Inovasi AI dalam Dunia Kesehatan: Dokter Hadirkan Alat Pengecekan Paru-paru pada Pasien Gagal Jantung
- dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana
Jakarta, tvOnenews.com- Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Seperti AI atau Artificial Intelligence yang membantu kehidupan manusia, kini diadaptasikan dalam dunia kesehatan.
Kelebeihan AI secara umum diketahui publik. Menyadarkan bahwa teknologi bisa membantu manusia dari berbagai aspek kehidupan, seperti dalam perawatan pasien gagal jantung.
Kemajuan teknologi pun diserap baik dr. Rony M. Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Primaya Hospital yang berinovasi. Dengan menyatukan teknologi AI dengan kesehatan.
- dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana
Dokter Rony berinovasi untuk menghadirkan sebuah alat yang bisa membantu pasien gagal jantung, guna mencegah perawata ulang dan pemeriksaan bolak-balik ke Rumah Sakit.
Kehadiran alat kesehatan AI karya dokter ini, diharapkan mampu menggantikan pemeriksaan dengan alat stetoskop dan USG Paru-paru.
"Alat ini bisa digunakan untuk menggantikan peran dari stetoskop atau usg paru-paru atau ultrasonografi paru. Untuk alatnya apakah ada di rumah sakit? ada, namun jarang sekali untuk diberikan pemeriksaan ini," kata dr. Rony di Gedung IMERI FKUI, Rabu (14/7).
Alat kesehatan inovasi AI ini, ditujukan untuk orang-orang yang sudah terdiagnosis memiliki sakit gagal jantung.
Sehingga bukan untuk orang sehat atau normal. Ini.ditujukan bagi pasien gagal jantung, mencegah rawat ulang dan pemeriksaan bolak-balik ke Rumah Sakit.
"Mengembangkan NAVI-HF sebuah alat berbasis kecerdasan artifisial yang mengandung, bisa menganalisis dari rongga, alat ini dirancang untuk membantu dokter," katanya lagi.
Dengan mendeteksi tanda-tanda kongesti atau penumpukan cairan di paru-paru pada pasien gagal jantung secara lebih mudah dan objektif
"Ini masih dalam uji coba dan perkembangan, akan dilanjut tetapi dalam tahap awal dengan pasien-pasien yang kondisi gagal jantung," jelas dr. Rony Marethianto Santoso.
- dok.tvonenews.com/Kevi Laras Wana
"Jadi ini untuk pasien yang sudah terdiagnosa bukan pada orang normal. Jadi pada pasien-pasien yang sudah didiagnosa dengan penyakit gagal jantung," sambungnya.
Dalam kesempatan itu juga, dokter Rony mengatakan inovasi AI yang tengah ia uji ini memiliki tingkat akurasi sebesar 86%, dan sensitivitas 91% dan spesifisitas 82%.
Alat ini digunakan dengan cara merekam suara dada dari area toraks, kemudian menganalisisnya menggunakan kecerdasan buatan model akhir NAVI-HF. Menunjukkan kemampuan yang baik dalam mendeteksi kongesti paru, dibandingkan dengan ultrasonografi paru sebagai referensi standar.
Penelitian ini juga melakukan pemantauan pasien selama 6 bulan setelah pasien pulang dari rumah sakit.
Lebih lanjut disampaikan, kalau pasien dengan hasil NAVI-HF positif lebih berisiko mengalami perburukan gagal jantung termasuk perawatan ulang di rumah sakit .
Menunjukkan bahwa NAVI-HF berpotensi tidak hanya membantu mendeteksi kongesti paru tetapi juga membantu mengidentifikasi pasien, yang membutuhkan pemantauan lebih ketat setelah pulang dari rumah sakit.
Sebagaimana diketahui, gagal jantung sebuah kondisi medis, ketika jantung tak bisa bekerja secara efisien sebagaimana mestinya.
Artinya, darah yang dipompa jantung tak bisa membawa oksigen dan nutrisi yang cukup untuk memastikan tubuh berfungsi dengan normal.
Meski disebut “gagal jantung”, bukan berarti jantung berhenti bekerja sama sekali, tapi hanya kesulitan memenuhi kebutuhan tubuh, terutama selama beraktivitas.
Gejala Gagal Jantung
Perlu dicatat, setiap orang gejala gagal jantung bisa berbeda, karena bergantung pada bagian mana dari jantung yang rusak dan seberapa parah kerusakan itu. Namun di tahap awal, gejala itu termasuk:
-Merasa mudah lelah
-Sulit bernapas atau sesak napas, terutama saat -beraktivitas fisik
-Jantung berdebar-debar kencang
-Pusing dan tubuh terasa lemas
(klw)
Load more