Sering Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda Bisul Penderita Diabetes Dibandingkan dengan Bisul Biasa
- Freepik
tvOnenews.com - Bisul kerap dianggap sebagai masalah kulit ringan yang bisa sembuh sendiri. Padahal, pada kondisi tertentu, bisul dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, salah satunya diabetes.
Dilansir dari Halosehat, penderita diabetes memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kulit, termasuk infeksi berupa bisul.
Inilah yang membuat bisul pada penderita diabetes perlu dikenali secara lebih mendalam dan tidak disamakan dengan bisul biasa.
Sebagai penyakit gangguan metabolisme, diabetes memengaruhi banyak fungsi tubuh, termasuk fungsi pembuluh darah dan sistem peredaran darah.
Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat berujung pada berbagai komplikasi, salah satunya infeksi kulit.
Bisul menjadi salah satu bentuk infeksi kulit yang cukup umum dialami oleh penderita diabetes karena daya tahan tubuh dan fungsi perlindungan kulit yang menurun.
- Gemini AI
Sebagian besar penderita diabetes kerap mengeluhkan masalah pada kulit. Keluhan tersebut bisa ringan, seperti rasa gatal tanpa sebab yang jelas, hingga keluhan berat seperti luka yang sulit sembuh.
Penderita diabetes juga dinilai memiliki peningkatan risiko gangguan kulit dibandingkan orang sehat.
Beberapa penyakit kulit yang risikonya meningkat pada penderita diabetes antara lain infeksi jamur, infeksi bakteri, serta kulit kering seperti eksim.
Bahkan, risiko gangguan kulit kering pada penderita diabetes disebut bisa dua kali lebih besar dibandingkan individu tanpa diabetes.
Salah satu alasan utama penderita diabetes lebih rentan mengalami bisul adalah menurunnya fungsi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil di permukaan kulit.
Ketika aliran darah ke kulit terganggu, suplai oksigen dan nutrisi menjadi tidak optimal.
Akibatnya, kemampuan kulit untuk melawan bakteri pun ikut menurun. Kondisi ini semakin diperparah oleh sistem kekebalan tubuh yang cenderung lebih lemah pada penderita diabetes.
Selain itu, penderita diabetes umumnya memiliki kulit yang lebih kering akibat gangguan sekresi kelenjar lemak.
Kulit kering lebih mudah mengalami luka kecil, pecah-pecah, atau iritasi. Luka kecil inilah yang sering menjadi pintu masuk bakteri, sehingga memicu terjadinya infeksi kulit seperti bisul.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penderita diabetes terlihat lebih sering mengalami bisulan dibandingkan orang sehat.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa bisul tidak selalu disebabkan oleh diabetes atau kadar gula darah tinggi.
Bisul merupakan infeksi kulit yang umumnya disebabkan oleh bakteri, dan bisa dialami siapa saja.
Faktor kebersihan tubuh yang kurang terjaga, kulit yang sering lembap, serta lingkungan yang kotor juga dapat memicu bisul pada orang tanpa diabetes.
Karena itu, seseorang yang sering bisulan tidak serta-merta bisa dicap sebagai penderita diabetes.
Namun, kecurigaan terhadap diabetes perlu dipertimbangkan apabila bisul disertai dengan tanda-tanda tertentu.
Salah satu ciri yang patut diwaspadai adalah bisul yang sering kambuh dan sulit sembuh.
Selain itu, adanya keluhan klasik diabetes yang dikenal dengan istilah 3P juga menjadi sinyal penting.
Keluhan tersebut meliputi poliuria atau sering buang air kecil, polifagia atau mudah lapar, serta polidipsia atau sering merasa haus.
Tanda lain yang dapat mengarah pada diabetes adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, riwayat diabetes dalam keluarga, serta adanya penyakit metabolik lain seperti gangguan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Jika bisul muncul berulang kali disertai gejala-gejala tersebut, pemeriksaan kadar gula darah sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Penanganan bisul pada penderita diabetes tidak cukup hanya dengan mengobati lukanya saja. Pencegahan faktor pemicu juga menjadi hal yang sangat penting.
Kebersihan kulit harus selalu dijaga dengan baik untuk menurunkan risiko infeksi. Tubuh perlu dibersihkan secara rutin, terutama pada area lipatan kulit yang mudah lembap dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Selain menjaga kebersihan, kontrol gula darah yang baik juga memegang peranan penting. Gula darah yang tidak terkontrol dapat memperparah infeksi dan menghambat proses penyembuhan luka.
Oleh karena itu, penderita diabetes perlu disiplin dalam menjalani pola makan sehat, rutin berolahraga, serta mengikuti anjuran pengobatan dari tenaga medis. (adk)
Load more