GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Langkah Kecil Lawan Mager, Survei: 37% Orang Indonesia Kurang Gerak

Gaya hidup kurang gerak atau yang populer disebut mager kini bukan lagi sekadar kebiasaan malas, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat modern. Data
Sabtu, 1 November 2025 - 14:09 WIB
Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, tvOnenews.com – Gaya hidup kurang gerak atau yang populer disebut mager kini bukan lagi sekadar kebiasaan malas, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat modern.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat, sebanyak 37,4% masyarakat Indonesia tergolong kurang aktivitas fisik — angka yang mengkhawatirkan karena berkontribusi langsung terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan diabetes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Sedentary Lifestyle, yaitu ketika seseorang lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk, rebahan, atau beraktivitas minimal. 

Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Sumber :
  • Freepik

 

Istilah ini memang sudah akrab di telinga masyarakat urban mager alias malas gerak. Fenomena ini tak bisa dianggap remeh.

Di era serba digital, banyak orang terjebak pada pola hidup yang pasif bekerja berjam-jam di depan laptop, kurang tidur, jarang berolahraga, dan minim paparan sinar matahari. 

Tanpa disadari, kebiasaan ini menumpuk risiko kesehatan yang serius.

Dampak Medis Gaya Hidup Mager

Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut beberapa bahaya kesehatan akibat kurang bergerak:

1. Konsentrasi Menurun

Duduk terlalu lama dengan postur membungkuk menyebabkan tulang belakang tegang dan paru-paru tidak bisa mengembang optimal. Akibatnya, suplai oksigen ke otak menurun dan konsentrasi ikut terganggu.

2. Meningkatkan Risiko Stroke dan Serangan Jantung

Penelitian dari Aerobics Research Center, AS, menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin mampu menurunkan risiko stroke pada pria hingga 60%.

Sedangkan Nurses’ Health Study mengungkap bahwa wanita yang aktif secara fisik memiliki peluang terhindar dari stroke dan serangan jantung sebesar 50%. Artinya, terlalu banyak duduk memperbesar risiko penyakit mematikan ini.

3. Gangguan Fungsi Kognitif

Kurangnya gerak menyebabkan aliran darah kaya oksigen ke otak menurun. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu regenerasi sel-sel otak dan menurunkan kemampuan berpikir.

Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Sumber :
  • Freepik

 

4. Resistensi Insulin dan Risiko Diabetes

Menghabiskan lebih dari separuh hari untuk duduk atau tiduran dapat memicu resistensi insulin, kondisi di mana tubuh sulit mengatur kadar gula darah. Kebiasaan ngemil makanan tinggi gula saat rebahan memperparah risiko ini.

5. Memicu Osteoporosis

Gaya hidup pasif membuat tubuh kehilangan massa otot dan kepadatan tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mudah keropos — tak hanya pada lansia, tapi juga pada usia muda.

Dalam podcast #AskTheExpert, dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan bahwa gaya hidup pasif kini menjadi salah satu pemicu utama penyakit kronis.

“Gaya hidup kurang aktif dan kebiasaan duduk terlalu lama tanpa diimbangi aktivitas fisik bisa jadi pemicu utama penyakit tidak menular. Padahal, dengan olahraga ringan dan pola hidup seimbang, risiko itu bisa ditekan jauh,” ujar dr. Andi.

Ia memperkenalkan konsep Bodyvestment atau investasi tubuh yang perlu menjadi pola pikir baru masyarakat modern.

“Bodyvestment mengingatkan kita bahwa menjaga tubuh bukan pilihan, tapi keharusan,” tambahnya.

Gerakan Bodyvestment dibangun di atas empat pilar utama gaya hidup sehat yang mudah diterapkan sehari-hari:

- Olahraga teratur untuk menjaga kebugaran jantung dan otot.
- Konsumsi sayur dan buah agar kebutuhan nutrisi makro dan mikro terpenuhi.
- Menjaga wellness dan istirahat cukup demi keseimbangan mental dan fisik.
- Melengkapi nutrisi dengan vitamin jika asupan dari makanan belum cukup.

Gerakan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat: bahwa kesehatan bukan sekadar soal penampilan, tapi tentang investasi jangka panjang untuk hidup produktif dan bahagia.

Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Ilustrasi - Malas gerak alias mager
Sumber :
  • Freepik

 

Konsep Bodyvestment mendapat dukungan luas dari berbagai figur publik lintas bidang. Salah satunya Elaine Hanafi healthy influencer yang dikenal aktif mengampanyekan gaya hidup seimbang.

“Banyak orang usia produktif punya risiko sakit jantung dan stroke karena gaya hidup kurang aktif dan pola makan buruk. Aku mendukung Bodyvestment karena mengingatkan orang untuk berhenti cuek terhadap tubuhnya sendiri,” ujar Elaine.

Sementara itu Theo Derick influencer di bidang finansial juga memberikan perspektif yang memperkuat pesan kampanye ini.

“Bodyvestment adalah investasi dengan return tertinggi seumur hidup. Mau sekaya apapun lo, mau setinggi apa pun pencapaian lo, kalau lo sakit, semuanya gak ada artinya,” tegasnya.

Kehadiran dua figur ini menegaskan pesan utama Bodyvestment kesehatan bukan hanya urusan pribadi, tapi fondasi seluruh aspek kehidupan, termasuk produktivitas dan kesuksesan finansial.

Melalui kampanye Bodyvestment, PYFAHEALTH mengajak masyarakat untuk memulai 4 langkah kecil namun konsisten:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Bergerak setiap hari, minimal 30 menit.
2. Makan lebih sehat dengan memperbanyak serat dan buah.
3. Tidur cukup dan kurangi stres.
4. Dukung tubuh dengan suplemen dan vitamin yang sesuai kebutuhan.

Karena seperti halnya investasi finansial, investasi kesehatan tidak bisa ditunda. Semakin cepat dimulai, semakin besar keuntungannya dan semakin lama manfaatnya terasa.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK dan Ombudsman RI memperkuat kerja sama pencegahan korupsi di sektor pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga bantuan sosial.
Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, penyebab utama eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device
Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga emas Antam hari ini turun dengan selisih buyback mencapai Rp183 ribu per gram. Simak update terbaru dan hitungan untung ruginya.
Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, mendesak dua pembalap senior di F1 2026, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, pertimbangkan pensiun pada akhir musim.
DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

Nasib guru honorer di Indonesia menjadi pertanyaan sebagian publik, bahkan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad minta pemerintah memberi
Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Pengamat sepak bola Belanda menyindir Curacao jelang Piala Dunia 2026, bahkan menyebut mereka bisa kalah dari Timnas Indonesia jika kedua tim bertemu.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT