Kasus Kematian dr Icha Jadi Sorotan, Mengapa Kesehatan Mental Dokter Masih Terabaikan? Ini Fakta dan Data Penelitiannya
- Gambar ilustrasi AI
Beberapa faktor yang paling sering memicu gangguan kesehatan mental pada tenaga medis antara lain beban kerja yang tinggi, jam kerja panjang dengan waktu istirahat terbatas, tekanan mengambil keputusan medis, risiko melakukan kesalahan, konflik moral, perundungan di tempat kerja, menghadapi pasien atau keluarga pasien yang agresif, hingga ancaman sengketa hukum.
Apabila tekanan tersebut berlangsung terus-menerus tanpa dukungan yang memadai, risiko munculnya depresi, kecemasan, maupun burnout akan meningkat secara signifikan.
Stigma Masih Membuat Banyak Dokter Enggan Mencari Bantuan
Di balik tingginya angka gangguan kesehatan mental, penelitian juga menemukan adanya hambatan besar yang membuat banyak dokter memilih memendam masalahnya sendiri, yakni stigma.
Masih menurut penelitian yang dimuat di PubMed Central, sekitar 40 persen dokter percaya bahwa tenaga medis dengan riwayat depresi atau gangguan kecemasan dianggap kurang kompeten. Bahkan 47 persen responden menilai dokter yang pernah mengalami gangguan mental akan lebih sulit dipercaya atau direkrut dalam dunia kerja.
Tidak hanya itu, hampir 40 persen dokter mengaku enggan mencari pertolongan profesional karena khawatir kondisi tersebut berdampak pada izin praktik maupun perjalanan karier mereka.
Stigma tersebut membuat banyak tenaga medis memilih menyembunyikan kondisi psikologisnya. Sebagian bahkan menunda berkonsultasi, mengobati diri sendiri, menarik diri dari lingkungan sosial, atau menggunakan cara-cara yang kurang sehat untuk mengatasi tekanan.
Para peneliti menjelaskan bahwa karakter dokter yang perfeksionis, memiliki tanggung jawab tinggi, terbiasa mandiri, dan merasa harus selalu kuat turut memperbesar kecenderungan untuk memendam masalah psikologis.
Di sisi lain, budaya di lingkungan medis juga masih sering menganggap gangguan kesehatan mental sebagai bentuk kelemahan atau ketidakmampuan menjalankan profesi.
Persepsi tersebut diperkuat oleh sejumlah kebijakan administratif, misalnya kewajiban melaporkan riwayat gangguan kesehatan mental dalam proses registrasi atau perizinan praktik yang dinilai dapat memperkuat stigma.
Perlu Lingkungan Kerja yang Lebih Aman Secara Psikologis
Para peneliti menegaskan bahwa gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani tidak hanya berdampak pada dokter sebagai individu, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.
Load more