Jadi Penyakit yang 'Membunuh' Temon, Benarkah Darah Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?
- Pexels/Marta Branco | Pexels/freestocks.org (Diedit menggunakan Gemini AI)
tvOnenews.com - Penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi) selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat modern.
Kekhawatiran ini kembali mencuat setelah kabar duka datang dari dunia hiburan tanah air, di mana komedian senior Temon dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Sebelum mengembusen napas terakhirnya, Temon diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi yang cukup lama.
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram temontemplar27
Keterkaitan erat antara kedua kondisi medis ini memicu pertanyaan besar di kalangan publik mengenai seberapa besar pengaruh tekanan darah terhadap kesehatan organ pemompa darah kita.
Untuk memahami bahaya laten ini, penting bagi kita untuk mengenali karakteristik dasar dari kedua penyakit tersebut terlebih dahulu.
Memahami darah tinggi dan serangan jantung
- Freepik.com
Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, adalah kondisi kronis ketika tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri menetap di angka 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
Sementara itu, serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung terhambat secara total, biasanya akibat penumpukan plak atau gumpalan darah.
Dilansir laman resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kedua penyakit ini tidak lagi hanya mengintai kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.
Kini, kelompok usia produktif antara 20 hingga 40 tahun juga semakin rentan terkena akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat.
Hal ini memperlihatkan, bahwa faktor usia bukan lagi pelindung mutlak. Hipertensi dan komplikasi jantung kian marak ditemukan pada usia muda akibat tingginya tingkat stres kerja, kurang tidur, serta kebiasaan mengonsumsi makanan siap saji.
Darah tinggi pemicu serangan jantung?
- Unsplash/Sasun Bughdaryan
Jawaban medis untuk pertanyaan, apakah darah tinggi bisa menyebabkan serangan jantung adalah ya, sangat bisa. Bahkan, darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko paling utama yang memicu kerusakan jantung.
Ketika seseorang menderita hipertensi, tekanan berlebih yang terus-menerus menekan dinding arteri akan membuat pembuluh darah menjadi kaku, merenggang, dan mengalami luka mikroskopis.
Edukasi dari Kemenkes RI juga menjelaskan bahwa kondisi luka ini mempermudah kolesterol dan lemak untuk menumpuk, sebuah proses yang dikenal sebagai penyempitan jalur darah (aterosklerosis). Akibat pembuluh darah menyempit, jantung dipaksa bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah.
Lembaga medis luar negeri seperti American Heart Association (AHA) menambahkan bahwa ketika plak pembuluh darah tersebut pecah, gumpalan darah akan terbentuk dan dapat menyumbat aliran oksigen ke jantung secara instan.
Sumbatan mendadak inilah yang memicu terjadinya serangan jantung fatal, mirip dengan kondisi medis yang dialami mendiang Temon.
Kesimpulannya, hipertensi adalah gerbang awal menuju penyakit jantung yang mematikan. Tragedi yang menimpa komedian Temon menjadi alarm keras bahwa gangguan kardiovaskular tidak pernah pandang bulu.
Oleh karena itu, mulailah menjaga pola hidup sehat dari sekarang dengan membatasi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan mengelola stres. Jangan lupa melakukan skrining tekanan darah secara berkala, karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa peringatan awal. (ism)
Load more