Pasien Stroke Usia 30an Meningkat, Dokter Ungkap Pemicu dan Gejalanya
- tim tvOne
Masyarakat juga diminta mengenali gejala stroke sejak dini. Gejala stroke dapat berbeda bergantung pada bagian otak yang terdampak. Salah satu tanda yang umum adalah munculnya kelemahan atau kelumpuhan secara tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh. Gangguan penglihatan juga dapat menjadi salah satu gejala.
"Serangan stroke yang paling sering adalah mengenai motorik, gangguan gerak. Lemas separuh, itu yang paling sering," jelasnya.
Stroke pada usia produktif tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan keluarganya. Ketika pasien mengalami keterbatasan setelah stroke, kemampuan untuk bekerja dan menjalankan peran dalam keluarga juga dapat terganggu.
"Stroke itu tidak hanya menyerang fisik, menyerang psikis juga," ungkap dr. Locoparta.
Untuk mengurangi risiko stroke, masyarakat diingatkan menjaga waktu tidur, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari rokok dan paparan asap rokok, serta menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh.
"Kalau tensi ya hindari asin, kalau diabetes ya hindari manis, kalau kolesterol ya hindari jeroan," pungkasnya.
Sementara itu, dr. Martha mengingatkan masyarakat tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meski tidak merasakan keluhan. Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat membantu mengetahui faktor risiko lebih awal.
"Jangan tunggu sakit baru berobat. Cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala. Lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi untuk stroke yang biaya pengobatannya sangat mahal dan pemulihannya tidak selalu sempurna," tutup dr. Martha. (gol)
Load more