GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Jauh dari Jakarta, Kampung Cisaat Warisan Pedalaman Kuno Bekasi yang Bertahan di Tengah Deru Industri

Di tengah ekspansi industri, Bekasi masih memiliki zona hijau pedalaman kuno yang asri & sejuk. Letaknya di Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Setu, Kab. Bekasi
Jumat, 16 Januari 2026 - 23:08 WIB
Bangunan kuno di Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Setu, Bekasi
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Stefano Sanjaya

tvOnenews.com - Bekasi merupakan kota sebagai salah satu pusat industri. Industrial di Bekasi yang terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Menurut laporan Humas Jabar pada 2025 lalu, Bekasi dijuluki kota industri karena memiliki jumlah sebanyak lebih dari 7.600 pabrik dari berbagai negara. Perusahaan di Bekasi juga telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kawasan Industri Jababeka sendiri menjadi kawasan idustri terbesar di Kabupaten Bekasi. Luasnya bisa mencapai 5.600 Ha. Tak ayal, Bekasi menjadi tempat para perantau mencari rezeki.

Di balik hiruk-pikuk Bekasi sebagai kota industri, ternyata masih ada wilayah pedalaman kuno di Bekasi. Ya, apalagi kalau bukan Kampung Cisaat, perkampungan di Desa Kertarahayu yang masih asri.

Karena letak geografis Bekasi masih bersebelahan dengan Jakarta, maka Kampung Cisaat di Desa Kertarahayu dapat dijangkau dan lokasinya tidak jauh dari Ibu Kota.

Mengenal Kampung Cisaat Pedalaman Kuno di Bekasi

Potret bangunan rumah di Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Setu, Bekasi
Potret bangunan rumah di Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Setu, Bekasi
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Stefano Sanjaya

Kampung Cisaat merupakan salah satu pedalaman kuno masih tersisa di tengah-tengah deru industri. Lokasi Kampung Cisaat terletak di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Menariknya, Kampung Cisaat menjadi daerah zona hijau yang lokasinya tidak jauh dari kawasan industri. Walau demikian, suasana di pedalaman kuno ini masih sangat sejuk dan asri.

Berdasarkan hasil survey dari konten kreator, Stefano Sanjaya, untuk menuju lokasi Kampung Cisaat bisa melewati beberapa rute.

Jika dari arah Jakarta melalui Jalur Pantura, bisa belok kanan di pertigaan Tugu Warung Bongkok untuk melewati Jarakosta. Nantinya akan bertemu jalur dari Kalimalang.

Namun begitu, untuk tiba ke Kampung Cisaat, bisa tetap lurus melewati jalan layang yang memasuki kawasan industri MM2100. Bisa juga langsung dari kawasan industri sebagai jalan pintasnya.

Setelah sampai di ujung Jalan Irian di kawasan industri tersebut, bisa langsung belok kanan. Dari sinilah, mulai melihat suasana sawah di perkampungan.

Untuk tiba ke Kampung Cisaat, setidaknya membutuhkan waktu 15-20 menit. Nantinya akan melewati jalan desa diapit sawah dan kebun warga yang masih menunjukkan pola hidup agraris di tengah peningkatan pesat urbanisasi Bekasi.

Identitas Kampung Cisaat masih melekat dengan alam. Walau berdiri kokoh di tengah industri, perkampungan ini masih menunjukkan kesederhanaan hingga antarwarganya masih menjunjung tinggi kedekatan sosialnya.

Di balik itu, Kampung Cisaat merupakan kampung lama di Bekasi. Keberadaan kampung ini telah ada jauh Bekasi memiliki perkembangan julukan sebagai kota industri.

Dilansir dari Instagram @historybekasi, Kampung Cisaat memiliki sejarah kelam. Daerah pedalaman kuno ini dulu belum memiliki banyak kebun dan persawahan melimpah akibat kesulitan air.

Warga di perkampungan ini bahkan sulit menemukan air. Sebab, ukuran tanahnya dinilai sangat tandus.

Sewaktu-waktu kondisi mulai berubah setelah kedatangan seseorang berjubah putih berdasarkan versi kepercayaan dari warga setempat. Orang tersebut ingin berwudhu untuk shalat namun kesulitan akibat susah air.

Hingga pada akhirnya, orang tersebut menancapkan tongkatnya sambil menggetarkan doa sehingga perkampungan itu kelimpahan air dari sumur dari hasil tancapan itu. Bahkan sumur di Kampung Cisaat sampai kini masih dimanfaatkan warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari.

Seiring perkembangan zaman, warga Kampung Cisaat menghadapi tantangan besar di tengah ekspansi industri. Alih fungsi lahan, pembangunan infrastruktur hingga mengalami tekanan ekonomi sebagai ancaman nyata warga setempat.

Jika mengikuti perkembangan zaman, maka mendapat peluang ekonomi. Namun pilihan itu menjadi risiko kehilangan identitas kampung kunonya.

Di balik tantangan itu, Kampung Cisaat mempunyai potensi besar menjadi desa wisata di Bekasi, dengan basis mempertahankan warisan budaya dan alam. Karena sebagian wilayah di Desa Kertarahayu, telah resmi menjadi salah satu desa wisata.

Ya, sebagian wilayah ini memiliki salah satu destinasi wisata populer di Bekasi, apalagi kalau bukan Wisata Kampoeng Kita.

Lokasi Wisata Kampoeng Kita berada di Kampung Jalan Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Merujuk dari akun resmi Instagram Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bekasi, daya tarik utama Wisata Kampoeng Kita sebagai destinasi wisata untuk liburan keluarga.

Daya tariknya tidak menghilangkan konsep suausana asri dan panorama hijaunya alam di Cisaat. Pengunjung dapat menikmati suasana hamparan sawah dan pepohonan hijau.

Keunggulan Wisata Kampoeng Kita menawarkan sejumlah bangunan mirip gapura di Bali. Selain itu, banyak pepohonan dililit sarung yang terinspirasi dengan wisata di Pulau Dewata.

Wisata Kampoeng Kita juga menghadirkan kolam renang sebagai wahana atau fasilitas bermain anak. Kemudian, banyak wahana permainan lainnya, seperti flying fox, perahu kayuh, hingga odong-odong.

Selain wahana rekreasi, Kampoeng Kita juga menawarkan wisata kuliner. Khas kuliner di destinasi wisata ini adalah Betawi.

Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi pernah menyampaikan aturan desa wisata di Kertarahayu. Agar tetap menjaga identitas budaya lokal dan keasrian alam, tidak boleh ada pembangunan perumahan hingga kawasan industri di daerah tersebut.

"Kami tidak ingin Kabupaten Bekasi kehilangan identitasnya," katanya dalam keterangan resminya melalui laman Pemkab Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika ada perumahan, maka keasriannya hilang, kasihan jika warga Kabupaten Bekasi yang ingin merasakan kesejukan harus mencari keluar daerah Sukabumi dan Cianjur," tambahnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Islam Makhachev Takut? Ilia Topuria Tuduh Petarung Dagestan Melarikan Diri dari UFC White House

Islam Makhachev Takut? Ilia Topuria Tuduh Petarung Dagestan Melarikan Diri dari UFC White House

Juara UFC kelas ringan, Ilia Topuria tegas menuduh Islam Makhachev sengaja menghindari pertarungan dengannya di UFC White House yang akan digelar 14 Juni 2026.
KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK menetapkan lima orang tersangka usai melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (9/3/2026).
Daftar Diskon Tarif Tol 30 Persen hingga Ruas Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya!

Daftar Diskon Tarif Tol 30 Persen hingga Ruas Fungsional Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Catat Jadwalnya!

Ini daftar 29 ruas tol yang berlaku diskon tarif tol 30 persen hingga ruas fungsional gratis periode arus mudik Lebaran 2026, dari tol Trans Jawa-Kalimantan.
Promo Ramadhan Hypermart! Daging Segar Mulai Rp12 Ribuan, Buruan Sebelum Kehabisan

Promo Ramadhan Hypermart! Daging Segar Mulai Rp12 Ribuan, Buruan Sebelum Kehabisan

Promo Ramadhan hadir menjelang Idulfitri dengan harga daging segar mulai Rp12 ribuan, ayam hingga kurma dan buah segar diskon besar, berlaku 10–12 Maret 2026.
Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer

Sejarah Lagu Daerah Sumsel “Cuk Mak Ilang”, Kisah Pantun Cinta Palembang yang Kembali Populer

Tahukah kamu bahwa Sumatera Selatan memiliki banyak lagu daerah yang sarat makna budaya, salah satunya adalah “Cuk Mak Ilang”? Lagu tradisional ini dikenal luas
Drama Kartu Merah! Bhayangkara Bungkam 9 Pemain Arema 2-1 di Lampung

Drama Kartu Merah! Bhayangkara Bungkam 9 Pemain Arema 2-1 di Lampung

Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses meraih kemenangan dramatis saat menjamu Arema FC dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League di Stadion PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa (10/3/2026)

Trending

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK Gelar Perkara OTT Rejang Lebong, Lima Ditetapkan Sebagai Tersangka

KPK menetapkan lima orang tersangka usai melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (9/3/2026).
Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Daftar 18 Pemain Timnas Indonesia yang Diprediksi akan Dicoret John Herdman untuk FIFA Series 2026, Siapa Saja?

Sebanyak 18 pemain diprediksi dicoret John Herdman dari skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta. Sejumlah nama besar bisa tersingkir
Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Setahun Berpisah dengan Megawati Hangestri, Ko Hee-jin Kini Berada Diambang Pintu Keluar Red Sparks

Hampir satu tahun setelah pamitan bercampur haru dengan Megawati Hangestri, pelatih Ko Hee-jin kini bawa kabar sedang berada diambang pemecatan dari Red Sparks.
Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda Tak Habis Pikir Lihat Jay Idzes, Bisa-bisanya Kini Jadi Pemain Termahal dalam Sejarah Timnas Indonesia

Media Belanda menyoroti lonjakan karier Jay Idzes bersama Sassuolo di Serie A. Bek Timnas Indonesia itu kini disebut sebagai pemain paling berharga dalam sejarah sepak bola Indonesia
Gara-gara Jay Idzes dan Emil Audero, Garuda Calling Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia

Gara-gara Jay Idzes dan Emil Audero, Garuda Calling Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia

Pemanggilan Jay Idzes dan Emil Audero ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menarik perhatian media Italia. Simak selengkapnya.
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Apakah Persib Bandung Lolos dari Sanksi Usai Kericuhan Lawan Ratchaburi di ACL 2?

AFC merilis hasil sidang Komite Disiplin terbaru. Apakah sanksi untuk Persib Bandung setelah kericuhan di laga ACL 2 melawan Ratchaburi sudah keluar?
Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III

Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III

Panglima TNI mempromosikan Mayjen TNI Lucky Avianto sebagai Pangkogabwilhan III, menggantikan Letjen Bambang Trisnohadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT