News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polusi Udara Tak Hanya di Luar Ruangan, Ancaman Tersembunyi di Dalam Gedung Mulai Jadi Sorotan

Polusi udara ternyata tidak hanya terjadi di luar ruangan. Ahli menjelaskan cara mengetahui kualitas udara yang baik dan membutuhkan solusi teknologi yang mumpuni dalam mengatasinya.
Jumat, 13 Maret 2026 - 12:17 WIB
Polusi Udara Tak Hanya di Luar Ruangan, Ancaman Tersembunyi di Dalam Gedung Mulai Jadi Sorotan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Isu polusi udara selama ini lebih sering dikaitkan dengan kondisi di luar ruangan. Namun para ahli mengingatkan bahwa polusi udara juga dapat terjadi di dalam ruangan dan berpotensi memberikan dampak kesehatan yang tidak kalah serius.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, kualitas udara sering kali menjadi perhatian publik karena tingginya tingkat polusi. Kondisi ini tidak hanya dirasakan di jalanan atau ruang terbuka, tetapi juga dapat terjadi di dalam kantor, sekolah, restoran hingga rumah tinggal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Co-founder Nafas, Piotr Jakubowski, mengatakan bahwa kesadaran terhadap kualitas udara di dalam ruangan mulai meningkat, termasuk di kalangan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah sudah mulai membahas regulasi terkait kualitas udara dalam ruangan, yang selama ini belum banyak menjadi perhatian.

“Kalau tidak salah, di Kementerian Kesehatan beberapa bulan lalu sudah mulai ada pembahasan antara regulasi dan rekomendasi terkait kualitas udara di dalam ruangan,” ujar Piotr saat ditemui awak media, Jumat (13/3/2026)

Ia menjelaskan bahwa selama ini pengaturan kualitas udara luar ruangan berada di bawah kewenangan kementerian yang menangani lingkungan hidup, sehingga pembahasan kualitas udara dalam ruangan masih terus berkembang.

Polusi Udara Bisa Tak Terlihat, Tapi Dampaknya Nyata

Salah satu tantangan terbesar dalam isu polusi udara adalah sifatnya yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

Meski udara terlihat bersih, kandungan partikel berbahaya tetap bisa berada di dalam ruangan. Kondisi ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti:

  • Asap kendaraan yang masuk ke dalam gedung

  • Asap rokok

  • Sistem ventilasi yang buruk

  • Aktivitas memasak

  • Debu dan partikel halus dari luar ruangan

Menurut Piotr, polusi udara sering kali menjadi ancaman tersembunyi karena banyak orang tidak menyadari kualitas udara yang mereka hirup setiap hari.

“Polusi udara sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata bagi kesehatan dan produktivitas di tempat kerja,” ujarnya.

Cara Mengetahui Kualitas Udara yang Baik

Untuk mengetahui apakah udara di suatu tempat tergolong sehat atau tidak, para ahli biasanya mengacu pada kadar partikel PM2.5.

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan bahkan ke aliran darah.

Menurut Piotr, kualitas udara dikatakan baik jika kadar PM2.5 berada di bawah angka 12.

Namun kondisi di Jakarta sering kali jauh di atas angka tersebut.

“Rata-rata Jakarta tahun lalu berada di atas 40. Pada musim kemarau bahkan bisa naik sampai 80–100, dan kadang-kadang bisa mencapai 200,” jelasnya.

Karena itu, pemantauan kualitas udara berbasis data menjadi sangat penting agar masyarakat dan pengelola gedung dapat mengetahui kondisi udara secara akurat.

Transparansi Data Jadi Kunci Pengelolaan Udara

Piotr juga menyoroti bahwa banyak perangkat pemurni udara yang beredar di pasaran belum memberikan informasi yang jelas kepada pengguna.

Sering kali indikator kualitas udara hanya ditampilkan dalam bentuk warna, tanpa penjelasan detail mengenai kondisi udara yang sebenarnya.

Menurutnya, transparansi data menjadi faktor penting dalam pengelolaan kualitas udara.

“Sering kali kita melihat air purifier yang indikatornya hanya berupa warna-warna, tetapi tidak jelas arti dari warna tersebut,” katanya.

Karena itu, sistem pemantauan udara yang berbasis data dan menampilkan angka PM2.5 secara langsung dinilai lebih membantu dalam memastikan kualitas udara yang sehat.

ecoCare Hadirkan Solusi Udara Bersih Berbasis Teknologi

Kesadaran akan pentingnya kualitas udara juga mendorong inovasi di sektor teknologi lingkungan.

Perusahaan ecoCare Group Company bersama Nafas resmi meluncurkan solusi baru bernama ecoCare Pure Air Powered by Nafas pada 13 Maret 2026 di Jakarta Design Center.

Kolaborasi ini menghadirkan sistem pengelolaan kualitas udara dalam ruangan yang menggabungkan teknologi filtrasi udara dan pemantauan berbasis data.

CEO ecoCare Group Company, Wincent Yunanda, mengatakan bahwa kualitas udara kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.

Menurutnya, udara bersih tidak lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi investasi jangka panjang.

“Udara bersih bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan investasi strategis. Ketika kualitas udara terjaga, produktivitas meningkat, risiko kesehatan menurun, dan citra perusahaan ikut terangkat,” ujar Wincent.

Solusi Udara Bersih untuk Kantor hingga Rumah

Saat ini solusi pengelolaan kualitas udara tersebut banyak digunakan di berbagai sektor seperti:

  • Gedung perkantoran

  • Sekolah

  • Fasilitas publik

  • Gedung pemerintahan

Namun ke depan, teknologi tersebut juga berpotensi digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau segmen residential.

Menurut Wincent, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara membuat kebutuhan akan sistem udara bersih terus berkembang.

Selain itu, ecoCare juga mulai menjajaki kerja sama dengan pengelola gedung, developer properti, hingga fasilitas pemerintah.

Beberapa gedung strategis bahkan sudah mulai menggunakan sistem pengelolaan udara tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Kualitas Udara Jadi Isu Kesehatan Masa Depan

Dengan meningkatnya polusi udara di berbagai kota besar, kualitas udara diperkirakan akan menjadi salah satu isu kesehatan lingkungan yang semakin penting di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para ahli berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran serta menerapkan solusi yang lebih efektif dalam menjaga kualitas udara.

Sebab pada akhirnya, udara bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, produktivitas kerja, dan kualitas hidup secara keseluruhan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

101 Orang Diduga Hendak Rusuh Saat May Day Dipulangkan, Polisi Buru Provokator-Pemberi Dana

101 Orang Diduga Hendak Rusuh Saat May Day Dipulangkan, Polisi Buru Provokator-Pemberi Dana

Namun, mengenai barang bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian, saat ini masih dilakukan pendalaman, termasuk selebaran rencana aksi rusuh tersebut.
KDM Ucapkan Terima Kasih pada Presiden Prabowo Subianto Bantu Atasi Kecelakaan KA: Bertahap Bangun Flyover

KDM Ucapkan Terima Kasih pada Presiden Prabowo Subianto Bantu Atasi Kecelakaan KA: Bertahap Bangun Flyover

KDM alias Kang Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih atas kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun mengatasi kecelakaan KA dengan bangun Flyover
FIFA Resmi Beri Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday Juni dan Piala AFF 2026, Ada Masalah Apa?

FIFA Resmi Beri Kabar Buruk untuk Timnas Indonesia Jelang FIFA Matchday Juni dan Piala AFF 2026, Ada Masalah Apa?

FIFA memberikan kabar buruk untuk Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday Juni dan Piala AFF 2026, ada masalah apa?
Line Up Indonesia vs Korea Selatan di Semifinal Piala Uber 2026: Ana/Tiwi Comeback, Putri KW Hadapi An Se Young

Line Up Indonesia vs Korea Selatan di Semifinal Piala Uber 2026: Ana/Tiwi Comeback, Putri KW Hadapi An Se Young

Ana/Tiwi kembali dipasangkan saat Indonesia menghadapi Korea Selatan di Semifinal Piala Uber 2026.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 23 Calon Jemaah Haji Diduga Ilegal di Terminal 3

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 23 Calon Jemaah Haji Diduga Ilegal di Terminal 3

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, kembali mencegah keberangkatan 23 calon Jemaah haji nonprosedural.
Ibunda Pratama Arhan Menangis Sesegukan di Wisuda Sang Anak, Rupanya Karena Hal Ini

Ibunda Pratama Arhan Menangis Sesegukan di Wisuda Sang Anak, Rupanya Karena Hal Ini

Momen wisuda pesepak bola Timnas Indonesia, Pratama Arhan berlangsung penuh haru saat ia menyampaikan pidato singkatnya.

Trending

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Tegas Dedi Mulyadi Minta Kepala Dishub Jabar Pasang Palang Pintu Digital di Perlintasan Ampera Bekasi: Hari Ini!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi minta jajaran Dinas Perhubungan Jabar mengganti palang pintu manual di kawasan Ampera Bekasi dengan palang pintu digital.
Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes-Maarten Paes Diziinkan Main, Timnas Indonesia Kejatuhan 'Durian Runtuh' dari FIFA Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada September-Oktober 2026 tampaknya membawa angin segar bagi Timnas Indonesia asuhan John Herdman. Ada kabar baik apa?
Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik. Hasil pengamatannya
The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

The Real Saingan Maarten Paes? Kiper 199 Cm Keturunan Surabaya yang Eligible Bela Timnas Indonesia Pernah Diincar Ajax

Nama Maarten Paes kini mulai mendapat 'ancaman baru' di posisi kiper Garuda. Sosok Kayne van Oevelen yang eligible bela Timnas Indonesia jadi incaran Ajax.
Angkot Ngetem Bikin Macet Lembang, Dedi Mulyadi Tawarkan Jadi Sopir Mobil Sampah, Gaji Capai Rp4,2 Juta

Angkot Ngetem Bikin Macet Lembang, Dedi Mulyadi Tawarkan Jadi Sopir Mobil Sampah, Gaji Capai Rp4,2 Juta

Kebijakan ini ditawarkan sebagai bagian dari dukungan Pemprov Jabar dalam menata lalu lintas di area pasar dan destinasi wisata yang selama ini kerap padat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT