News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kabar Buruk untuk Warga Sumsel, DBD Tembus 2.149 Kasus di Bulan Juli 2026

Disampaikan DBD sudah tersebar di 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kini menjadi perhatian Dinas daerah Sumsel.
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:17 WIB
Ilustrasi Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sumber :
  • Sri Gustina

Jakarta, tvonenews.com- Warga Palembang dan sekitarnya harus tahu. Sebab penyakit demam berdarah dengue atau DBD tengah meningkat di Sumatra Selatan.

Dalam keterangannya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mencatat ada 2.149 kasus DBD hingga 14 Juli 2026. Penyakit yang tidak bisa disepelakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejauh ini, disampaikan DBD sudah tersebar di 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Kini menjadi perhatian Dinas daerah Sumsel.

Ilustrasi Waspada DBD! 7 Fakta Penting Peran Perempuan Lindungi Keluarga dari Dengue di Indonesia
Ilustrasi Waspada DBD! 7 Fakta Penting Peran Perempuan Lindungi Keluarga dari Dengue di Indonesia
Sumber :
  • Istockphoto

"Kasus DBD hingga 14 Juli 2026 tercatat sebanyak 2.149 kasus yang tersebar di 17 kabupaten/kota," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa, dalam antara, Kamis (16/7).

Sehubungan dengan ini, Ira mengatakan bahwa Kota Palembang masih menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD terbanyak, yakni 619 kasus.

Dalam sebaran kasusnya, dijelaskan tak hanya Palembang, kasus terbanyak juga ada di Muara Enim sebanyak 440 kasus, Ogan Ilir 185 kasus, Lubuk Linggau 139 kasus, Banyuasin 129 kasus, Lahat 128 kasus, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 118 kasus.

Kemudian ada di daerah Musi Banyuasin dengan 89 kasus, OKI 67 kasus, Musi Rawas Utara 66 kasus, Penukab Abab LEmatang Ilir (PALI) 60 kasus, Musi Rawas 58 kasus, Prabumulih 21 kasus, OKU 16 kasus, Pagar Alam tujuh kasus, Empat Lawang empat kasus, serta OKU Selatan tiga kasus.

Sementara angka kematian, disampaikan kalau akibat DBD hingga pertengahan Juli 2026 tercatat sebanyak 15 orang. Kabupaten Lahat menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi, yakni empat kasus, diikuti Lubuk Linggau dua kasus. Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Palembang, Pagar Alam, PALI, dan Musi Rawas Utara masing-masing mencatat satu kasus kematian.

Adapun OKU, OKI, Muara Enim, Musi Rawas, OKU Selatan, OKU Timur, Prabumulih, dan Empat Lawang tidak memiliki catatan kematian akibat DBD. Penyakit ini terus dipantau dinas terkait.

Alasan Kasus DBD Meningkat

Hal ini terjadi, seiring dengan potensi peningkatan kasus pada akhir tahun seiring fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang menjadi kategori kuat pada periode Juli hingga September 2026.

Pasalnya, peningkatan suhu akibat El Nino dapat mempercepat siklus hidup nyamuk dan meningkatkan intensitas nyamuk mengisap darah sehingga berpotensi meningkatkan penularan penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti dengue, chikungunya, dan malaria.

Dengan begitu, risiko penularan diperkirakan mulai meningkat saat curah hujan menurun karena kepadatan populasi nyamuk menjadi lebih tinggi.

Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu peningkatan kasus dengue secara signifikan pada Oktober hingga Desember 2026 jika tidak diantisipasi sejak dini.

Maka dengan itu, guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus DBD, Dinkes Sumsel memperkuat upaya pencegahan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, distribusi larvasida dan insektisida, peningkatan kesiapan layanan penanganan pasien DBD, serta penguatan penyuluhan kepada masyarakat.

Penyebab DBD

Perlu untuk diketahui, penyakit DBD disebabkan oleh virus Dengue. Seseorang bisa terjangkit demam berdarah jika digigit oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus Dengue terlebih dahulu.

Salah satu gejala yang menonjol atau mudah dipahami yaitu, naiknya suhu tubuh secara mendadak.

Pada anak-anak, fase demam pada DBD berbentuk seperti pelana kuda, yaitu turun selama beberapa hari, kemudian naik lagi.

Demam pada DBD biasa berlangsung selama 2--7 hari, yang mencapai suhu 39−40°C dan sulit turun walaupun pasien telah mengonsumsi obat penurun panas.

Gejala DBD bukan hanya demam, ada beberapa lainnya yang dapat menyertainya, yaitu:

-Lemas

-Sakit kepala hebat

-Nyeri di bagian belakang mata

-Sakit otot dan sendi

-Hilang nafsu makan

-Mual dan muntah

-Ruam kemerahan dikulit timbul atau tidak timbul.
(klw)

 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Modus Tersangka TPPO Tentara Bayaran Rusia, Korban Diiming-Imingi Gaji hingga Rp620 Juta

Adapun modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu mempermudah korban untuk sampai ke Rusia menjadi tentara bayaran dan mengiming-imingi gaji yang besar.
Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup  ‎

Usai Sekian Purnama, Shayne Pattynama Resmi Masuk Skuad Persija saat Hadapi PSMS Medan di League Cup ‎

Shayne Pattynama secara resmi masuk dalam skuad dan dibawa Persija Jakarta untuk menghadapi PSMS Medan di laga perdana I League Cup 2026-2027.
Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Kakorlantas Polri Tekankan Keselamatan Perjalanan Saat Rakor Persiapan Nataru

Korlantas Polri bersama sejumlah stakeholder menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Miris! Diduga Ikuti Saran Medis dari ChatGPT, Mantan Pegawai Amazon Meninggal Dunia

Seorang mantan pegawai Amazon di Seattle, Amerika Serikat meninggal dunia diduga setelah ikuti saran medis yang diberikan ChatGPT. Pihak keluarga gugat OpenAI.
Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Istri Sah Dwi Bagus Martono Tak Tahu Suami Mutilasi Istri Siri dan Anak di Madiun, Akui sedang Ngajar di Sekolah

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anak di Madiun mengaku tidak tahu peristiwa tersebut.
Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Bocah 10 Tahun Asal Koja Jakarta Utara Hilang: Dia Susah Sekali Bicara dan Menghindari Orang Baru

Berdasarkan informasi yang disebarluaskan dalam unggahan di Threads, anak laki-laki yang tengah dicari-cari keberadaannya tersebut diketahui berusia 10 tahun

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT