News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Bedanya Orang Indonesia dengan Korea, Jepang, China Saat Makan Mie Instan Kata dr. Zaidul Akbar, Pantas Tetap Sehat!

dr. Zaidul Akbar ungkap rahasia bedanya cara makan mie instan orang Korea, Jepang, China dengan Indonesia, pantas mereka tetap sehat meski sering konsumsi.
Senin, 25 Agustus 2025 - 23:04 WIB
dr. Zaidul Akbar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube dr. Zaidul Akbar

tvOnenews.com - Mengonsumsi mie instan sering dianggap kurang menyehatkan. Hidangan ini memang menjadi pilihan praktis dan cepat saji bagi banyak orang.

Selain cita rasanya yang gurih, mie instan juga hadir dengan berbagai varian rasa yang mudah ditemukan dan cara penyajiannya sederhana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, terlalu sering makan mie instan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Pasalnya, kandungan gizi dalam mie instan dinilai tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

Padahal negara Asia lain seperti Korea, China, dan Jepang menjadikan mie instan sebagai makanan sehari-harinya.

Hal ini semakin populer dengan drama-drama yang menampilkan makanan favorit mayoritas di sana.

Pada suatu kesempatan, dr Zaidul Akbar menjelaskan cara mengonsumsi mie instan agar tetap sehat.

Melihat tayangan-tayangan di media sosial atau film-film, salah satu kebiasaan yang sering dilakukan orang Korea dan Jepang adalah makan mie di setiap kesempatan.

Walaupun punya kebiasaan makan mie, tapi orang Korea dan Jepang tetap terlihat sehat.

Dokter Zaidul Akbar lantas mengungkap rahasia orang Asia Timur tetap sehat meski gemar memakan mie instan karena gaya hidupnya.

Ia menyebut orang Asia Timur sehat karena selalu jalan kaki.

Jalan kaki bisa dianggap sebagai olahraga ringan yang dapat memberikan banyak manfaat.

Salah satunya membakar lemak, menurunkan kolesterol, mencegah diabetes hingga menambah kekuatan otot.

“Kalau dilihat, di Jepang itu. Jepang, Hongkong, China, coba. Orangnya suka jalan, kalau yang pernah ke Hongkong lihat orang jalan ke stasiun itu bisa 14.000 langkah," kata dr Zaidul Akbar. 

Dengan kebiasaan berjalan kaki tersebut, menurut dr Zaidul Akbar itu sudah mampu membakar kalori yang masuk dari mie instan sekaligus menjadikan tubuh tetap sehat.

"Meskipun makan mie nggak sehat, ya, mungkin lemak atau kalori jadi terbakar pas jalan kaki. Masalahnya di kebiasaan, kalau orang Indonesia, kan, jarang jalan kaki,” sambungnya.

Ilustrasi Mie Instan Sehat

Selain itu, kebiasaan sehat orang-orang di Asia Timur kerap mencampurkan bawang-bawangan ke dalam menu makanannya.

"Mereka sangat suka makan bawang-bawangan dan sayuran. Itu sehat punya banyak manfaat," jelasnya.

Selain itu, mereka biasa makan makanan segar dan baru dimasak.

Mereka memiliki kebiasaan memakan makanan yang tidak pernah dipanaskan, sebab makanan yang dipanaskan pasti teroksidasi.

“Makanan yang mereka pesen apa, masak, selesai, habis. Itu bagus, bukan dipanaskan. Semua yang dipanaskan pasti teroksidasi,” ungkap dr Zaidul Akbar.

Oleh sebab itu, dr Zaidul menyarankan, agar masyarakat Indonesia menjalani kebiasaan sehat seperti orang Asia Timur dan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Harusnya kita seperti itu, karena Nabi kita SAW juga seperti itu. Maksudnya Rasul itu kan kalau berjalan menuruni bukit. Tinggal contoh Nabi aja, jalannya Nabi, olahraganya Nabi, pasti kita sehat,” pungkas dr Zaidul Akbar.

Diketahui, kandungan makanan memang bisa bereaksi negatif jika dipanaskan kembali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu bisa menyebabkan keracunan karena adanya kontaminasi bakteri.

Salah satunya bakteri Campylobacter dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan dapur dan berkontak dengan makanan. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

RT RW Diminta Perkuat Pendataan Warga Buntut Kasus Penyekapan YTR, Dedi Mulyadi: Ini Juga untuk Mencegah Adanya Terorisme yang Biasa Terjadi di Kontrakan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta RT dan RW memperkuat pendataan warga termasuk penghuni rumah kos dan kontrakan.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.

Trending

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda

Melaju mulus di babak penyisihan grup, Belanda justru tersingkir setelah kalah dari Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Nadiem Makarim dan Kuasa Hukum Soroti Fakta Persidangan yang Diabaikan dan Dugaan Kriminalisasi

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan putusan terhadap Nadiem Makarim terkait perkara Chromebook pada sidang yang digelar Selasa (30/6). 
Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar, Polri Tetapkan Empat Tersangka Kasus Korupsi BBM Periode 2009-2012

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menetapkan tiga mantan petinggi PT Pertamina Patra Niaga (PNN) dan satu PT Asmin Koalindo Tuhup sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu perusahaan periode tahun 2009-2012.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT