News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lho, Daun Kelor Kini Dilarang Dikonsumsi di Australia

Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru (FSANZ) secara resmi memberlakukan larangan total terhadap penjualan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai produk -
Senin, 20 Juli 2026 - 19:38 WIB
Ilustrasi ekstrak daun kelor
Sumber :
  • Pixabay

tvOnenews.com – Keputusan mengejutkan datang dari pemerintah Australia terkait komoditas pangan populer asal Asia. Badan Standar Pangan Australia Selandia Baru (FSANZ) secara resmi memberlakukan larangan total terhadap penjualan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai produk makanan maupun bahan pangan setelah dinilai belum aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Kebijakan tegas yang telah diketok sejak November 2025 lalu ini sontak memicu kepanikan luar biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip laporan dari ABC, para petani tanaman kelor di Negeri Kanguru kini mengaku terancam bangkrut dan cemas tidak bisa menjual hasil panen mereka pada musim mendatang.

Daun Kelor
Daun Kelor
Sumber :
  • Pixabay.com

Di Indonesia dan berbagai negara Asia lainnya, daun kelor selama ini dikenal luas sebagai 'superfood' yang kerap diolah menjadi hidangan masakan hingga suplemen kesehatan berkhasiat tinggi.

Namun, regulasi ketat Australia kini menghantam keras peredaran daun, biji muda, hingga minyak yang diekstrak dari tanaman kelor.

Bahkan, pemerintah Australia menegaskan bahwa setiap produk berbasis kelor yang mencoba masuk atau diimpor ke wilayah mereka bakal langsung dimusnahkan atau dikembalikan secara paksa ke negara asal.

Kendati demikian, otoritas setempat masih memberikan sedikit celah.

Produk terapeutik atau suplemen kesehatan berbasis kelor dalam bentuk kapsul dan bubuk masih diizinkan beredar, dengan syarat wajib terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan Australia (TGA).

Alasannya, Picu Masalah Reproduksi dan Kerusakan Genetik

Daun Kelor
Daun Kelor
Sumber :
  • Pixabay.com

Langkah ekstrem pemerintah Australia ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil usai meninjau permohonan dari perusahaan Nusa Organica Pty Ltd yang diajukan sejak Januari 2024 silam.

Setelah melakukan kajian mendalam serta mengevaluasi berbagai studi eksternal, FSANZ akhirnya merilis temuan mengejutkan pada November 2025 yang melarang konsumsi daun kelor.

Otoritas kesehatan tersebut mengungkapkan kekhawatiran besar bahwa konsumsi daun kelor berpotensi memicu gangguan serius pada sistem reproduksi manusia.

Kesimpulan menggegerkan tersebut didapatkan dari hasil penelitian laboratorium pada hewan uji tikus, serta adanya temuan ilmiah yang masih bertolak belakang terkait tingkat risiko genotoksisitas (potensi kerusakan materi genetik/DNA).

FSANZ menegaskan bahwa uji klinis dan penelitian lebih lanjut pada manusia masih sangat diperlukan sebelum tanaman kelor bisa mendapatkan lampu hijau untuk dilegalisasi sebagai bahan pangan di Australia.

Beda Pandangan: 'Superfood' Berabad-abad di Asia

Pekerja menjemur daun kelor di rumah produksi teh kelor Desa Kedungbulus, Gembong, Pati, Jawa Tengah, Selasa (30/11/2021).
Pekerja menjemur daun kelor di rumah produksi teh kelor Desa Kedungbulus, Gembong, Pati, Jawa Tengah, Selasa (30/11/2021).
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Larangan frontal ini memicu perdebatan di kalangan akademisi. Masih melansir ABC, berbagai bagian dari tanaman kelor sejatinya telah menjadi bagian dari bahan konsumsi harian masyarakat di kawasan Asia, Afrika, hingga Timur Tengah selama berabad-abad.

Dosen senior ilmu biomedis dari University of New England, Vandana Gulati, yang telah memfokuskan risetnya pada tanaman obat selama lebih dari 20 tahun, mengamini bahwa kelor memiliki kandungan nutrisi dan manfaat medis yang sangat kaya.

Vandana menjelaskan bahwa dalam kebudayaan tradisional, kelor memang disanjung sebagai superfood karena keunikannya. Meski demikian, ia mengaku dapat memahami langkah hati-hati yang diambil otoritas Australia.

Bagi masyarakat barat yang tidak terbiasa mengonsumsi kelor secara rutin, faktor keamanan dan kepastian dampak jangka panjang pada tubuh manusia memang menjadi prioritas utama sebelum produk tersebut dijual bebas di pasaran.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Akhir Cerita Skandal Mesum Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan di Ruang Sekolah

Skandal mesum yang melibatkan oknum Kepala Sekolah dan seorang Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Langkap, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuntut ...
Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya

Kabar Haji Isam mengakuisisi saham BBCA beredar santer beredar. Pihak BCA angkat bicara dan menjelaskan struktur kepemilikan serta perubahan pengendali terakhir.
Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Kakanwil Imigrasi Sumut Buka Rakor dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun 2026

Direktorat Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Direktorat Jenderal Imigrasi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Perwakilan Asing di Medan Tahun
Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Bukan Sekadar Tawuran, Ketua Geng Motor Makassar Diduga Terlibat Penculikan dan Penganiayaan Sadis

Ketua geng motor Waser, Al Kaisar (19), ditangkap polisi di Makassar. Ia diduga terlibat penculikan dan penganiayaan korban yang ditebas parang hingga dipanah.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Viral Nyala Biru Keunguan Muncul di Gunung Papandayan Garut, Ini Penjelasan Badan Geologi

Viral Nyala Biru Keunguan Muncul di Gunung Papandayan Garut, Ini Penjelasan Badan Geologi

Sehari berikutnya, pada 24 September 2026, nyala yang terlihat dilaporkan lebih sedikit dan cenderung terkonsentrasi. Warna nyala juga tampak biru keputihan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT