Marah 2 Menit, Bikin Imunitas Drop 5 Jam: Simak Tips dr Zaidul Akbar Agar Jasad Tetap Sehat dan Hati Tenang
- Tangkapan layar Youtube dr Zaidul Akbar Official
tvOnenews.com – Sifat gampang marah dan sulit mengontrol emosi seringkali menjadi masalah bagi banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya merusak hubungan sosial, amarah yang tidak terkendali ternyata berdampak fatal bagi kesehatan fisik.
Pakar kesehatan sunnah dr. Zaidul Akbar mengungkapkan sebuah fakta medis yang mengejutkan terkait dampak emosi negatif. Menurutnya, satu kali kemarahan singkat bisa melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dalam waktu yang lama.
"Anda marah 2 menit, 5 jam imunitas Anda turun. Masih mau marah?" ujar dr. Zaidul Akbar dalam sebuah unggahan di kanal YouTube resminya.
- Pixabay
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? dr. Zaidul Akbar memperkenalkan metode unik yang disebutnya sebagai latihan "marah pada saat sedang tidak marah." Inti dari metode ini adalah melatih kemampuan menunda (postpone) dorongan hawa nafsu.
Beliau memberikan perumpamaan sederhana menggunakan keinginan makan rujak:
- Saat Anda sangat ingin makan rujak dan tukangnya lewat di depan mata, jangan langsung beli.
- Katakan pada diri sendiri: "Nanti belinya saat keinginan itu sudah biasa saja."
"Kalau saya begitu melatih diri saya. Jadi kalau pas lagi marah, hawa nafsu kita untuk membeli rujak tadi kita tahan, sama halnya waktu lagi mau marah, ya tidak jadi," jelasnya.
- Freepik - Tangkapan layar
dr. Zaidul Akbar juga mengingatkan para orang tua agar tidak mudah meledak-ledak kepada anak.
Ia menyebut anak sebagai "cetakan" atau molding dari orang tua itu sendiri, sehingga memarahi mereka secara berlebihan adalah hal yang tidak produktif.
Sebagai gantinya, beliau menyarankan metode pendisiplinan yang lebih terukur. Beliau mencontohkan pengalamannya saat mendisiplinkan anak yang tidak mencapai target belajar dengan menyuruhnya berdiri membaca Al-Qur'an hingga selesai, tanpa harus melakukan kekerasan fisik yang didasari emosi setan.
Secara spiritual, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa emosi seperti sedih, benci, atau marah sebenarnya diperbolehkan dalam Islam, asalkan ditempatkan pada porsi yang tepat—yakni untuk membela agama atau karena keimanan.
Load more