Tetap Fit di Musim Hujan, Begini Cara Meningkatkan Imun dengan Vitamin yang Dibutuhkan Tubuh
- Freepik
tvOnenews.com - Memasuki musim hujan, daya tahan tubuh menjadi kunci utama agar tidak mudah terserang penyakit.
Cuaca yang lembap dan dingin sering kali membuat virus serta bakteri berkembang lebih cepat, sehingga tubuh harus memiliki pertahanan yang kuat.
Menurut dr. Sung dari kanal SB30 Health, menjaga sistem imun tidak hanya bergantung pada vitamin C saja, tetapi juga pada keseimbangan gizi, pola hidup sehat, serta manajemen stres yang baik.
dr. Sung menjelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan gizi makro dan mikro agar sistem kekebalan tubuh bekerja optimal.
“Tubuh kita bukan hanya membutuhkan vitamin C. Tubuh memerlukan karbohidrat, protein, lemak, dan total kalori harian yang cukup. Jangan sampai makan di bawah kebutuhan kalori dasar (BMR) karena itu akan menurunkan daya tahan tubuh,” jelasnya.
Salah satu nutrisi penting yang perlu diperhatikan adalah protein, karena menjadi bahan dasar pembentukan sel-sel imun.
dr. Sung menambahkan bahwa protein berkualitas tinggi mengandung asam amino esensial, yang tidak bisa diproduksi tubuh.
“Ada sembilan jenis asam amino esensial yang harus dipenuhi dari makanan seperti telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan,” ujarnya.
Selain protein, lemak sehat juga penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh.
Lemak baik bisa diperoleh dari alpukat, minyak zaitun, ikan laut dalam, dan kacang almond. “Hindari gorengan karena bisa memperburuk kondisi tenggorokan di musim hujan,” tegasnya.
Tak kalah penting, karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan ubi harus menjadi sumber energi utama, bukan gula rafinasi atau sirup yang justru menurunkan sistem imun.
Sementara itu, serat dari sayur dan buah berperan menjaga pencernaan agar flora normal dalam usus tetap seimbang.
“Ingat, sekitar 70 persen sistem imun tubuh berasal dari pencernaan. Jadi, makan sayur dan buah itu wajib,” terang dr. Sung.
Untuk vitamin, selain vitamin C, dr. Sung merekomendasikan beberapa jenis vitamin lain yang juga berperan besar terhadap sistem imun, yaitu:
- Vitamin D: bisa diperoleh dari sinar matahari pagi, ikan salmon, dan kuning telur.
- Vitamin E: berfungsi sebagai antioksidan alami yang melindungi sel tubuh, banyak terdapat dalam biji-bijian, minyak zaitun, dan alpukat.
- Vitamin B kompleks: membantu metabolisme dan menjaga fungsi saraf, bisa didapat dari daging, susu, dan sayuran hijau.
Ia juga menyebut spirulina dan chlorella sebagai suplemen alami yang kaya vitamin dan mineral untuk menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.
Selain asupan vitamin, pola tidur juga berpengaruh besar terhadap imunitas. Tidur cukup antara enam hingga delapan jam per malam membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak.
"Kurang tidur bisa menurunkan sistem imun. Jadi gunakan waktu work from home untuk istirahat yang cukup,” kata dr. Sung.
Kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol juga perlu dihindari karena bisa melemahkan daya tahan tubuh.
Sementara itu, stres disebut sebagai salah satu faktor terbesar yang menurunkan imunitas.
“Manajemen stres sangat penting. Kalau bisa, lakukan terapi sederhana seperti berjalan santai, mendengarkan musik, membaca buku, atau bersilaturahmi dengan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, menjaga kebersihan diri juga tidak kalah penting. dr. Sung mengingatkan pentingnya cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir, bukan air rendaman.
“Cuci tangan jangan asal cepat, pastikan bagian sela jari dan kuku juga bersih,” tambahnya.
Sebagai pelengkap gaya hidup sehat, olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.
Menurut dr. Sung, hal ini akan membantu tubuh lebih cepat menyerap nutrisi dan memperkuat sistem imun secara alami. (adk)
Load more