News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak 3 Tahun Belum Lancar Ngomong? Ini Kisah Nyata Ibunda Timothy Anugrah dan Penjelasan Dokter

Kisah nyata ibunda Timothy Anugrah ungkap penyebab anak belum lancar ngomong bukan selalu speech delay. Simak juga penjelasan dokter anak berikut ini!
Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:12 WIB
Ilustrasi Ibu dan Anak
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Ketika seorang anak belum lancar berbicara di usia 3 tahun, banyak orang tua langsung khawatir dan menganggapnya mengalami speech delay. 

Namun, kisah nyata dari Sharon, ibunda mendiang Timothy Anugrah Saputra, membuka mata banyak orang tua bahwa penyebabnya bisa sangat sederhana bahkan tak terduga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam podcast CURHAT BANG Denny Sumargo, Sharon membagikan pengalaman masa kecil putranya yang kini menjadi sorotan publik karena kisah hidupnya yang menyentuh. 

Ia mengisahkan bagaimana saat Timothy berusia tiga tahun, kemampuan bicaranya belum berkembang seperti anak-anak lain pada umumnya.

“Waktu dia kecil, papinya sudah cerita. Jadi waktu umur 3 tahun kita lihat seharusnya menurut perkembangan itu ngomongnya dia sudah lebih banyak dari ini, tapi kok masih begini,” jelas ibunda Timothy.

Ia menambahkan, pada masa itu belum banyak istilah atau diagnosis yang populer seperti speech delay. Karena khawatir, Sharon dan suaminya memutuskan untuk memeriksakan kondisi anaknya ke dokter.

“Akhirnya kita bawa untuk periksa. Salah satu yang diperiksa itu, tolong juga periksa pendengarannya. Karena kan mungkin dia tidak mendengar secara cukup sehingga tidak bisa belajar untuk mengutarakan,” tuturnya.

Hasil pemeriksaan ternyata mengejutkan. Bukan karena gangguan saraf atau keterlambatan bicara, melainkan karena penumpukan kotoran telinga yang luar biasa besar.

“Ternyata memang benar ada yang kurang di bagian telinga. Tapi yang konyol, itu karena ada kotoran telinga yang besarnya gede sekali,” ungkap Sharon. 

“Mungkin kita masih orang tua baru ya, masih bodoh gitu. Akhirnya bertumpuk besar banget, kayak dupa bentuknya.”

Setelah telinga Timothy dibersihkan oleh tenaga medis, sesuatu yang ajaib terjadi.

“Setelah itu bursting di, jadi tiba-tiba ngomongnya tuh kayak cerewet gitu. Jadi ini mungkin buat orang tua baru ya,” kenangnya sambil tersenyum getir.

Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang tua, terutama yang sering terburu-buru menyimpulkan bahwa anaknya mengalami speech delay tanpa pemeriksaan menyeluruh. 

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kondisi pendengaran anak.

Penjelasan Dokter: Jangan Asal Bersihkan Telinga Anak

Menanggapi banyak kasus serupa, dr. Dimple Nagrani, Sp.A dalam kanal YouTube HappyKids Parenting menjelaskan bahwa kotoran telinga bukanlah sesuatu yang berbahaya.

“Ternyata kotoran telinga itu normal banget. Kita butuh pelumas atau kotoran telinga agar telinga tidak kering,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa membersihkan telinga anak, apalagi dengan cotton bud atau pengorek kuping, justru bisa menyebabkan masalah serius.

“Setiap kali kita berusaha membersihkan, yang terjadi adalah kita mendorong kotoran itu semakin dekat ke gendang telinga. Ini bisa menyebabkan impaksi,” terang dr. Dimple.

Impaksi telinga adalah kondisi ketika kotoran telinga menumpuk dan mengeras sehingga menutupi liang telinga. 

Akibatnya, pendengaran anak terganggu dan bisa memengaruhi kemampuan bicaranya.

Selain itu, penggunaan cotton bud pada bayi atau anak kecil sangat berisiko karena mereka sering bergerak saat dibersihkan.

“Saat kita membersihkan telinga bayi, dia bisa bergerak atau menangis. Ini bisa menyebabkan gendang telinga terluka atau bahkan pecah,” tambahnya.

Dokter Dimple juga menekankan bahwa kotoran telinga yang tampak kuning dan sedikit berbau adalah hal normal.

“Jadi benar-benar deh, jangan bersihin telinga anak pakai cotton bud. Kalau memang sudah terganggu, segera ke dokter THT,” tegasnya.

Pelajaran untuk Orang Tua

Kisah ibunda Timothy Anugrah mengingatkan bahwa tidak semua anak yang lambat bicara mengalami gangguan perkembangan. 

Terkadang, penyebabnya justru sederhana, seperti pendengaran yang terganggu akibat kotoran telinga.

Jadi, sebelum panik dan menilai anak mengalami speech delay, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter anak atau THT terlebih dahulu. 

Dengan penanganan tepat, banyak anak bisa kembali berkembang dengan normal seperti pengalaman mendiang Timothy.

Kotoran telinga bukan musuh, tapi pelindung alami. Namun, jika berlebihan dan mengganggu pendengaran, biarkan dokter yang membersihkannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan terburu-buru menilai anak mengalami speech delay tanpa memeriksa hal yang paling sederhana yaitu fungsi pendengarannya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BREAKING
NEWS
Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin mengungkap kronologi dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta illegal access ke Presiden Prabowo
Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan perempuan berinisial ANW terhadap putra Ruben Onsu, Betrand Peto masih menjadi perhatian publik. Begini kabarnya.
Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Kehadiran penjual asing di sektor ini dikhawatirkan mengganggu mata pencaharian warga setempat yang menggantungkan hidup dari usaha berjualan peci.
Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Hasil I League Cup 2026-2027: Persija Ditahan Imbang PSMS, Persebaya Takluk dari Tornado FC Pekanbaru

Sejumlah pertandingan I League Cup 2026/2027 menghadirkan hasil mengejutkan pada laga perdana, Selasa (03/11/2026). Persija harus bermain imbang kontra PSMS.
BREAKING
NEWS
Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri Langsung Tahan Tiga Tersangka Diduga Sadap Ponsel Presiden Prabowo di Rutan Mabes

Polri langsung melakukan penahanan terhadap tiga tersangka diduga melakukan penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik terhadap ponsel Presiden Prabowo -

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT