News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

‎Beda Nasib dengan Indonesia, BYD Malaysia Batal Bangun Pabrik Sendiri dan Pilih Gandeng Perusahaan Lokal

Produsen mobil listrik asal China, BYD, mengambil langkah berbeda dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Malaysia dan Indonesia.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:01 WIB
Ilustrasi Pameran Mobil BYD
Sumber :
  • REUTERS/Benoit Tessier

‎Jakarta, tvOnenews.com - Produsen mobil listrik asal China, BYD, mengambil langkah berbeda dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Malaysia dan Indonesia. Jika di Tanah Air perusahaan tersebut membangun pabrik sendiri dengan investasi mencapai Rp11,6 triliun, BYD justru memilih menggandeng perusahaan lokal untuk merakit kendaraan di Negeri Jiran. 

‎BYD Malaysia resmi menunjuk Inokom Corporation, anak perusahaan Sime Motors, sebagai mitra perakitan kendaraan dengan skema completely knocked down (CKD). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperkuat kehadirannya di pasar otomotif Malaysia melalui fasilitas manufaktur yang sudah tersedia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Kesepakatan antara kedua perusahaan dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani di kantor pusat global BYD di Shenzhen, China. Inokom sendiri memiliki fasilitas produksi di Kulim, Kedah, dan telah berpengalaman melakukan perakitan kendaraan untuk sejumlah produsen otomotif global.

‎Managing Director BYD Malaysia, Jacob Ma, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Inokom merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas perakitan yang sudah beroperasi memungkinkan BYD mengembangkan produksi lokal tanpa harus membangun pabrik baru.

‎"Perakitan lokal adalah bagian penting dari komitmen jangka panjang BYD terhadap Malaysia. Bermitra dengan Sime untuk merakit di Inokom memungkinkan kami membangun di atas kapabilitas manufaktur otomotif yang sudah mapan seiring kami memajukan rencana perakitan lokal," ujar Jacob Ma, Managing Director BYD Malaysia, dikutip Just Auto, Selasa (20/10/2026). 

‎Keputusan tersebut diambil di tengah perubahan kebijakan pemerintah Malaysia terhadap kendaraan listrik impor utuh atau completely built up (CBU). Sejak 1 Juli 2026, Malaysia mewajibkan mobil listrik impor memiliki nilai cost, insurance, and freight (CIF) minimal 200.000 ringgit atau sekitar Rp883 juta, dengan tenaga motor listrik sekurang-kurangnya 180 kW.

‎Berdasarkan laporan Nikkei Asia pada Jumat (16/10/2026), sejumlah model mobil listrik terlaris BYD di Malaysia dipasarkan dengan harga di bawah ambang batas tersebut. Kondisi ini membuat strategi perakitan lokal menjadi semakin penting bagi BYD untuk mempertahankan daya saing produknya di pasar Malaysia.

‎Menariknya, BYD sebelumnya sempat mengumumkan rencana pembangunan pabrik sendiri di Tanjung Malim, Perak, pada Agustus 2025. Namun, rencana tersebut akhirnya dikesampingkan dan perusahaan memilih menjalin kerja sama perakitan dengan Inokom.

‎Laporan The Edge yang dikutip Nikkei Asia menyebut rencana pembangunan pabrik tersebut menghadapi kendala setelah BYD tidak mencapai kesepakatan dengan Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia atau MITI. Salah satu persoalan yang dilaporkan adalah persyaratan untuk mengekspor hingga 80 persen kendaraan hasil perakitan lokal, meskipun BYD belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan perubahan rencananya.

‎Di sisi lain, persaingan pasar kendaraan listrik Malaysia juga semakin ketat bagi BYD yang sebelumnya menjadi pemimpin penjualan pada 2025. Perusahaan asal China tersebut tercatat menjual 14.407 unit mobil listrik sepanjang tahun lalu, tetapi kini menghadapi tekanan dari produsen otomotif nasional Malaysia, Proton.

‎Berdasarkan data Departemen Transportasi Jalan Malaysia yang dihimpun paultan.org, sebanyak 24.857 mobil listrik Proton terdaftar sepanjang Januari hingga September 2026. Pada periode yang sama, jumlah kendaraan listrik BYD yang terdaftar mencapai 8.087 unit sehingga menunjukkan perbedaan cukup besar antara kedua merek tersebut.

‎Berbeda dengan Malaysia, BYD memilih membangun fasilitas manufaktur milik sendiri di Indonesia yang berlokasi di Subang Smartpolitan Industrial Park, Jawa Barat. Pabrik tersebut diresmikan pada 3 September 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp11,6 triliun, berdiri di atas lahan seluas 126 hektare, dan memiliki kapasitas produksi maksimal 150 ribu kendaraan per tahun.

‎Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, produksi kendaraan BYD di Indonesia telah berlangsung sejak April 2026. Hingga September 2026, total kendaraan yang diproduksi secara lokal mencapai 32.040 unit, sementara impor kendaraan utuh BYD sepanjang Januari hingga September turun menjadi 1.108 unit dibandingkan 27.795 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Sementara itu, BYD Malaysia hingga kini belum mengumumkan model kendaraan listrik yang akan dirakit melalui fasilitas Inokom. Perusahaan juga belum memberikan kepastian mengenai jadwal dimulainya produksi kendaraan dengan skema CKD tersebut.

‎"Kami bertujuan mendekatkan keahlian BYD di bidang kendaraan energi baru dan teknologi baterai ke pasar Malaysia, sembari berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan industri otomotif lokal," pungkasnya. 

‎(igp/rda)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penampakan Barang Bukti 858 Cartridge Etomidate dan Sabu Kasus Peredaran Narkoba di Jakarta Barat, Dua Pria Diamankan

Penampakan Barang Bukti 858 Cartridge Etomidate dan Sabu Kasus Peredaran Narkoba di Jakarta Barat, Dua Pria Diamankan

Dua pria diamankan oleh tim Polres Metro Jakarta Pusat usai didapati mengedarkan narkotika jenis etomidate dan sabu di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Berdasarkan estimasi dalam data perkara, pengungkapan ini diperkirakan berpotensi menyelamatkan sekitar 750 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Khalid Basalamah Kembalikan Uang Senilai USD354.500 Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Kembalikan Uang Senilai USD354.500 Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Dalam sidang tersebut, Khalid Basalamah mengaku telah mengembalikan uang ke rekening penampungan KPK dalam perkara korupsi kuota haji tahun 2023-2024.
Lamine Yamal Dibandingkan dengan Lionel Messi, Luis Enrique Buka Suara Jelang PSG Jamu Barcelona

Lamine Yamal Dibandingkan dengan Lionel Messi, Luis Enrique Buka Suara Jelang PSG Jamu Barcelona

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, buka suara soal perbandingan Lamine Yamal dengan Lionel Messi. PSG akan bertemu dengan sang wonderkid dalam laga kontra Barcelona.
Respons Tegas Pengacara Minola soal Adanya Komentar Miring terkait Ruben Onsu Mengadopsi Anak

Respons Tegas Pengacara Minola soal Adanya Komentar Miring terkait Ruben Onsu Mengadopsi Anak

Seorang anak laki-laki bernama Thayaka telah diadopsi oleh Ruben Onsu. Kabarnya viral di media sosial.
Berhasil Pecahkan Rekor Dunia dan Raih Medali Emas Asian Para Games 2026, I Kadek Dwi Purwana Yasa Langsung Pindah Nomor

Berhasil Pecahkan Rekor Dunia dan Raih Medali Emas Asian Para Games 2026, I Kadek Dwi Purwana Yasa Langsung Pindah Nomor

Atlet Para Atletik Indonesia, I Kadek Dwi Purwana Yasa, berhasil mengukir prestasi mentereng di gelaran Asian Para Games 2026.
Fanmeet Kim Bum Ubah Venue, Bummies Wajib Intip Seatplan Terbaru

Fanmeet Kim Bum Ubah Venue, Bummies Wajib Intip Seatplan Terbaru

Venue acara fanmeet Kim Bum yang awalnya akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Komplek GBK, Jakarta, berubah menjadi di Bengkel Hall SCBD, Jakarta Selatan. 

Trending

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kemenham Resmikan Fasilitas Pelatihan Terpadu di Sumedang, Dorong Peningkatan Kualitas SDM di Bidang HAM

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) di bawah komando Menteri Natalius Pigai terus memacu penguatan kapasitas SDM di bidang penegakan HAM. 
Hotspot Karhutla Turun 84 Titik, Kemenhut Optimalkan Pemadaman Operasi Udara dan OMC

Hotspot Karhutla Turun 84 Titik, Kemenhut Optimalkan Pemadaman Operasi Udara dan OMC

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian berbagai pihak dan masyarakat. Pemerintah pun melakukan pengoptimalan pemadaman.
Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa Tinggal Dua Tahap Lagi Jadi WNI, Berpeluang Besar Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Taisei Marukawa disebut hanya tinggal menjalani dua tahapan lagi sebelum proses perubahan kewarganegaraannya rampung.
Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Dukung Langkah Berani Prabowo, Rocky Gerung Apresiasi Ketegasan Presiden Sikat Oknum di Lingkaran Dekat Kekuasaan

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menyampaikan pandangan optimis mengenai langkah tegas pemerintahan dalam melakukan pembersihan di sektor birokrasi dan pemberantasan korupsi. 
Catat! Rute Penerbangan Haji dan Umrah di Bandara Jeddah Pindah ke Terminal 4

Catat! Rute Penerbangan Haji dan Umrah di Bandara Jeddah Pindah ke Terminal 4

Pihak pengelola Bandara telah memindahkan sejumlah penerbangan ke Terminal 4 dan Kompleks Terminal Haji dan Umrah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT