News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pegal Linu Tak Pandang Aktivitas, Waspadai Saat Mudik hingga Cara Efektif Meredakannya

Pegal linu saat mudik sering terjadi akibat duduk lama. Kenali penyebab dan cara efektif mengatasinya agar perjalanan tetap nyaman dan aman.
Selasa, 24 Maret 2026 - 21:47 WIB
Ilustrasi Pegal Linu
Sumber :
  • Freepik/ kwanchaichaiudom

Jakarta, tvOnenews.com - Pegal linu menjadi keluhan umum yang dialami banyak orang, mulai dari pekerja kantoran hingga mereka yang aktif bergerak sepanjang hari. Rasa nyeri pada otot ini kerap muncul tanpa disadari, terutama setelah tubuh melakukan aktivitas berulang atau berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan hingga menurunkan produktivitas.

Keluhan pegal linu biasanya dirasakan di beberapa bagian tubuh seperti leher, bahu, punggung, hingga kaki. Kondisi ini terjadi akibat otot yang mengalami ketegangan atau kelelahan setelah bekerja lebih keras dari biasanya. Jika tidak ditangani dengan baik, pegal linu dapat bertahan lebih lama dan memicu rasa nyeri yang lebih intens.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kehidupan sehari-hari, penyebab pegal linu sangat beragam. Mulai dari aktivitas fisik berlebihan, postur tubuh yang tidak ergonomis saat bekerja, kurang tidur, hingga dehidrasi. Bahkan, stres fisik dan mental juga bisa memicu ketegangan otot yang berujung pada rasa tidak nyaman di seluruh tubuh.

Tak hanya itu, pegal linu juga kerap muncul saat momen tertentu seperti perjalanan jauh. Salah satu situasi yang paling sering memicu kondisi ini adalah saat mudik, di mana seseorang harus duduk dalam waktu lama di kendaraan tanpa banyak bergerak. Hal ini membuat otot menjadi kaku dan aliran darah tidak optimal.

Saat mudik, posisi duduk statis dalam waktu berjam-jam menjadi pemicu utama pegal linu, terutama di area leher, punggung, dan pinggang. Ditambah kelelahan serta kurangnya waktu istirahat, kondisi ini bisa semakin parah jika tidak diantisipasi dengan baik.

Penyebab Pegal Linu yang Perlu Diketahui

Secara umum, pegal linu atau nyeri otot (mialgia) merupakan respons alami tubuh terhadap aktivitas atau kondisi tertentu. Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto, rasa pegal muncul akibat adanya ketegangan atau mikrotrauma pada serat otot setelah digunakan secara intens.

Beberapa penyebab utama pegal linu antara lain:

  • Aktivitas fisik berlebihan atau olahraga berat

  • Postur tubuh yang buruk saat duduk atau bekerja

  • Duduk terlalu lama tanpa peregangan

  • Kurang istirahat dan dehidrasi

  • Infeksi virus seperti flu

  • Stres fisik maupun mental

“Pegal pada otot umumnya terjadi karena adanya ketegangan atau mikrotrauma pada serat otot. Ini merupakan respons normal tubuh, tetapi tetap perlu ditangani dengan cara yang tepat,” jelas dr. Michael.

Cara Mengatasi Pegal Linu, Termasuk Saat Mudik

Untuk meredakan pegal linu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, baik di rumah maupun saat perjalanan mudik:

  • Peregangan aktif: Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, punggung, dan kaki setiap 2–4 jam, terutama saat berhenti di rest area

  • Atur posisi duduk: Duduk tegak dengan punggung tersangga dan hindari posisi membungkuk

  • Kompres hangat: Gunakan kompres hangat atau mandi air hangat untuk merelaksasi otot

  • Pijat ringan: Lakukan pijatan lembut untuk membantu melancarkan sirkulasi darah

  • Cukupi cairan: Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi

  • Istirahat cukup: Jangan memaksakan diri jika tubuh sudah lelah

  • Obat pereda nyeri: Konsumsi paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis jika diperlukan

Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kondisi otot tetap rileks dan mencegah pegal linu semakin parah, terutama saat perjalanan panjang.

Solusi Praktis untuk Relaksasi Otot

Selain cara alami, sebagian orang memilih menggunakan produk topikal seperti gel pijat hangat untuk membantu meredakan ketegangan otot. Salah satu yang bisa digunakan adalah Carukési Gel Relaxing, yang memberikan sensasi hangat dan nyaman pada area otot yang pegal.

Produk ini digunakan dengan cara dioleskan secukupnya pada bagian tubuh yang terasa nyeri, lalu dipijat secara perlahan hingga meresap. Penggunaannya fleksibel, bisa sebelum maupun setelah beraktivitas.

Owner Carukesi, Arbert, menyebut bahwa kebutuhan masyarakat terhadap solusi praktis semakin meningkat, terutama untuk meredakan pegal linu dengan cara yang aman dan mudah digunakan.

“Kami menyadari banyak masyarakat mencari cara yang aman untuk meredakan pegal linu. Karena itu, kami menghadirkan produk yang mudah digunakan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” ujarnya.

Jangan Abaikan Pegal Linu yang Berulang

Meski umum terjadi, pegal linu tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul terus-menerus atau disertai gejala lain seperti demam dan nyeri hebat. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika pegal linu berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin parah, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Terlebih saat mudik, masyarakat bisa memanfaatkan posko kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.

Menjaga keseimbangan antara aktivitas, peregangan, dan waktu pemulihan menjadi kunci utama dalam mencegah pegal linu. Dengan perawatan yang tepat, tubuh akan tetap terasa nyaman dan siap menjalani berbagai aktivitas, termasuk perjalanan jauh saat mudik. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masih Ingat Kisah Hendrawan Pinjamkan Sepatunya pada Pebulu Tangkis Jamaika? Aksi Sportivitasnya Banjir Pujian

Masih Ingat Kisah Hendrawan Pinjamkan Sepatunya pada Pebulu Tangkis Jamaika? Aksi Sportivitasnya Banjir Pujian

Masih ingat aksi Hendrawan di Commonwealth Games 2022? Legenda bulu tangkis Indonesia itu rela melepas sepatunya untuk dipinjamkan kepada pebulu tangkis Jamaika, Samuel Ricketts.
Polisi Berhasil Ringkus Terduga Penganiaya Kedi Golf di Tangerang

Polisi Berhasil Ringkus Terduga Penganiaya Kedi Golf di Tangerang

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial FP (38), tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang kedi golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang yang dipicu persoalan kecemburuan.
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Medapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Medapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
BMKG: Cuaca Mayoritas Wilayah RI Berawan Hingga Hujan Pada Sabtu

BMKG: Cuaca Mayoritas Wilayah RI Berawan Hingga Hujan Pada Sabtu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan sedang pada Sabtu.
Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

Imigrasi Indonesia Pimpin Pertemuan DGICM-Australia di Kamboja, Bahas Penguatan Keamanan Kawasan

Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia Hendarsam Marantoko memimpin diskusi dalam forum The 21st DGICM + Australia Consultation yang berlangsung di Siem Reap, Kamboja.
Gelombang Panas Melanda Inggris, Suhu Udara Capai 36,9 Derajat Celcius

Gelombang Panas Melanda Inggris, Suhu Udara Capai 36,9 Derajat Celcius

Gelombang panas yang melanda Inggris menyebabkan suhu udara di Inggris selatan telah mencapai 36,9 derajat Celcius (sekitar 98 derajat Fahrenheit), sehingga melampaui rekor pada Juni 1976 untuk keempat kalinya selama tiga hari.

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar Sarasehan dan Dialog Nasional Perempuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT