Waspada Penularan Campak Saat Idulfitri, Jangan Sembarangan Menggendong atau Menyentuh Anak!
- Gemini AI
Akibatnya, kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk secara optimal.
Virus penyebab campak dikenal sebagai morbillivirus, yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.
Virus ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak jarak dekat dengan penderita.
Penularan dapat terjadi melalui percikan air liur atau droplet ketika seseorang bersin, batuk, berbicara, bahkan berciuman.
Virus ini dapat menular dari orang dewasa ke anak-anak maupun antar sesama orang dewasa.
Selain melalui droplet, virus campak juga bisa menyebar melalui udara di ruangan tertutup yang memiliki sirkulasi udara buruk.
Dalam kondisi tertentu, morbillivirus dapat bertahan di udara hingga dua jam.
Artinya, seseorang masih bisa tertular meskipun penderita campak sudah tidak berada di ruangan tersebut.
Virus ini juga dapat menempel pada berbagai benda yang sering disentuh bersama, seperti gagang pintu, sendok, meja, atau saklar lampu.
Droplet yang mengandung virus campak bisa bertahan di permukaan benda selama sekitar dua jam sebelum akhirnya mati.
Campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus.
Pada masa ini, penderita biasanya mulai mengalami gejala awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.
Setelah beberapa hari, barulah muncul ruam merah khas campak di kulit.
Pada fase awal tersebut, penderita sebenarnya sudah bisa menularkan virus kepada orang lain di sekitarnya.
Karena itulah, interaksi dekat dengan anak-anak perlu dibatasi, terutama saat berkumpul dalam acara besar seperti Idulfitri.
Anak Jangan Disentuh Sembarangan
Dokter anak mengingatkan bahwa bayi dan balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi campak.
Sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih mudah tertular penyakit.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan menyentuh, mencium, atau menggendong anak orang lain saat berkumpul di momen Lebaran.
Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu mengurangi risiko penularan virus, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan silaturahmi Idulfitri. (adk)
Load more