Tubuh Sering Meriang tapi Tidak Demam? Kenali Penyebabnya Sebelum Terlambat
- Freepik/stockking
tvOnenews.com - Banyak orang mengeluhkan tubuhnya sering merasa meriang, menggigil, atau tidak enak badan meski suhu tubuh normal dan tidak disertai demam.
Kondisi ini sering kali membuat bingung karena terasa seperti hendak sakit, namun tidak kunjung menjadi gejala yang jelas.
Menurut penjelasan medis, tubuh yang meriang tanpa demam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan metabolisme hingga kelelahan ekstrem.
Dilansir dari kanal YouTube Klinik Utama Kita Sehat, dr. Doddy Rizqi Nugraha menjelaskan bahwa gejala menggigil tanpa demam bukan hal langka dan dapat menandakan adanya kondisi tertentu pada tubuh.
Ia menjawab pertanyaan seorang pasien yang mengaku sering menggigil di malam hari meski tidak menggunakan AC atau kipas angin.
“Jadi menggigil tapi gak demam itu ternyata banyak sebabnya, dan bisa terkait dengan beberapa kondisi,” ujar dr. Doddy.
1. Kekurangan Gizi atau Malnutrisi
Penyebab pertama yang dijelaskan dr. Doddy adalah malnutrisi atau kekurangan asupan gizi harian.
Saat tubuh kekurangan nutrisi penting seperti karbohidrat, lemak, atau protein, proses metabolisme pun menurun.
Hal ini membuat tubuh tidak mampu menghasilkan cukup energi untuk menjaga suhu normal, sehingga muncul sensasi menggigil atau meriang meski suhu tubuh tidak naik.
“Misalnya kamu makannya kurang di hari itu, atau asupan gizinya tidak seimbang, tubuh bisa kekurangan energi dan akhirnya bereaksi dengan menggigil,” jelas dr. Doddy.
Kondisi ini sering dialami oleh orang yang sedang menjalani diet ekstrem, bekerja terlalu keras tanpa makan cukup, atau melewatkan waktu makan malam.
2. Hipoglikemia atau Gula Darah Rendah
Selain kekurangan gizi, hipoglikemia atau kadar gula darah rendah juga bisa memicu tubuh merasa meriang tanpa demam.
Menurut dr. Doddy, ketika kadar gula darah menurun drastis, sistem saraf tubuh memberikan sinyal bahaya dan merangsang reaksi menggigil untuk mempertahankan suhu tubuh.
“Kalau kadar gula darah turun, tubuh bisa bereaksi dengan menggigil karena kekurangan energi untuk menjaga suhu tubuh,” tambahnya.
Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes yang lupa makan setelah mengonsumsi obat penurun gula, atau pada orang yang tidak makan seharian.
3. Suhu Udara yang Dingin
Udara malam hari memang cenderung lebih dingin, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi.
Tubuh secara alami akan menyesuaikan diri terhadap suhu rendah dengan cara menggigil.
Reaksi ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk menghasilkan panas tambahan melalui kontraksi otot-otot kecil di bawah kulit.
“Memang respon tubuh ketika menghadapi dingin biasanya dengan menggigil. Ini normal, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah dingin,” jelas dr. Doddy.
Namun, jika rasa dingin tersebut disertai kelelahan ekstrem, bisa jadi tubuh sedang kehabisan energi dan memerlukan waktu istirahat yang cukup.
4. Kelelahan Akibat Aktivitas Berlebih
Penyebab lain yang sering diabaikan adalah kelelahan akibat aktivitas fisik berlebihan.
Setelah seharian bekerja keras atau berolahraga intens, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.
Bila tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup, sistem tubuh bisa terganggu dan menimbulkan gejala mirip seperti orang hendak demam, termasuk meriang dan menggigil.
“Yang ketiga, aktivitas di hari itu terlalu berlebih misalkan capek berolahraga, capek bekerja seharian, juga bisa bikin badan menggigil di malam hari,” ujar dr. Doddy.
Selain itu, faktor stres dan kurang tidur juga bisa memperparah kondisi ini. Saat tubuh lelah secara fisik dan mental, sistem kekebalan melemah sehingga lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Meriang tanpa demam pada dasarnya tidak selalu berbahaya.
Namun, bila kondisi ini terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain seperti jantung berdebar, keringat dingin, atau tubuh terasa sangat lemas, sebaiknya segera periksa ke dokter. (adk)
Load more