Viral Ibu Muda di Malang Hilang Diduga Baby Blues usai 11 Hari Melahirkan, Kenali Gejala Depresi Pascapersalinan
- X/@CozyGreenVibes
Menurut dr. Grace Roseliny, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi setelah melahirkan.
Faktor pertama adalah pengalaman negatif atau peristiwa penuh tekanan yang pernah dialami sebelumnya. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang ketika menghadapi perubahan besar dalam kehidupannya.
Kedua, kurangnya dukungan sosial dari pasangan, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Padahal, ibu yang baru melahirkan membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan rutinitas baru dan merawat bayinya.
Ketiga, memiliki riwayat depresi sebelumnya. Riwayat tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan suasana hati setelah persalinan.
Selain itu, kesulitan untuk hamil dalam waktu lama, menjadi ibu pada usia muda, melahirkan bayi kembar, melahirkan bayi prematur, serta mengalami komplikasi selama kehamilan atau persalinan juga dapat menjadi faktor risiko.
Ibu yang memiliki bayi dengan kondisi kesehatan tertentu hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit juga dapat menghadapi tekanan emosional yang lebih besar.
Meski demikian, depresi pascapersalinan tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh gabungan faktor biologis, psikologis, dan sosial.
Bagaimana Cara Membantu Ibu yang Mengalami Depresi?
Dr. Grace mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan dokter apabila seseorang merasa mengalami perubahan kondisi mental yang mengkhawatirkan setelah melahirkan.
"Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi diri sendiri, atau mengetahui tetangga, teman, maupun anggota keluarga yang menunjukkan gejala menyerupai depresi setelah melahirkan, segera konsultasikan kondisinya kepada dokter," pesan dr. Grace.
Keluarga dan orang-orang terdekat dapat memberikan dukungan dengan mendengarkan keluhan ibu tanpa menghakimi, membantu merawat bayi, serta memberikan kesempatan bagi ibu untuk beristirahat.
Ibu juga perlu didorong untuk mendapatkan bantuan profesional apabila kesedihan, kecemasan, atau kehilangan minat berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apabila muncul kebingungan berat, halusinasi, perilaku yang sangat tidak biasa, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi, segera cari pertolongan medis darurat.
Dr. Grace turut mengingatkan bahwa depresi pascapersalinan tidak hanya dapat dialami ibu, tetapi juga ayah. Perubahan tanggung jawab, tekanan dalam kehidupan keluarga, dan riwayat depresi dapat memengaruhi kondisi mental orang tua setelah memiliki anak.
Load more