News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Konsep Penyakit X Viral Disebut Lebih Parah dari Covid-19, Ahli Ingatkan Masyarakat Buat Siap-siap Hadapi Kemungkinan Pandemi Ini

Ahli mikrobiologi klinik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nia Krisniawati buka suara soal heboh konsep penyakit X yang viral disebut lebih parah dari pandemi Covid-19.
Senin, 4 Maret 2024 - 22:13 WIB
Heboh Konsep Penyakit X Viral Disebut Lebih Parah dari Covid-19, Ahli Ingatkan Masyarakat Buat Siap-siap Hadapi Kemungkinan Pandemi Ini
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Ahli mikrobiologi klinik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Nia Krisniawati buka suara soal heboh konsep penyakit X yang viral disebut lebih parah dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, masyarakat mesti diberi pemahaman mengenai konsep penyakit X yang bakal dihadapi dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masyarakat harus paham konsep disease (penyakit)  X itu apa. Itu bukan sedang terjadi, melainkan merupakan persiapan kita menghadapi pandemi yang lebih hebat dari COVID-19," kata Nia Krisniawati, Senin (4/3/2024).

Dia menuturkan ketika pandemi yang diketahui dan lebih hebat dari Covid-19, masyarakat sudah lebih siap menghadapi hal tersebut.

Menurut dia, masyarakat perlu diberi pemahaman mengenai konsep penyakit X agar tidak salah diartikan nantinya. 

"Itu bukan merupakan penyakit yang ada dan akan menyebar, tapi itu merupakan suatu konsep di mana kita ini melakukan persiapan, baik itu kesiapan global dari sumber dayanya, kemudian infrastrukturnya, rumah sakit, pengembangan penelitian, kemudian vaksin, dan lain-lain," jelasnya.

Oleh karena itu, Nia menuturkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlu menyosialisasikan konsep penyakit X tersebut secara masif kepada masyarakat.

"Kemenkes perlu menyosialisasikan karena bagi masyarakat yang enggak paham pasti akan berpikir virus apa lagi ini. Padahal disease X merupakan sebuah konsep saja, bagaimana caranya kita menghadapi pandemi berikutnya kalau seandainya ada virus yang lebih hebat dari SARS-CoV-2 (Covid-19)," katanya. 

Selain itu, Nia mengatakan penyakit X hanyalah sebuah konsep yang sudah dibicarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan hingga saat ini patogen penyebabnya belum diketahui.

Dia menuturkan dalam pembicaraan WHO yang sudah muncul sejak tahun 2018 tersebut, penyakit X semacam hipotetis, bukan hipotesis, terkait dengan cara menghadapi pandemi berikutnya.

"Kemarin, kan kita sudah kena pandemi Covid-19 yang memang itu baru, belum pernah ada. Kemudian untuk penanganannya, penanggulangannya, bahkan vaksinnya itu 'kan memang saat itu kena, baru kita mengadakan R&D," jelasnya.

Nia menegaskan penyakit X tersebut diangkat oleh WHO sebenarnya sebagai langkah persiapan untuk menghadapi pandemi yang patogennya sama sekali belum diketahui.

Menurut dia, patogen yang potensial menyebabkan pandemi tersebut cukup banyak, sedangkan penelitian dan pengembangannya masih sedikit.

"Jadi, enggak semuanya, contohnya kayak Ebola, kemudian larva virus Zika. Itu sudah ada, cuma research and development-nya itu, kan memang masih dalam tahap pengembangan untuk vaksinnya dan lain-lain," kata dosen Fakultas Kedokteran Unsoed itu.

Oleh karena itu, Nia menuturkan penyakit X dicetuskan untuk mencegah potensi pandemi di masa depan yang belum diketahui patogennya, sehingga perlu dilakukan berbagai persiapan seperti pengembangan vaksin, pengobatan, dan peningkatan kapasitas rumah sakit.

Bahkan, lanjut dia, penyakit X disebut-sebut bisa menyebabkan kematian hingga 20 kali lebih banyak dari Covid-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan penyakit X tersebut sudah dibahas dalam Forum G20 tahun 2023 dan telah melahirkan kerja sama internasional untuk melakukan penelitian serta pengembangan lintas negara.

"Kalau enggak salah, dana untuk wabah yang memang diperkirakan akan ada setelah COVID-19 itu memang sudah dipersiapkan dalam Forum G20," katanya.(ant/lpk).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Karangan Bunga dari Jokowi Hiasi Rumah Duka Guruh Soekarnoputra

Saat tiba di rumah duka, karangan bunga langsung diletakkan di halaman berdampingan dengan papan bunga yang diberikan Presiden RI Prabowo Subianto berwarna biru terang.
Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar, Ketua Geng Motor Warser di Makassar? Diduga Terlibat Penculikan hingga Penganiayaan Warga

Siapa Al Kaisar (19) disebut sebagai ketua geng motor Warser di Makassar. Polisi menduga kelompoknya terlibat penculikan, penganiayaan dengan busur dan parang
Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Direktorat Jenderal Imigrasi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun
Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Ketua geng motor Waser, Al Kaisar (19), ditangkap polisi di Makassar. Ia diduga terlibat penculikan dan penganiayaan korban yang ditebas parang hingga dipanah.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT