News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sering Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda Bisul Penderita Diabetes Dibandingkan dengan Bisul Biasa

Kenali perbedaan bisul pada penderita diabetes dan bisul biasa, mulai dari penyebab, ciri khas, hingga risiko infeksi yang perlu diwaspadai agar tidak salah.
Selasa, 16 Desember 2025 - 13:08 WIB
Ilustrasi Bisul atau Abses
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Bisul kerap dianggap sebagai masalah kulit ringan yang bisa sembuh sendiri. Padahal, pada kondisi tertentu, bisul dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, salah satunya diabetes.

Dilansir dari Halosehat, penderita diabetes memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kulit, termasuk infeksi berupa bisul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inilah yang membuat bisul pada penderita diabetes perlu dikenali secara lebih mendalam dan tidak disamakan dengan bisul biasa.

Sebagai penyakit gangguan metabolisme, diabetes memengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk fungsi pembuluh darah dan sistem peredaran darah.

Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat berujung pada berbagai komplikasi, salah satunya infeksi kulit.

Bisul menjadi salah satu bentuk infeksi kulit yang cukup umum dialami oleh penderita diabetes karena daya tahan tubuh dan fungsi perlindungan kulit yang menurun.

Ilustrasi Bisulan
Ilustrasi Bisulan
Sumber :
  • Gemini AI

Sebagian besar penderita diabetes kerap mengeluhkan masalah pada kulit. Keluhan tersebut bisa ringan, seperti rasa gatal tanpa sebab yang jelas, hingga keluhan berat seperti luka yang sulit sembuh.

Penderita diabetes juga dinilai memiliki peningkatan risiko gangguan kulit dibandingkan orang sehat.

Beberapa penyakit kulit yang risikonya meningkat pada penderita diabetes antara lain infeksi jamur, infeksi bakteri, serta kulit kering seperti eksim.

Bahkan, risiko gangguan kulit kering pada penderita diabetes disebut bisa dua kali lebih besar dibandingkan individu tanpa diabetes.

Salah satu alasan utama penderita diabetes lebih rentan mengalami bisul adalah menurunnya fungsi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil di permukaan kulit.

Ketika aliran darah ke kulit terganggu, suplai oksigen dan nutrisi menjadi tidak optimal.

Akibatnya, kemampuan kulit untuk melawan bakteri pun ikut menurun. Kondisi ini semakin diperparah oleh sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah pada penderita diabetes.

Selain itu, penderita diabetes umumnya memiliki kulit yang lebih kering akibat gangguan sekresi kelenjar lemak.

Kulit kering lebih mudah mengalami luka kecil, pecah-pecah, atau iritasi. Luka kecil inilah yang sering menjadi pintu masuk bakteri, sehingga memicu terjadinya infeksi kulit seperti bisul.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penderita diabetes terlihat lebih sering mengalami bisulan dibandingkan orang sehat.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa bisul tidak selalu disebabkan oleh diabetes atau kadar gula darah tinggi.

Bisul merupakan infeksi kulit yang umumnya disebabkan oleh bakteri, dan bisa dialami siapa saja.

Faktor kebersihan tubuh yang kurang terjaga, kulit yang sering lembap, serta lingkungan yang kotor juga dapat memicu bisul pada orang tanpa diabetes.

Karena itu, seseorang yang sering bisulan tidak serta-merta bisa dicap sebagai penderita diabetes.

Namun, kecurigaan terhadap diabetes perlu dipertimbangkan apabila bisul disertai dengan tanda-tanda tertentu.

Salah satu ciri yang patut diwaspadai adalah bisul yang sering kambuh dan sulit sembuh.

Selain itu, adanya keluhan klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3P juga menjadi sinyal penting.

Keluhan tersebut meliputi poliuria atau sering buang air kecil, polifagia atau mudah lapar, serta polidipsia atau sering merasa haus.

Tanda lain yang dapat mengarah pada diabetes adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, riwayat diabetes dalam keluarga, serta adanya penyakit metabolik lain seperti gangguan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Jika bisul muncul berulang kali disertai gejala-gejala tersebut, pemeriksaan kadar gula darah sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Penanganan bisul pada penderita diabetes tidak cukup hanya dengan mengobati lukanya saja. Pencegahan faktor pemicu juga menjadi hal yang sangat penting.

Kebersihan kulit harus selalu dijaga dengan baik untuk menurunkan risiko infeksi. Tubuh perlu dibersihkan secara rutin, terutama pada area lipatan kulit yang mudah lembap dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain menjaga kebersihan, kontrol gula darah yang baik juga memegang peranan penting. Gula darah yang tidak terkontrol dapat memperparah infeksi dan menghambat proses penyembuhan luka.

Oleh karena itu, penderita diabetes perlu disiplin dalam menjalani pola makan sehat, rutin berolahraga, serta mengikuti anjuran pengobatan dari tenaga medis. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Masyarakat di kawasan pesisir Jawa Timur dapat tetap tenang menyusul adanya aktivitas tektonik atau gempa pada Sabtu (27/6) siang. 
Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Dinilai Menguntungkan, DPR Usul 6 Negara Ini Jadi Prioritas Peroleh Kebijakan Bebas Visa

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menanggapi kebijakan Kementerian Pariwisata soal wacana pemberlakuan bebas visa kunjungan ke Indonesia.
Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Warga Padati Bundaran HI Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta, Sudirman-Thamrin Ditutup Sore Ini

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai dipadati warga pada Sabtu (27/6/2026) siang menjelang perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Pelatih Argentina Pastikan Lionel Messi Absen Kontra Yordania pada Laga Pamungkas Grup J Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang dari Timnas Argentina jelang menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026.
InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

InJourney Konsolidasi Hotel BUMN: Langkah Besar Perkuat Pariwisata Nasional

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mempercepat transformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Mangkir Latihan dan Pakai Perlengkapan dari Tim Lain, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Terancam Sanksi Berat dari FC Twente

Waduh, Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers kini terancam dijatuhi sanksi disiplin berat usai kedapatan mangkir dari agenda latihan wajib bersama klubnya FC Twente

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni: Kualifikasi Makin Menarik! McLaren Mulai Ganggu Mercedes di Red Bull Ring

Jadwal F1 GP Austria 2026, Sabtu 27 Juni yang merupakan hari kedua dari rangkaian seri ke-8 Formula 1 musim ini akan tersjai sesi latihan bebas dan kualifikasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT