News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memacu Adrenalin dengan Tubing Sungai Arus Deras di Genting Kendal

Bertualang ke desa kini menjadi tren wisata. Banyak tempat tak terduga yang bisa dicoba untuk memacu adrenalin. Seperti di Dusun Genting, Kendal, Jawa Tengah
Senin, 17 Januari 2022 - 13:09 WIB
Tubing arus deras di Sungai Kedung Wali, Dusun Genting Kendal.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Kendal, Jawa Tengah - Bertualang ke desa kini menjadi tren wisata. Ada banyak tempat tak terduga yang bisa dicoba untuk memacu adrenalin. Seperti di Dusun Genting, Desa Getas, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.

Di sini terdapat sebuah sungai jernih dengan tebing-tebing kubus alami yang begitu artistik dan sedap dipandang mata. Nah, di sela bebatuan itulah terdapat arus deras yang dimanfaatkan untuk wisata tubing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan tubing biasa. Tapi ini tubing untuk memacu adrenalin karena arus derasnya membetuk jeram curam. Peserta tubing akan merasakan sensasi saat dibawa arus dan terjun ke sungai di bawahnya.

Oke. Catat ya kalau mau ke sini. Lokasi Dusun Genting bisa dijangkau dari Kendal maupun Semarang. Jaraknya sekitar 30 kilometer.

Nanti setelah sampai pertigaan Boja - Limbangan, ambil arah ke Limbangan. Tanya saja warga di situ dimana Dusun Genting. Banyak yang tahu kok.

Paket tubing dikelola karang taruna dusun setempat. Mereka membuka pos untuk titik kumpul di dusun. Lalu jalan kaki menyusuri kebun karet, melewati jalan setapak menuju ke Sungai Kedung Wali. Peserta tinggal pakai jaket pelampung dan helm pengaman. Semua ban yang dipakai untuk tubing dibawa oleh pengelola.

Sampai di tepi sungai dilakukan briefing dan berdoa  agar semua berjalan lancar dan aman. Baru setelah itu peserta melakukan adaptasi memakai tube atau ban dalam truk yang sudah dipompa.

Dari kolam sungai bagian atas yang berarus tenang, peserta kemudian bergantian meluncur melewati jeram yang cukup deras. Ini benar-benar bikin sport jantung. Adrenalin akan terpacu kencang. Ketinggian jeram sekitar lima meter dengan panjang sekitar 15 meter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cukup kencang tadi hempasannya. Tapi seru dan aman. Yang penting kalau mau teriak ya teriak aja. Sampai dibawah langsung masuk kolam sungai. Lega juga, tapi kalau sekali meluncur kok kurang ya. Pengen lagi," kata Ivone, peserta tubing dari Semarang.

Setelah seluruh rombongan peserta mencoba jeram, tubing dilanjutkan dengan menyusuri Sungai Kedung Wali sejauh satu kilometer sampai di Dusun Genting. Selama perjalanan masih terdapat beberapa jeram tapi tidak se-ekstrim jeram awal tadi.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT