Letaknya di Utara Bekasi, Kampung Gabus Jejak Tanah Lahir Legenda Jawara dan Preman Ditakuti di Masa Lalu
- tvOneNews
Alasannya karena mereka menyadari berbagai hal negatif. Namun bagian tradisi positif tetap dipertahankan hingga saat ini.
Salah satu penanda tradisi yang masih bertahan sampai kini adalah golok. Senjata tradisional ini telah menjadi kebanggaan yang sulit dilepaskan warga Gabus.
Damin mengatakan, warga Gabus sangat melekat dengan golok di tengah tradisi dunia hitam di masa lalu. Bahkan mereka selalu menjadikan golok sebagai temannya.
"Pasti di pinggangnya pakai golok itu dulu. Itu juga merupakan lambang Bekasi sebagai Kota Pejuang. Golok itu diartikan kecerdasan dalam berpikir dan serbaguna juga bisa," ucapnya.
"Main golok itu juga sebenarnya nggak spontan, nggak perlu latihan terus. Kita lihat banyak yang main golok, itu bukan sebentar (membentuk karakter keberanian), itu harus latihan," sambungnya.
Kampung Gabus di Bawah Bayang-bayang Banjir
Sayangnya di balik tanah lahir jawara dan preman, Kampung Gabus kini berada di bawah bayang-bayang sebagai tempat diterpa banjir.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi area Kampung Gabus yang terdampak banjir akibat luapan air Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Kali Gabus pada pertengahan Januari 2026.
Khususnya Gibran, Wapres RI itu meninjau langsung kondisi pengungsian warga Gabus terdampak banjir. Gibran juga memberikan bantuan untuk para warga di pengungsian.
Selain meninjau korban di pengungsian, Gibran menjanjikan akan ada aktivitas normalisasi Kali CBL. Tujuannya untuk mencegah banjir jangka panjang.
"Kita juga harus cari solusinya karena setiap tahun daerah ini banjir langganan. Tadi ada Pak Wapres datang, kita sudah mengajukan ke beliau untuk normalisasi Kali CBL. Kalau Kali CBL tidak dinormalisasi, akan begini terus," ujar PLT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Sementara, KDM menyoroti kondisi gorong-gorong hilir Kali Gabus yang tampak berukuran kecil. Hal itu menyebabkan aliran air dari kali sangat sempit.
"Kita segera melakukan pengecekan. Hatur nuhun," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026.
(hap)
Load more