3 Rahasia Orang Jepang Makan Nasi Putih Tanpa Takut Gemuk dan Diabetes
- Freepik
Secara sains, nasi yang telah mendingin terbukti mengandung zat pati resisten yang bekerja layaknya serat.
Zat ini sangat sulit dicerna oleh tubuh, sehingga saat masuk ke sistem pencernaan, ia akan memperlambat proses penyerapan glukosa ke dalam darah. Alhasil, kadar gula darah pascamakan dipastikan tidak akan melonjak drastis.
Direktur Departemen Gastroenterologi Rumah Sakit Zhejiang, dr. Zheng Peifen, membenarkan bahwa mengonsumsi nasi dan hidangan dalam keadaan dingin sangat efektif menunda kenaikan kadar gula darah serta lipid.
Selain itu, nasi dingin juga menjadi amunisi bagus untuk mendongkrak perkembangan mikroflora alias bakteri baik di dalam usus.
Namun, ada catatan medis penting: pastikan nasi tidak dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama karena rawan terkontaminasi bakteri berbahaya yang memicu keracunan makanan.
3. Siasat Cerdik Campuran Gurih Asam Cuka
Sebelum disajikan dalam bentuk sushi atau bola nasi, masyarakat Jepang memiliki kebiasaan mengaduk nasi yang baru matang dengan campuran cuka.
Langkah ini bukan sekadar untuk memanjakan lidah, melainkan ada fungsi kesehatan yang luar biasa di dalamnya.
Kandungan asam asetat yang pekat di dalam cuka bekerja aktif menghambat kinerja enzim amilase.
Dampaknya, proses konversi atau perubahan pati menjadi glukosa berjalan jauh lebih lambat, sehingga kadar gula darah di dalam tubuh tetap terkontrol dengan aman.
- pixabay.com
Budaya Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Jadi Kunci Utama
Di luar urusan isi piring, ada satu variabel krusial yang kerap luput dari perhatian publik, yaitu tingginya tingkat aktivitas fisik masyarakat Jepang. Mereka adalah kaum yang sangat aktif bergerak demi membakar kalori berlebih.
Berdasarkan data statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 98 persen anak-anak di Jepang terbiasa berjalan kaki atau mengayuh sepeda setiap hari untuk pergi ke sekolah.
Tak hanya anak muda, orang dewasa di Jepang juga sangat menggilai metode berjalan kaki hingga 10.000 langkah sehari.
Kebiasaan bergerak aktif inilah yang disinyalir menjadi benteng pertahanan terkuat mereka dalam menghalau obesitas, mendepak diabetes, sekaligus menjadi kunci rahasia umur panjang.
Load more