami

Dedi Mulyadi Tak Hanya Jadi Saksi Nikah Massal di KUA Depok, KDM Juga Ingatkan Hal Penting ke Para Suami

​​​​​​​Dedi Mulyadi jadi saksi nikah massal di KUA Depok, beri wejangan soal nafkah dan tanggung jawab suami, serta ajak warga pilih pernikahan sederhana.
Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 
Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

PBVSI menilai format lama Proliga 2026 belum sepenuhnya mencerminkan kualitas tim terbaik. Dalam sistem baru, setiap tim harus meraih dua kemenangan untuk memastikan
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Laureus 2026 Jadi Milik Yamal! Barcelona Punya Calon Legenda Baru?

Laureus 2026 Jadi Milik Yamal! Barcelona Punya Calon Legenda Baru?

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali mencatatkan prestasi gemilang setelah meraih penghargaan bergengsi Laureus World Sports Awards 2026.

Trending

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Karier Zodiak 23 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan karier zodiak 23 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Peluang promosi, proyek baru, dan perkembangan karier positif menanti.
Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Prediksi Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska di laga Grand Final sektor putri Proliga 2026. Laga penentuan juara yang sarat gengsi dan kualitas sejak awal Final Four
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan apresiasinya terhadap kaum perempuan di Papua Barat Daya. 
Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Periksa Polisi dan Jaksa di Kasus Rejang Lebong, KPK Usut Soal THR Lebaran dari Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. 
Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

Kejutan Format Baru Proliga 2026: Final Bisa Sampai 3 Laga, Perebutan Juara Makin Sulit?

PBVSI menilai format lama Proliga 2026 belum sepenuhnya mencerminkan kualitas tim terbaik. Dalam sistem baru, setiap tim harus meraih dua kemenangan untuk memastikan
Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Denda Besar Menghantam Lukaku, Napoli Siap Melepas di Musim Panas?

Striker Napoli, Romelu Lukaku, dilaporkan menerima denda besar dari klubnya usai absen tanpa izin selama lebih dari dua pekan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT