Bukan Cuma K-Pop dan K-Drama, Simak Tips agar Liburan ke Korea Lebih Berkesan
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Korea Selatan selama ini begitu dekat dengan masyarakat Indonesia lewat K-Pop, K-Drama, makanan, hingga tren kecantikan. Namun, pengalaman berkunjung ke Negeri Ginseng sebenarnya tidak berhenti pada tempat-tempat yang sering muncul di layar.
Ada kehidupan sehari-hari, kuliner lokal, kawasan di luar Seoul, transportasi publik, tradisi, hingga berbagai pengalaman budaya yang bisa membuat perjalanan terasa berbeda.
Karena itu, memahami cara bepergian ke Korea menjadi penting bagi calon wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar mengunjungi lokasi populer.
Minat masyarakat Indonesia terhadap Korea sendiri terus meningkat. Data Korea Tourism Organization (KTO) mencatat 365.596 wisatawan Indonesia berkunjung ke Korea sepanjang 2025.
Angka tersebut menjadi jumlah tertinggi wisatawan Indonesia ke Korea sepanjang sejarah, meningkat dari 336.185 kunjungan pada 2024 dan 250.249 pada 2023.
Melansir dari berbagai sumber, berikut tips agar liburan ke Korea lebih berkesan:
1. Jangan Hanya Mengejar Lokasi K-Pop dan K-Drama
Cara pertama untuk menikmati Korea secara berbeda adalah memperluas rencana perjalanan. Jangan hanya memasukkan lokasi yang populer karena pernah muncul dalam drama atau video musik.
KTO sendiri mempromosikan berbagai destinasi dari berbagai wilayah Korea melalui kampanye 2025–2026 100 Must-Visit Tourist Spots of Korea. Daftar tersebut mencakup destinasi seperti Seongsu-dong Street, Songdo Central Park, Gwangmyeong Cave, Museum SAN, Daecheon Beach hingga Oseong Hanok Village.
Artinya, wisatawan bisa menyusun perjalanan berdasarkan minat, bukan sekadar mengikuti tren. Penggemar budaya dapat mencari kawasan bersejarah dan desa tradisional, pencinta kuliner dapat mengeksplorasi makanan lokal, sementara wisatawan yang menyukai alam dapat memasukkan pantai, pegunungan atau kawasan pedesaan ke dalam itinerary.
Pengalaman seperti ini membuat perjalanan lebih dekat dengan kehidupan Korea yang sebenarnya.
KTO juga memiliki berbagai informasi khusus untuk wisatawan Muslim. Restoran di Korea dikategorikan antara lain sebagai halal certified, self-certified, Muslim friendly, dan pork free. KTO juga menyediakan informasi mengenai ruang salat dan berbagai panduan perjalanan ramah Muslim.
2. Pahami Transportasi dan Aturan Sebelum Berangkat
Travel the Korean Way juga berarti datang dengan persiapan yang cukup. Korea memiliki jaringan transportasi yang memungkinkan wisatawan berpindah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan kereta, bus antarkota, penerbangan domestik, subway, bus kota, maupun taksi. KTO menyediakan panduan transportasi, kartu transportasi, aplikasi perjalanan hingga informasi perjalanan antarkota.
Persiapan administrasi juga tidak boleh dilewatkan. Ketentuan masuk Korea dapat berbeda berdasarkan jenis perjalanan dan status wisatawan.
Pada 2026, pemerintah Korea memberlakukan program bebas visa sementara bagi wisatawan grup asal Indonesia yang memenuhi ketentuan tertentu. Program tersebut berlaku untuk kelompok minimal tiga orang yang mengikuti perjalanan melalui agen perjalanan yang ditunjuk dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Karena aturan perjalanan dapat berubah, calon wisatawan sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum membeli tiket.
Untuk wisatawan yang masuk dalam kategori wajib menggunakan K-ETA, otoritas imigrasi Korea juga menyediakan sistem pengajuan elektronik resmi. Informasi mengenai persyaratan, pengecualian, biaya dan waktu pengajuan tersedia melalui kanal resmi K-ETA.
3. Datang untuk Mengalami Korea, Bukan Sekadar Memotretnya
Pada akhirnya, Travel the Korean Way lebih berkaitan dengan cara menikmati perjalanan. Korea tidak hanya menawarkan destinasi yang cantik untuk difoto, tetapi juga pengalaman keseharian yang bisa dirasakan langsung.
KTO Jakarta sendiri menjelaskan bahwa kantornya menyediakan informasi pariwisata terkini bagi wisatawan Indonesia melalui berbagai saluran, termasuk pameran wisata, panduan perjalanan, seminar dan kerja sama dengan agen perjalanan.
Gagasan tersebut kemudian dibawa dalam Korea Travel Fair 2026 yang mengusung slogan “Travel the Korean Way”. Berlangsung pada 18–20 September 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta, dengan mempertemukan berbagai pelaku industri perjalanan.
“Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Korea sangat kuat, baik dari sisi wisata keluarga, wisata muslim, hingga pengaruh gelombang Korea (Korean Wave). Kami ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi, promo, dan inspirasi perjalanan ke Korea,” ujar Direktur KTO Jakarta Kim Jisun, melansir dari Antara.
Ajang ini menghadirkan delapan maskapai dan sepuluh agen perjalanan, sekaligus menyediakan informasi perjalanan, paket wisata, hingga berbagai program pendukung. BCA sebagai Official Bank Partner juga menawarkan sejumlah fasilitas sesuai syarat dan ketentuan, termasuk cashback hingga Rp5 juta dan cicilan 0 persen hingga 12 bulan.
Namun, konsep acaranya tidak hanya berorientasi pada transaksi perjalanan. Pengunjung juga diperkenalkan dengan Hanbok Experience, K-Food, K-Beauty, kerajinan tradisional, permainan interaktif, pertunjukan musik, hingga program K-Pop.
- ist
Korea tidak harus dinikmati hanya melalui K-Pop, K-Drama atau media sosial. Wisatawan dapat datang dan merasakan sendiri budaya, makanan, lingkungan, serta kehidupan sehari-hari di Korea.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia dan semakin beragamnya pilihan destinasi, perjalanan ke Korea kini dapat dirancang lebih personal. Bukan sekadar mengejar lokasi viral, tetapi memilih pengalaman yang sesuai minat, memahami aturan perjalanan, memanfaatkan transportasi publik, mencoba kuliner lokal, dan mengenal budaya setempat.
Datang ke Korea bukan hanya untuk melihat apa yang selama ini muncul di layar, tetapi untuk mengalami langsung bagaimana Korea dijalani dalam kehidupan nyata. (udn)
Load more