Stop Lakukan Ini saat Puasa! Ginjal Bisa Rusak Diam-Diam Tanpa Anda Sadari
- shutterstock
tvOnenews.com - Banyak orang masih mengira bahwa puasa menjadi penyebab utama gangguan ginjal karena tubuh harus menahan haus hingga belasan jam.
Padahal secara medis, puasa justru dapat memberi waktu istirahat bagi organ tubuh, termasuk ginjal, untuk bekerja lebih efisien.
Ironisnya, peningkatan kasus gangguan ginjal setelah Lebaran sering kali bukan disebabkan oleh puasanya, melainkan oleh pola makan dan kebiasaan yang salah saat sahur dan berbuka.
dr Saddam Ismail menegaskan bahwa gaya hidup selama Ramadhan punya pengaruh besar terhadap kesehatan ginjal.
“Bulan puasa seharusnya menjadi momen tubuh membuang racun. Tapi banyak orang justru masuk rumah sakit setelah Lebaran. Kasus gagal ginjal sering meningkat, dan masalah ini murni berasal dari gaya hidup,” jelasnya, dilansir dari kanal YouTube pribadinya.

- iStockPhoto
Berikut beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa merusak ginjal selama berpuasa:
1. Langsung Minum Minuman Manis saat Berbuka
Es teh manis atau sirup memang menggoda setelah seharian menahan haus. Namun, minuman manis mengandung gula cair tinggi yang cepat masuk ke aliran darah.
“Kadar gula darah bisa melonjak drastis dalam hitungan menit. Ginjal harus bekerja keras menyaring darah yang kental akibat gula,” ujar dr Saddam Ismail.
Gula berlebih dapat melukai pembuluh darah kecil di dalam ginjal dan merusak fungsi penyaringannya secara perlahan.
Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus selama 30 hari, risiko diabetes yang merupakan penyebab nomor satu gagal ginjal di dunia akan meningkat.
Solusinya, utamakan air putih saat berbuka karena dapat membantu membilas ginjal tanpa menambah beban kerja.
2. Terlalu Banyak Makan Gorengan dan Makanan Asin
Menu takjil seperti bakwan, tahu isi, atau tempe goreng memang jadi favorit banyak orang. Sayangnya, makanan tinggi garam atau natrium justru memperberat kerja ginjal.
“Garam mengikat air di dalam tubuh. Volume darah meningkat dan tekanan darah bisa naik tajam,” jelasnya.
Tekanan darah tinggi yang terus-menerus dapat merusak pembuluh darah ginjal secara permanen. Hipertensi sendiri dikenal sebagai penyebab kedua terbesar kerusakan ginjal.
Sebagai alternatif, Anda bisa membuka puasa dengan beberapa butir kurma yang mengandung gula alami dan kalium untuk membantu menstabilkan tekanan darah.
3. Minum Kopi atau Teh saat Sahur
Banyak orang memilih kopi atau teh agar tetap segar sepanjang hari. Namun kebiasaan ini bisa memicu dehidrasi.
“Kafein memiliki efek diuretik yang memaksa ginjal membuang cairan lebih cepat,” kata dr Saddam Ismail.
Akibatnya, cadangan cairan tubuh yang seharusnya digunakan selama puasa justru terbuang lebih awal.
Kondisi ini membuat ginjal kekurangan cairan saat harus menyaring racun di siang hari.
4. Minum Banyak Air Sekaligus Menjelang Imsak
Minum 3–4 gelas air sekaligus sebelum imsak sering dianggap sebagai cara “menyimpan” cairan. Padahal tubuh tidak bekerja seperti tangki penyimpanan.
“Tubuh tidak bisa menyerap air dalam jumlah besar secara mendadak. Ginjal justru akan langsung membuang kelebihan cairan tersebut,” jelasnya.
Akibatnya, tubuh tetap mengalami kekurangan cairan di siang hari. Disarankan untuk menerapkan pola minum 2-4-2, yakni:
* 2 gelas saat berbuka
* 4 gelas di malam hari
* 2 gelas saat sahur
Pola ini membantu penyerapan cairan secara bertahap sehingga ginjal mendapat pasokan air yang stabil.
5. Sembarangan Minum Obat Pereda Nyeri
Mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa resep dokter saat puasa juga berbahaya bagi ginjal.
“Obat pereda nyeri dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal. Ini sangat fatal saat tubuh sedang kekurangan cairan,” tegas dr Saddam.
Kondisi tersebut dapat memicu kematian sel ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal akut, terutama jika digunakan tanpa pengawasan medis.
Ginjal Rusak Tanpa Gejala Awal
Perlu diingat, kerusakan ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala di tahap awal.
“Ginjal adalah organ vital tanpa sistem peringatan dini. Kamu baru merasakan gejala saat ginjal sudah rusak parah,” pungkasnya.
Karena itu, penting untuk mulai mengubah kebiasaan selama Ramadhan:
* Kurangi minuman manis dan makanan asin
* Hindari kopi dan teh saat sahur
* Minum air putih secara bertahap
* Jangan sembarangan minum obat tanpa resep dokter
Dengan pola konsumsi yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen untuk meningkatkan kesehatan, bukan malah membebani ginjal. (gwn)
Load more