Tidak Perlu Cemas, Penderita GERD Bisa Kok Puasa Ramadhan Kata dr Zaidul Akbar kalau Memenuhi Syarat ini
- dok.ilustrasi tvOne/istimewa
Jakarta, tvOnenews.com- Bukan mitos kalau penderita GERD atau sakit lambung maag tidak bisa menjalani puasa ramadhan.

- YouTube/drzaidulakbarofficial
Hal tersebut pernah dijelaskan dr Zaidul Akbar, sebagai ahli kesehatan ia membagikan tips mudah penderita GERD puasa ramadhan 1447 H/2026.
Menurutnya dikutip dari YouTube dr Zaidul Akbar Official, kalau puasa bagi penderita GERD tidak bisa dipaksakan. Sebab kondisinya sudah sakit.
Sehingga perlu persiapan matang, atau memenuhi syarat bisa menjalani puasa ramadhan 2026 nantinya. Seperti pastikan ikut sahur atau perut kosong saat memulai puasa.

- dok.ilustrasi tvOne/istimewa
"Ada beberapa saya baca,ternyata proses itu (puasa) mulai mencapai optimalnya itu ketika seseorang mengkosongkan lambungnya selama 17 jam. Ketika 17 jam itu, tubuh sudah mulai melakukan semacam body cleansing, dimakan semua sel-sel rusak,” katanya dilansir dari youtube Zaidul Akbar Official, Rabu (18/2).
Sehingga dia menerangkan lagi, kalau penderita sakit asam lambung kaya GERD atau Maag, faktanya boleh (tidak ada larangan pasti) dan dianjurkan puasa.
"Tapi ada catatannya, catatannya anda harus setting dari awal agar tubuh tidak kelaparan,” jelas dr Zaidul Akbar.
Di sisi lain, dr Zaidul juga menjelaskan kalau sangat penting pengelolaan pikiran memiliki peran besar dalam mengendalikan asam lambung.
Pasalnya, stres dan kecemasan yang berlebihan justru bisa memperparah kondisi lambung.
"Berlebihan dalam kecemasan bisa meningkatkan asam lambung atau HCl," ujar dr Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube Sehat Sunnah.
Pendakwah Indonesia itu juga menambahkan agar penderita Maag atau GERD, tidak sering konsumsi makanan atau minuman memicu produksi asam lambung berlebih.
Seperti berbahan dasar tepung, makanan berminyak, serta makanan tinggi gula sebagai pemicu yang perlu diwaspadai oleh penderita GERD. Hal tersebut perlu dikontrol.
"Contohnya seperti tepung-tepungan, minyak-minyakan, gula, dan lainnya," ungkap dr Zaidul Akbar.
Sebagai tambahan informasi, melansir Hello Sehat bahwa setiap orang dapat memproduksi asam lambung dalam jumlah yang bervariasi.
Load more