Anjlok pada 2026, Penjualan Mobil Domestik China Diprediksi Alami Peningkatan Tahun 2027
- ANTARA/Pamela Sakina
Jakarta, tvOnenews.com - Penjualan mobil domestik China diperkirakan bakal mengalami peningkatan pada 2027 mendatang. Padahal, itu sempat mengalami penurunan pada tahun 2026 ini.
Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, Cui Dongshu dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) memperkirakan penurunan penjualan mobil domestik menjadi 18,5 juta kendaraan pada 2026—turun dari 23,7 juta di tahun 2025. Kendati demikian, pasar diprediksi kembali bangkit sekitar 2% pada tahun 2027.
Menurut Cui, pemulihan tersebut didorong oleh meredanya hambatan jangka pendek, berkurangnya tekanan biaya, serta meningkatnya penawaran produk, meski persaingan pasar diperkirakan bakal semakin terpolarisasi.
Impor mobil China anjlok 49% year-on-year pada September menjadi sekitar 21.000 unit akibat lesunya pasar otomotif terbesar sejagat, dengan dampak terparah dirasakan oleh produsen kendaraan mewah. Di sisi lain, lembaga pemantau ritel industri memproyeksikan penjualan domestik tahun ini bakal amblas lebih dari 20%.
Sebelumnya, seperti dilansir Moomoo, Cui Dongshu menyatakan bahwa, menurut data dari Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor (OICA), produksi mobil global terus tumbuh, mencapai 96,38 juta unit pada tahun 2025, meningkat 6% dari 91,77 juta unit pada tahun 2024. China menyumbang 35,4% dari produksi global.
Penjualan mobil global juga terus meningkat, mencapai 96,89 juta unit pada tahun 2025, meningkat 6%, dengan China menyumbang 35,4% dari penjualan global. Dari Januari hingga Agustus 2026, penjualan mobil global kumulatif mencapai 63,43 juta unit, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan pada bulan Agustus saja mencapai 7,719 juta unit, menunjukkan peningkatan moderat 1% dibandingkan tahun sebelumnya tetapi penurunan 4,9% dibandingkan bulan sebelumnya, yang mengindikasikan momentum yang lemah di pasar otomotif global.
Di tengah dinamika pergeseran kekuatan otomotif global—yang kerap diistilahkan sebagai 'Timur Bangkit, Barat Menurun'—sebagian besar merek internasional mengalami penurunan pangsa pasar yang signifikan pada 2026, kecuali Toyota, Hyundai-Kia, Suzuki, dan Tata.
Sebaliknya, pabrikan asal China berhasil mendongkrak pangsa pasar global mereka secara menyeluruh dibanding 2019, dengan Geely, BYD, Chery, SAIC, dan Changan mencatatkan kinerja yang sangat kuat.
Gelombang elektrifikasi turut mempercepat kemunduran sejumlah produsen mobil global. Kecuali Suzuki yang masih diuntungkan oleh performa kuat di pasar India, merek-merek asal Eropa dan Amerika lainnya justru menghadapi penyusutan pangsa pasar yang tajam dan merata. (rda)
Load more