News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasien Stroke Usia 30an Meningkat, Dokter Ungkap Pemicu dan Gejalanya

Stroke yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok lanjut usia kini juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 7 September 2026 - 23:51 WIB
Dokter Spesialis Saraf bagian Intervensi Kateterisasi Stroke RS Kemenkes Surabaya, dr. Locoparta Agung
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Stroke yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan kelompok lanjut usia kini juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Bahkan, pasien berusia 30-an mulai ditemukan mengalami stroke, baik akibat penyumbatan maupun perdarahan pembuluh darah otak.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Saraf bagian Intervensi Kateterisasi Stroke RS Kemenkes Surabaya, dr. Locoparta Agung, saat ditemui di Surabaya, Senin (7/9/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pergeseran tren pasti jelas, karena di sini pasien-pasien usia 30 tahun sudah terkena stroke, mau stroke sumbatan, stroke perdarahan. Trennya jelas," ujar dr. Locoparta.

Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, S.H., MARS, M.H.Kes, mengatakan peningkatan pasien stroke juga terlihat pada kelompok usia produktif. Menurutnya, persoalan lain yang perlu menjadi perhatian adalah masih ditemukannya pasien yang datang dalam kondisi akut karena tidak menjalani deteksi sejak dini.

"Kami mencatat adanya peningkatan signifikan pasien stroke yang dirawat di RS Kemenkes Surabaya. Yang paling mengkhawatirkan, rata-rata mereka adalah usia produktif. Dan ironisnya, sebagian besar sudah datang dalam kondisi akut dan sulit tertolong karena tidak ada deteksi dini. Padahal, semakin cepat ditangani, peluang kesembuhan dan pemulihan jauh lebih besar," ungkap dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan.

Menurut dr. Locoparta, sejumlah kebiasaan yang umum dilakukan masyarakat usia produktif dapat meningkatkan risiko stroke. Tekanan pekerjaan, kurang tidur, merokok, serta pola makan yang tidak sehat membuat sebagian orang mengabaikan pemeriksaan kesehatan, termasuk tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

"Usia produktif itu pasti dia di bawah tekanan pekerjaan, kurang tidur, pekerjaan banyak sehingga dia tidak meluangkan waktu untuk skrining gula darah, tekanan darah, kolesterol," paparnya.

Ia memperkirakan kasus stroke pada kelompok usia produktif masih dapat meningkat apabila pola hidup tidak berubah. Konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, serta tidak terkontrolnya tekanan darah, gula darah, dan kolesterol menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

"Prediksinya akan terus naik. Sekarang anak zaman sekarang, remaja, pemuda, kalau makan fast food misalnya, tidak bisa pulang dari kantor kemudian pesan makanan. Makanan fast food itu juga akan menyebabkan gula darah dan kolesterol yang tinggi," tuturnya.

Masyarakat juga diminta mengenali gejala stroke sejak dini. Gejala stroke dapat berbeda bergantung pada bagian otak yang terdampak. Salah satu tanda yang umum adalah munculnya kelemahan atau kelumpuhan secara tiba-tiba pada salah satu sisi tubuh. Gangguan penglihatan juga dapat menjadi salah satu gejala.

"Serangan stroke yang paling sering adalah mengenai motorik, gangguan gerak. Lemas separuh, itu yang paling sering," jelasnya.

Stroke pada usia produktif tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien dan keluarganya. Ketika pasien mengalami keterbatasan setelah stroke, kemampuan untuk bekerja dan menjalankan peran dalam keluarga juga dapat terganggu.

"Stroke itu tidak hanya menyerang fisik, menyerang psikis juga," ungkap dr. Locoparta.

Untuk mengurangi risiko stroke, masyarakat diingatkan menjaga waktu tidur, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari rokok dan paparan asap rokok, serta menjaga pola makan dengan membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh.

"Kalau tensi ya hindari asin, kalau diabetes ya hindari manis, kalau kolesterol ya hindari jeroan," pungkasnya.

Sementara itu, dr. Martha mengingatkan masyarakat tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meski tidak merasakan keluhan. Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat membantu mengetahui faktor risiko lebih awal.

"Jangan tunggu sakit baru berobat. Cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala. Lebih baik mencegah daripada mengobati, apalagi untuk stroke yang biaya pengobatannya sangat mahal dan pemulihannya tidak selalu sempurna," tutup dr. Martha. (gol)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Target Asian Para Games 2026 Terpenuhi, Tim Indonesia Fokus Ubah Klasemen di Hari-hari Terakhir Kompetisi

Target Asian Para Games 2026 Terpenuhi, Tim Indonesia Fokus Ubah Klasemen di Hari-hari Terakhir Kompetisi

Tim Indonesia berhasil menjawab target Asian Games 2026 dengan kini memiliki 10 medali emas, 13 medali perak dan 35 perunggu.
6 Link Twibbon Hari Dokter Nasional 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

6 Link Twibbon Hari Dokter Nasional 2026, Download dan Bagikan ke Media Sosial

Berikut kumpulan link twibbon Hari Dokter Nasional 2026, download dan bagikan ke media sosial sebagai upacan.
Saatnya Borong, Harga Emas Antam Hari Ini 23 Oktober 2026 Merosot Lagi Jadi Rp2.540.000 per Gram

Saatnya Borong, Harga Emas Antam Hari Ini 23 Oktober 2026 Merosot Lagi Jadi Rp2.540.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 23 Oktober 2026 terpantau merosot lagi jadi Rp2.540.000 per gram. Begitu juga dengan buyback atau harga beli kembali yang terpantau ikut menurun ke angka Rp2.335.000 per gram.
Dedi Mulyadi Beri Imbalan Uang untuk Masyarakat yang Membantu Pemadaman Karhutla di Ciremai

Dedi Mulyadi Beri Imbalan Uang untuk Masyarakat yang Membantu Pemadaman Karhutla di Ciremai

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tengah menjadi perhatian banyak pihak. Sebab terjadi di berbagai wilayah, salah satunya di Gunung Ciremai.
Jadwal Lengkap Pekan Ketujuh Super League: Persib Bandung Tandang ke Garudayaksa FC hingga Derbi Suramadu

Jadwal Lengkap Pekan Ketujuh Super League: Persib Bandung Tandang ke Garudayaksa FC hingga Derbi Suramadu

Jadwal lengkap pekan ketujuh Super League 2026/2027 bakal menyajikan sejumlah pertandingan menarik
Hasil FP1 MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Tercepat Hingga Crash Jack Miller

Hasil FP1 MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Tercepat Hingga Crash Jack Miller

Marc Marquez merebut posisi teratas FP1 MotoGP Australia pada lap terakhir dengan catatan waktu 1 menit 27,985 detik.

Trending

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Bukan Megatron, Megawati Hangestri Lagi-lagi Dapat Julukan Baru dari Media Korea

Megawati Hangestri kembali mendapat julukan baru dari media Korea setelah mencetak 29 poin bersama Hyundai Hillstate di KOVO Cup 2026.
Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Kisah Mualaf Christian Rontini, Pemain yang Mengenal Islam di Indonesia dan Kagumi Sosok Legenda Timnas

Masih ingatkah anda dengan pemain bola, Christian Rontini? berikut kisah inspiratif dan perjalanan spiritualnya selama di i Indonesia.
Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Viral Penumpang KRL Tak Sengaja Tekan Tombol SOS, Gerbong Mendadak Panik!

Video penumpang KRL rute Bogor–Jakarta viral setelah tombol SOS tak sengaja tertekan. Simak penjelasan KAI Commuter, fungsi tombol darurat, dan cara menggunakannya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT