Masuk Angin Menurut Pandangan Medis, Benarkah Ada dalam Dunia Kesehatan?
- Pexels/Yaroslav Shuraev
Kurangnya paparan sinar matahari, terutama saat musim hujan, bisa menurunkan produksi vitamin D dalam tubuh. Padahal, vitamin D berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal.
Selain vitamin D, kekurangan vitamin C, vitamin E, dan vitamin A juga dapat membuat sistem imun melemah.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit yang ditandai dengan gejala yang dikenal masyarakat sebagai “masuk angin”.
Mengapa Dikenal sebagai “Masuk Angin”?
Secara budaya, istilah “masuk angin” dipercaya muncul karena masyarakat mengaitkan rasa tidak nyaman di tubuh dengan kondisi cuaca atau paparan angin dingin.
Ketika seseorang merasa meriang setelah kehujanan atau terlalu lama di luar ruangan, mereka cenderung berasumsi bahwa “angin masuk” ke dalam tubuh.
Meski tidak dikenal dalam dunia medis, istilah “masuk angin” tetap melekat kuat di masyarakat Indonesia.
Namun, secara medis, kondisi ini sebaiknya dilihat sebagai tanda tubuh sedang menurun daya tahannya atau mengalami infeksi ringan. (adk)
Load more