GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Urin Berwarna Kuning Pekat saat Puasa, Apakah Berbahaya?

Urin berwarna pekat hingga bau menyengat saat puasa apakah tanda bahaya? Berikut penjelasan dari dr Saddam ismail.
Rabu, 4 Maret 2026 - 04:58 WIB
Ilustrasi wanita memegang perut
Sumber :
  • Ilustrasi AI

tvOnenews.com - Saat menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum yang cukup drastis. 

Dari terbit fajar hingga matahari terbenam, tubuh tidak mendapat asupan cairan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak heran, banyak orang yang kaget ketika buang air kecil di siang atau sore hari dan mendapati warna urin berubah menjadi kuning pekat, bahkan cenderung seperti warna teh dengan bau lebih menyengat.

Kondisi ini kerap memicu kepanikan. Tidak sedikit yang langsung khawatir ginjalnya bermasalah atau takut mengalami gagal ginjal. 

Lantas, benarkah urin berwarna kuning pekat saat puasa merupakan tanda bahaya?

Mengapa Urin Berubah Jadi Kuning Pekat saat Puasa?

Dalam salah satu videonya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa perubahan warna urin saat puasa sebenarnya merupakan respons normal tubuh terhadap kekurangan cairan.

“Kamu buang air kecil pada sore hari saat puasa, kamu melihat warna air kencing berubah menjadi kuning pekat. Banyak orang yang mengira urin pekat adalah tanda ginjal mulai rusak,” ujar dr Saddam Ismail.

Secara normal, warna urin adalah kuning muda atau jernih. 

Warna tersebut berasal dari zat sisa pemecahan sel darah merah yang disebut urobilin. 

Ketika asupan cairan cukup, air akan melarutkan urobilin sehingga warna urin tampak lebih cerah.

Namun saat puasa, tubuh menerima asupan cairan yang jauh lebih sedikit. Dari selesai sahur hingga waktu berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan.

“Otak kita ini pintar. Dia bisa mendeteksi kekurangan cairan di tubuh. Otak melepaskan hormon antidiuretik ke dalam darah, lalu hormon ini memberi perintah ke ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin,” terang dr Saddam.

Ginjal kemudian menyerap kembali cairan ke dalam aliran darah dan hanya mengeluarkan sedikit air bersama zat sisa. 

Akibatnya, urobilin menjadi lebih terkonsentrasi dan warna urin berubah menjadi lebih pekat.

dr Saddam Ismail menjelaskan tabel urine
dr Saddam Ismail menjelaskan tabel urine
Sumber :
  • YouTube/Saddam Ismail

Apakah Ini Berbahaya bagi Ginjal?

Menurut dr Saddam Ismail, urin pekat saat puasa bukanlah tanda bahaya.

“Urin pekat saat puasa bukan tanda bahaya sama sekali. Kondisi ini adalah respons adaptasi tubuh yang sangat normal. Ginjal kita justru berfungsi dengan sangat baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, ginjal sedang bekerja melindungi tubuh dari kekurangan cairan ekstrem dengan cara menahan air agar tekanan darah tetap stabil dan aliran darah ke organ vital tetap terjaga.

Warna urin yang pekat ini bersifat sementara. Setelah berbuka dan kebutuhan cairan tercukupi, warna urin biasanya akan kembali normal dan lebih jernih. 

Proses ini tidak menyebabkan kerusakan ginjal pada orang yang sehat.

Kapan Harus Waspada?

Meski umumnya normal, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Urin pekat menjadi tanda bahaya jika disertai gejala lain.

“Kalau misalnya ada rasa perih, kencing terasa panas, atau ada warna kemerahan seperti bercampur darah, itu harus curiga,” kata dr Saddam.

Beberapa tanda yang perlu segera dikonsultasikan ke dokter antara lain:

* Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
* Urin bercampur darah
* Nyeri hebat di pinggang yang menjalar ke perut (bisa mengarah ke batu ginjal)
* Demam disertai urin pekat dan perih (kemungkinan infeksi saluran kemih)

Jika hanya perubahan warna tanpa keluhan lain, umumnya kondisi tersebut masih tergolong wajar selama puasa.

Tips Menjaga Kesehatan Ginjal saat Puasa

Agar ginjal tetap sehat selama Ramadan, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan harian. 

dr Saddam menyarankan tetap memenuhi kebutuhan sekitar 8 gelas atau kurang lebih 2 liter air per hari.

Ia merekomendasikan pola minum 2-4-2, yaitu:

* 2 gelas saat berbuka
* 4 gelas di malam hari
* 2 gelas saat sahur

“Jangan minum sekaligus banyak dalam satu waktu, apalagi saat sahur. Nanti malah cepat keluar lagi,” pesannya.

Selain itu, hindari minuman manis berlebihan, minuman bersoda, serta batasi konsumsi teh dan kopi terutama saat sahur karena kandungan kafein bersifat diuretik dan bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Makanan terlalu asin seperti ikan asin, camilan gurih, dan fast food juga sebaiknya dibatasi. 

Garam berlebih dapat membuat tubuh lebih cepat haus dan menambah beban kerja ginjal. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Juventus dalam Bahaya Gara-Gara Man United dan Liverpool, Satu Pemain Bintang Bisa Pergi di Bursa Transfer Musim Panas

Juventus dalam Bahaya Gara-Gara Man United dan Liverpool, Satu Pemain Bintang Bisa Pergi di Bursa Transfer Musim Panas

Juventus tampaknya berada dalam bahaya menjelang bursa transfer musim panas. Sebab, salah satu pemain bintang mereka diburu oleh Manchester United dan Liverpool.
Sosok Sabiq Ashraff Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Lulus Kuliah Langsung Jadi Direktur dan Caleg, Diduga Terima Uang Korupsi Rp4,6 Miliar

Sosok Sabiq Ashraff Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Lulus Kuliah Langsung Jadi Direktur dan Caleg, Diduga Terima Uang Korupsi Rp4,6 Miliar

Nama Sabiq Ashraff mencuat setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aktivitas perusahaan keluarga bernama PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
Cegah Penumpukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Komisi VII DPR RI Sidak Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026

Cegah Penumpukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Komisi VII DPR RI Sidak Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk memantau kesiapan infrastruktur dan layanan angkutan laut menjelang masa puncak arus mudik Lebaran 2026.
Pengamat Sentil Pemerintah Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Jelas Ini Langgar Hukum Internasional

Pengamat Sentil Pemerintah Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Jelas Ini Langgar Hukum Internasional

Pengamat Geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman pertanyakan kenapa Pemerintah Indonesia tak mengecam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Usai Insiden IPTU N Tembak Remaja Hingga Tewas di Makassar, Mabes Polri Tegas Terus Evaluasi Terkait Penggunaan Senjata

Usai Insiden IPTU N Tembak Remaja Hingga Tewas di Makassar, Mabes Polri Tegas Terus Evaluasi Terkait Penggunaan Senjata

Mabes Polri menegaskan terus melakukan evaluasi terkait penggunaan senjata oleh anggotanya.
Pemprov DKI Jakarta Target Dana Zakat, Infak dan Sedekah 2026 Terkumpul Rp450 Miliar

Pemprov DKI Jakarta Target Dana Zakat, Infak dan Sedekah 2026 Terkumpul Rp450 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada tahun 2026 bisa terkumpul sampai Rp450 miliar.

Trending

Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Tiga berita sepak bola paling populer di tvOnenews.com: hasil sidang AFC soal Persib sudah keluar? skenario Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, hingga kabar gembira untuk John Herdman.
Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Timnas Indonesia terancam kehilangan banyak pemain jelang FIFA Series 2026. Enam pemain sudah absen karena sanksi dan cedera, Mauro Zijlstra juga berpotensi menyusul.
Siapa Anis Syarifah? Istri Bos Rokok HS yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Moge dengan Yamaha Jupiter MX

Siapa Anis Syarifah? Istri Bos Rokok HS yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Moge dengan Yamaha Jupiter MX

Berikut profil mendiang Hj. Anis Syarifah, istri pengusaha rokok HS dan pendiri Surya Group yang meninggal dunia imbas kecelakaan di Kulon Progo, DI Yogyakarta.
John Herdman Pusing Tujuh Keliling Jelang FIFA Series 2026, Calon Duet Ole Romeny di Timnas Indonesia Berpotensi Dicoret Susul 6 Pemain Lain

John Herdman Pusing Tujuh Keliling Jelang FIFA Series 2026, Calon Duet Ole Romeny di Timnas Indonesia Berpotensi Dicoret Susul 6 Pemain Lain

Timnas Indonesia terancam pincang jelang FIFA Series 2026. 6 pemain sudah absen, kini Mauro Zijlstra juga cedera dan berpotensi absen dari skuad John Herdman.
Terpopuler News: Balasan Ketus Dwi Sasetyaningtyas untuk Purbaya, hingga Tangis Pengendara Jupiter MX Kecelakaan dengan Bos Rokok HS

Terpopuler News: Balasan Ketus Dwi Sasetyaningtyas untuk Purbaya, hingga Tangis Pengendara Jupiter MX Kecelakaan dengan Bos Rokok HS

Respons alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Hingga, tangis pengendara Jupiter MX usai kecelakaan dengan bos rokok HS
Dulu jadi Idola, Eks Kiper Andalan Timnas ini sekarang Fokus Membangun Generasi sampai Bangun Sekolah

Dulu jadi Idola, Eks Kiper Andalan Timnas ini sekarang Fokus Membangun Generasi sampai Bangun Sekolah

Siapa sangka eks kiper timnas indonesia ini tengah fokus membangun generasi dengan membuka sekolah bola
Bupati Ketapang Alexander Wilyo Hadiri Buka Puasa Bersama di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, Disambut Dentuman Meriam Pusaka Padam Pelita

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Hadiri Buka Puasa Bersama di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, Disambut Dentuman Meriam Pusaka Padam Pelita

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri acara buka puasa bersama di Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT