News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gurihnya Intip Ketan, Makanan Khas Ramadhan yang Kian Langka

Di Kudus, ada menu camilan unik yang hanya ada setahun sekali di momen Ramadhan, namanya intip ketan. Panganan berbahan dasar beras ketan ini rasanya gurih.
Sabtu, 1 April 2023 - 12:56 WIB
Intip Ketan, jajanan khas Ramadhan yang kian sulit didapatkan.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, Jawa Tengah – Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ada menu camilan unik yang hanya ada setahun sekali di momen Ramadhan, namanya intip ketan. Panganan berbahan dasar beras ketan dan parutan kelapa ini rasanya gurih dan lezat.

Intip ketan kini sudah jarang dijumpai, hanya dijajakan setahun sekali sebagai pertanda datangnya bulan Ramadhan di Kota Kretek. Makanan tempo dulu itu biasa dijajakan di sekitar Masjid Menara Kudus atau saat ada Tradisi Dandangan.

Intip ketan berbahan dasar beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa kemudian ditambah bumbu santan racikan khas dari nenek moyang. Proses memasaknya pun cukup mudah dan singkat.

Yakni beras ketan yang sudah matang dipanaskan dalam wajan selama sekitar tiga menit dengan ditekan-tekan hingga pipih. Setelah masak, warnanya akan berubah sedikit kecoklatan pada permukaan dan hitam pada bagian dasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warna tersebut menyerupai kerak nasi yang gosong atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan intip. Setelah matang, barulah disajikan dan dibungkus dengan daun pisang. Soal rasa, jangan ditanya, pasti tak kalah nikmat dengan jajanan kekinian.

“Ini namanya intip ketan, bahannya ketan, santan, garam, sama kelapa muda. Cara buatnya sebelumnya ketan sudah dikukus selama 20 menit, lalu diangkat, terus dimasukan ke santan yang sudah dicampur garam dan daun pandan. Setelah itu adonan pakai wajan dipanaskan sambil ditekan-tekan. Setelah pipih dan ada gosongnya baru diangkat,” jelas Azizah, salah seorang pembuat Intip ketan di sekitar Masjid Menara Kudus.

Intip ketan memang menjadi buruan warga Kudus dan sekitarnya. Pasalnya, jajanan tradisional tersebut kini kian langka dan sudah jarang ditemui.

Biasanya jajanan ini memang sengaja dijual oleh warga sekitar Menara Kudus memanfaatkan momen bulan Ramadhan setahun sekali.

“Rasanya gurih, adanya setiap mau Ramadhan khas masakan dandangan, masakan khas Kudus” imbuh Azizah.

Konon, pada zaman dulu saat masyarakat menunggu pengumuman awal puasa Ramadhan di sekitar Masjid Menara Kudus, banyak yang menjual souvenir juga makanan khas Ramadhan termasuk intip ketan.

“Jadi, untuk mengenang peristiwa masa lalu, sekitar 480 tahun yang lalu menu-menu yang disajikan di sekitar Menara Kudus saat tradisi Dandangan adalah menu jadul tradisional. Di tingkat makanan berat ada soto kerbau, puli kotokan, serta intip ketan, itu menu-menu jadul,” kata Abdul Jalil, pengurus Yayasan Masjid Menara Dan Makam Sunan Kudus.

Intip ketan biasanya dimasak menggunakan wajan tanpa menggunakan minyak goreng, namun ada pula yang menggunakan cobek yang terbuat dari tanah liat. Yang jelas rasanya sama-sama nikmat. (Gml/Dan)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

RPMK Soal Penyeragaman Kemasan Berpotensi Tumpang Tindih Regulasi Serta Ancam Pekerja IHT

RPMK Soal Penyeragaman Kemasan Berpotensi Tumpang Tindih Regulasi Serta Ancam Pekerja IHT

Rancangan aturan penyeragaman kemasan dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi pada Produk Tembakau dan Rokok Elektronik dinilai berpotensi menjadi beban regulasi yang baru bagi ekosistem pertembakauan.
Analis Nilai Hasil Suvei IndexMundi Terhadap Polri Miliki Kelemahan Metodologi Ilmiah

Analis Nilai Hasil Suvei IndexMundi Terhadap Polri Miliki Kelemahan Metodologi Ilmiah

Lembaga survei internasional yakni IndexMundi Global Surveys merilis laporan Police Corruption Perceptions Index dengan menempatkan Polri pada poin 7,56 atau terbilang kategori tinggi.
Nadira Az Zahra Mahasiswi yang Hilang Sepekan Telah Ditemukan di Bandung, Begini Kondisinya

Nadira Az Zahra Mahasiswi yang Hilang Sepekan Telah Ditemukan di Bandung, Begini Kondisinya

Nadira Az Zahra (21), mahasiswi Telkom University yang dilaporkan hilang selama satu minggu terakhir, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. 
Benarkah Jael Pawirodihardjo Bisa Masuk Radar Timnas Indonesia? Ini Profil Striker Muda MVV Maastricht

Benarkah Jael Pawirodihardjo Bisa Masuk Radar Timnas Indonesia? Ini Profil Striker Muda MVV Maastricht

Siapa Jael Pawirodihardjo? Mengenal profil striker muda MVV Maastricht berdarah Indonesia yang mencuri perhatian dan berpotensi memperkuat Timnas Indonesia.
Rayakan HUT ke-61 Tahun, Telkom Indonesia Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Rayakan HUT ke-61 Tahun, Telkom Indonesia Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Semarak puncak perayaan HUT ke-61 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan gerakan digital bagi UMKM hingga kompetisi AI untuk kreator lokal.
Mencuat Isu Gaji Kepala Daerah Bakal Naik, Ketua Banggar Ingatkan Stabilitas Fiskal: Direm Dulu

Mencuat Isu Gaji Kepala Daerah Bakal Naik, Ketua Banggar Ingatkan Stabilitas Fiskal: Direm Dulu

Mencuat terkait derasnya isu gaji kepala daerah dan wakil daerah akan naik di tengah negeri ini sedang alami ekonomi sulit. Sontak hal itu tuai komentar Banggar

Trending

Timnas Indonesia Calling! Termasuk Pemain dari Barcelona, 6 Pilar Persija Masuk TC Garuda Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia Calling! Termasuk Pemain dari Barcelona, 6 Pilar Persija Masuk TC Garuda Jelang Piala AFF 2026

Persija Jakarta jadi penyumbang pemain terbanyak dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia. Sebanyak enam pemain Macan Kemayoran dipanggil mengikuti TC di Bali.
Daftar Pemain Lokal Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Kim Da-in Jadi Andalan

Daftar Pemain Lokal Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Kim Da-in Jadi Andalan

Hyundai Hillstate resmi mengumumkan daftar 17 pemain lokal yang didaftarkan kepada Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) pada tahap pertama untuk menghadapi kompetisi Liga Voli Korea (V-League) 2026-2027. Kim Da-in masih menjadi andalan.
Neymar Pensiun usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026: Semuanya Berakhir di Sini

Neymar Pensiun usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026: Semuanya Berakhir di Sini

Keputusan besar diambil Neymar setelah perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat. Penyerang berusia 34 tahun itu resmi mengakhiri kariernya.
Ancelotti Sentil PSSI-nya Brasil usai Selecao Tersingkir di Piala Dunia 2026, Blak-blakan Minta 'Ronaldinho' Baru Buat Juara

Ancelotti Sentil PSSI-nya Brasil usai Selecao Tersingkir di Piala Dunia 2026, Blak-blakan Minta 'Ronaldinho' Baru Buat Juara

Carlo Ancelotti kirim pesan setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Pelatih Italia itu menilai sepak bola Brasil butuhkan talenta istimewa yang baru.
Pulangkan Raksasa Brasil, Timnas Norwegia Menjadi Kuda Hitam Terkuat di Piala Dunia 2026?

Pulangkan Raksasa Brasil, Timnas Norwegia Menjadi Kuda Hitam Terkuat di Piala Dunia 2026?

Dengan kombinasi taktik yang solid dan generasi emas yang lapar akan prestasi, Norwegia membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.
Jadwal Piala Presiden Bentrok sama Piala AFF 2026, Begini Respons Erick Thohir

Jadwal Piala Presiden Bentrok sama Piala AFF 2026, Begini Respons Erick Thohir

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, angkat bicara mengenai jadwal Piala Presiden 2026 yang beririsan dengan Piala AFF. Ia menegaskan keduanya tetap harus berjalan beriringan.
Awas Modus Pinjol Ilegal Makin Canggih! OJK Ungkap Skema Salah Transfer hingga Kurir Palsu yang Rugikan Korban Rp3,4 Triliun

Awas Modus Pinjol Ilegal Makin Canggih! OJK Ungkap Skema Salah Transfer hingga Kurir Palsu yang Rugikan Korban Rp3,4 Triliun

Modus penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal terus berkembang, mulai dari salah transfer, kurir palsu hingga joki galbay. Kenali ciri-ciri dan cara menghindarinya agar tidak menjadi korban.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT