News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Langsung Ingin Diet Setelah Lebaran, Aman atau Berbahaya? Kenali Dulu Dampaknya ke Tubuh

Ingin langsung diet setelah Lebaran? Kenali dampaknya ke tubuh mulai dari metabolisme, gula darah hingga pencernaan agar tidak salah langkah.
Selasa, 24 Maret 2026 - 23:57 WIB
Ilustrasi Pola Diet
Sumber :
  • Freepik.com

tvOnenews.com - Momen Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga kue-kue manis.

Setelah beberapa hari menikmati makanan tinggi kalori, banyak orang merasa perlu segera melakukan diet untuk menurunkan berat badan. Namun, pertanyaannya, apakah aman langsung diet setelah Lebaran?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan pola makan secara drastis setelah periode makan besar ternyata tidak selalu berdampak baik bagi tubuh.

Justru, langkah terburu-buru ini bisa menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari metabolisme yang melambat hingga masalah pencernaan.

Selama Lebaran, tubuh terbiasa menerima asupan kalori tinggi, lemak, dan gula dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini membuat tubuh melakukan penyesuaian, terutama dalam sistem metabolisme dan penyimpanan energi.

Ketika diet langsung dilakukan secara ketat, tubuh belum siap beradaptasi kembali.

Sistem metabolisme masih berada dalam “mode penyimpanan”, sehingga saat asupan dikurangi drastis, tubuh justru menahan energi sebagai bentuk perlindungan.

Fenomena ini dikenal sebagai adaptasi metabolik, di mana tubuh memperlambat pembakaran kalori. Akibatnya, berat badan justru sulit turun meskipun sudah makan lebih sedikit.

Alih-alih langsung membakar lemak, tubuh akan menghemat energi ketika terjadi penurunan asupan secara drastis. Ini merupakan respons alami untuk menjaga keseimbangan energi.

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet
Sumber :
  • Pexels/SHVETS production

Dampaknya, proses pembakaran kalori menjadi tidak optimal.

Bahkan dalam beberapa kasus, tubuh menjadi lebih efisien dalam menyimpan lemak karena menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman kekurangan makanan.

Selain itu, tubuh juga bisa terasa lemas, kurang bertenaga, dan mudah lelah karena energi tidak digunakan secara maksimal.

Gangguan pada Sistem Pencernaan

Selama Lebaran, sistem pencernaan bekerja lebih keras karena menerima makanan dalam jumlah besar dan cenderung berlemak.

Lambung dan usus pun menyesuaikan kapasitas kerjanya.

Ketika diet langsung dilakukan dengan porsi kecil dan makanan ringan, sistem pencernaan kembali dipaksa beradaptasi secara cepat. Hal ini bisa menyebabkan berbagai keluhan seperti:

  • Perut terasa kosong berlebihan
  • Kembung atau begah
  • Tidak nyaman meski makan sedikit

Produksi enzim pencernaan juga bisa terganggu karena perubahan mendadak jenis makanan. Akibatnya, penyerapan nutrisi tidak optimal meskipun makanan yang dikonsumsi lebih sehat.

Gula Darah Tidak Stabil

Makanan Lebaran yang tinggi gula membuat tubuh terbiasa dengan lonjakan energi cepat.

Ketika diet langsung memangkas asupan gula dan karbohidrat secara drastis, kadar gula darah bisa turun secara tiba-tiba.

Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala seperti:

  • Pusing
  • Mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mood mudah berubah

Selain itu, keinginan untuk mengonsumsi makanan manis justru meningkat sebagai respons alami tubuh. Inilah yang sering membuat diet gagal di tengah jalan.

Penurunan Berat Badan Hanya Sementara

Setelah Lebaran, berat badan sering naik bukan hanya karena lemak, tetapi juga karena retensi cairan akibat konsumsi garam tinggi.

Saat diet langsung dilakukan, terutama dengan mengurangi karbohidrat, tubuh akan cepat kehilangan cairan.

Penurunan berat badan yang terjadi di awal sering kali hanya berasal dari cairan, bukan lemak.

Hal ini bisa menimbulkan kesan diet berhasil dengan cepat, padahal efeknya hanya sementara. Jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat, berat badan bisa kembali naik dengan mudah.

Diet ekstrem setelah Lebaran biasanya fokus pada pengurangan kalori tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisi, terutama protein.

Ketika tubuh kekurangan energi dan protein, otot bisa digunakan sebagai sumber energi alternatif. Akibatnya, penurunan berat badan tidak hanya berasal dari lemak, tetapi juga dari massa otot.

Kehilangan otot berdampak serius, seperti:

  • Penurunan kekuatan tubuh
  • Metabolisme semakin lambat
  • Tubuh lebih mudah lelah

Padahal, massa otot sangat penting dalam membantu proses pembakaran kalori.

Daripada langsung diet ketat, perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara bertahap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dari pola makan tinggi kalori ke pola makan yang lebih sehat.

Langkah sederhana seperti mengurangi porsi sedikit demi sedikit, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta menjaga asupan air bisa menjadi awal yang lebih aman. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Daycare Little Aresha Masuk Babak Baru, 13 Tersangka Segera Disidang dan Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru

Kasus Daycare Little Aresha Masuk Babak Baru, 13 Tersangka Segera Disidang dan Polisi Buka Peluang Ada Tersangka Baru

Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki tahap persidangan. Sebanyak 13 tersangka telah dilimpahkan ke kejaksaan, sementara polisi masih
OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman jelaskan bahwa
Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Mentrans Dorong Swasembada Pangan Kawasan Transmigrasi

Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Mentrans Dorong Swasembada Pangan Kawasan Transmigrasi

Puluhan ribu peserta menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).
Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar Sarasehan dan Dialog Nasional Perempuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Aksi Unjuk Rasa Dinilai Sebagai Sosial Kontrol Kebijakan Publik

Aksi Unjuk Rasa Dinilai Sebagai Sosial Kontrol Kebijakan Publik

Belakangan aksi unjuk rasa marak terjadi merespons kondisi perekonomian nasional yang melemah.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak

Trending

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Merosotnya peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking 2026 dinilai bukan sekadar penurunan statistik, melainkan sinyal bahaya bagi iklim
OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

OJK Deregulasi DP 0% dan Agunan UMKM Rp100 Juta, Targetkan Piutang Multifinance Tumbuh 6-8 Persen

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman jelaskan bahwa
Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Polda Metro Jaya membongkar praktik judi berkedok permainan ketangkasan mirip Timezone di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebanyak 69 tersangka ditetapkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT