News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Identifikasi Jenazah Mbah Maridjan yang Wafat Saat Gunung Merapi Meletus, dr Sumy Hastry Ungkap Hal Mengejutkan Ini

Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti ungkap hasil identifikasi jenazah Mbah Maridjan yang wafat saat gunung merapi meletus tanggal 26 Oktober 2010 lalu.
Selasa, 15 Agustus 2023 - 16:05 WIB
Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti hasil identifikasi jenazah mbah Maridjan.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti ungkap kondisi jenazah Mbah Maridjan yang wafat saat gunung merapi meletus.

Kejadian besar erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 lalu. Banyak orang yang menjadi korban akibat bencana alam ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru kunci Gunung Merapi kala itu, Mbah Maridjan juga termasuk sebagai salah satu korban yang meninggal akibat peristiwa tersebut.


Mbah Maridjan. juru kunci gunung Merapi.

Lantas, beredar kabar bahwa Mbah Maridjan meninggal terkena awan panas dengan posisi bersujud. 

Seorang Dokter Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti menjelaskan kondisi sebenarnya jenazah Mbah Maridjan saat ditemukan dan dibawa ke Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta. Ia juga menemukan fakta lain pada saat bencana alam itu terjadi. 

Seperti apa penjelasan dari dr Sumy Hastry Purwanti saat Mbah Maridjan menjadi korban dalam bencana alam tersebut. Simak informasinya berikut ini.

dr Sumy Hastry ungkap kondisi korban erupsi gunung merapi 

Seorang Dokter Ahli Forensik, Kombes Pol. dr Sumy Hastry Purwanti atau kerap disapa Dokter Hastry menceritakan pengalamannya dalam mengidentifikasi korban Erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 lalu. 

Dirinya yang kala itu bertugas di RS Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah menerima tugas untuk membantu dalam mengidentifikasi korban yang berada di Yogyakarta. dr Hastry menceritakan pengalamannya kepada Denny Darko dalam kanal YouTube Denny Darko. 

Ahli Forensik, dr Sumy Hastry Purwanti bersama Magician, Denny Darko. (Instagram @_dennydarko_)

Kemudian, Denny Darko menanyakan bagaimana kondisi jenazah yang telah ditemukan oleh tim evakuasi saat bencana alam Erupsi Gunung Merapi terjadi.  

“Mayoritas kondisi jenazah seperti apa kondisinya?” tanya Denny Darko. 

“Kena abu putih panas semua,” jawab dr Hastry. 

Denny pun menanyakan kondisi korban meninggal, ternyata menurut Dokter Hastry korban meninggal karena terhirup abu vulkanik yang keluar dari Gunung Merapi. 

“Meninggalnya mayoritas karena terhirup (abu) sehingga terjadi pneumonia atau karena melekat di kulit?” Denny Darko kembali menanyakan kepada Dokter Hastry. 

“Iya, terhirup masuk awan panas, abu panas dengan pasir terhirup jadi satu, jadi langsung meninggal ditempat. Tubuhnya tertutup debu panas, kayak patung lilin putih gitu aja,” Jawab dokter sambil menerangkan kondisi korban.

Selain tubuhnya yang kaku karena tertutup abu panas, wajah dari korban pun sulit teridentifikasi karena telah mengeras dan terkena abu panas. Begitu juga dengan baju yang dikenakan korban sudah tidak berbentuk dan ikut mengeras. 

“(Wajahnya) keras juga. Ya tertutup, jadi usahakan kita kerok (abunya) kita lihat, apakah mungkin ada cacat lain,” tuturnya. 

Kondisi Mbah Maridjan

Pada waktu bencana alam tersebut, Gunung Merapi mulai meluncurkan awan panasnya pada malam hari. Sehingga beberapa masyarakat sudah mulai beristirahat.

“Dalam keadaan kaku itu? Posisinya semua dalam kondisi tidur berarti?,” ungkap Denny Darko menanyakan pada dr Hastry. 

Ia mengatakan kondisi korban mayoritas sedang beristirahat, termasuk Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan.  

“Iya, ada yang duduk, meringkuk gitu. Dan Mbah Maridjan waktu itu sih posisi memang sedang istirahat,” jelas Ahli Forensik tersebut.

“Karena posisi tidur, jadi kesannya seperti bersujud. Tapi sebetulnya dia kayak menahan atau menekuk dengan ketegangan otot tubuhnya. Jadi kesannya kayak sujud, padahal ya tidak posisi tidur aja,” sambungnya. 

Sepenggal kisah dr. Hastry, Dokter pernah Identifikasi Mbah Maridjan di Merapi.

Menurut Hastry, Jenazah Mbah Maridjan ditemukan di kediamannya sekitar pada hari ketiga setelah erupsi. 

“Kayaknya hari ketiga atau keempat baru ditemukan, di rumahnya” katanya. 

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan bahwa ia bersama tim bekerja dengan cepat agar seluruh korban dapat segera terhitung dan menghindari risiko dari dampak abu vulkanik saat bekerja.  

“Lah itu memang kita identifikasinya biar cepat aja dan segera dimakamkan. Karena debu panasnya juga dapat mengganggu kami dan tim. Supaya pemerintah Kota Yogyakarta juga dapat jelas nih yakin jumlah total semuanya (korban) berapa. Jadi misal kalau ada letusan lagi, ibaratnya kan sudah siap dan tidak terpaku untuk tinggal disitu dan mau dievakuasi,” tutupnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 menjadi peristiwa besar hingga menewaskan setidaknya sekitar 353 orang tewas termasuk Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan. 

Adapun beberapa fakta yang dapat terlihat dari ganasnya letusan Gunung Merapi dapat terlihat salah satunya pada sebuah museum di Yogyakarta, yaitu Museum Sisa Hartaku. (kmr/ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Justru Bukan Megawati Hangestri, Ini Pevoli Asing yang Ramai Diperbincangkan di Korea

Justru Bukan Megawati Hangestri, Ini Pevoli Asing yang Ramai Diperbincangkan di Korea

Nama bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta voli Negeri Ginseng ...
AHY Minta Kader Turun ke Masyarakat Sejak Dini Sebelum Pemilu

AHY Minta Kader Turun ke Masyarakat Sejak Dini Sebelum Pemilu

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kader bergerak sejak dini ke masyarakat untuk menatap Pemilihan Umum (Pemilu). Tujuan politik
TRENDING: Kiper Terbaik Eredivisie Eligible Bela Timnas Indonesia, Pratama Arhan 'Pamer' Pacar Baru, Gelandang Jerman Mulai Luluh

TRENDING: Kiper Terbaik Eredivisie Eligible Bela Timnas Indonesia, Pratama Arhan 'Pamer' Pacar Baru, Gelandang Jerman Mulai Luluh

Jagat olahraga Tanah Air diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung jadi perbincangan publik. Mulai soal pemain keturunan hingga bintang Timnas Indonesia.
Hasil Piala Thomas dan Uber 2026: Rachel/Febi Takluk Dua Gim Langsung, Langkah Tim Uber Indonesia Terhenti di Semifinal

Hasil Piala Thomas dan Uber 2026: Rachel/Febi Takluk Dua Gim Langsung, Langkah Tim Uber Indonesia Terhenti di Semifinal

Hasil Piala Thomas dan Uber 2026 yang mempertemukan ganda putri kedua Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menghadapi Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong.
Rekap Hasil UFC Perth: Carlos Prates Bantai Jack Della Maddalena Lewat TKO di Ronde Ketiga

Rekap Hasil UFC Perth: Carlos Prates Bantai Jack Della Maddalena Lewat TKO di Ronde Ketiga

Hasil UFC Perth, di mana Jack Della Maddalena kembali dipermalukan usai kalah TKO dari Carlos Prates.
4 Pemain yang Bisa Jadi Alternatif Timnas Indonesia usai Dean Zandbergen Tunda Proses Naturalisasi, Nomor 2 Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa

4 Pemain yang Bisa Jadi Alternatif Timnas Indonesia usai Dean Zandbergen Tunda Proses Naturalisasi, Nomor 2 Raja Assist Eks Kasta Teratas Eropa

Sebanyak empat penyerang ini bisa jadi alternatif bagi PSSI untuk membela Timnas Indonesia setelah Dean Zandbergen menunda proses naturalisasi sementara waktu.

Trending

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

KDM Geram Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Kembali Dikuasai Oknum Ormas, Langsung Telepon Forkopimda Minta Lakukan Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kesal lintasan kareta Ampera Bekasi diduga kembali dikuasai oleh oknum Organisasi Masyarakarat (ormas) pasca terjadi kecelakaan
Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Tak Lama Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Raja Assist Eks Kasta Teratas Amerika Selatan, John Herdman Tertarik?

Raja assist eks kasa teratas Amerika Selatan ini berpeluang dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Ia tak lama lagi eligible sesuai dengan aturan FIFA.
Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Buntut Pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy, Pengamat: Spekulasi Politik yang Berbahaya

Buntut Pernyataan Amien Rais soal Prabowo dan Teddy, Pengamat: Spekulasi Politik yang Berbahaya

Buntut pernyataan Amien Rais soal Seskab Teddy Indra Wijaya dan Presiden Prabowo begitu menyedot perhatian dan komentar dari berbagai elite politik hingga tuai
Dokter Myta Diduga Meninggal Akibat Beban Kerja Berat, Pengurus Besar IKA FK Unsri Layangkan Surat Ke Kemenkes

Dokter Myta Diduga Meninggal Akibat Beban Kerja Berat, Pengurus Besar IKA FK Unsri Layangkan Surat Ke Kemenkes

Kepergian dr Myta kini memunculkan pertanyaan besar. Kabar meninggalnya yang beredar luas pada Jumat (1/5/2026) di media sosial memicu reaksi publik dan desakan
Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Mengawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Gara-gara Hal Ini

Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Mengawati Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia, Gara-gara Hal Ini

Jakarta Pertamina Enduro mengungkapkan alasan dibalik keputusan Megawati Hangestri akhirnya mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia untuk ajang internasional.
Erick Thohir Tiba-tiba Bertemu dengan Sekjen KNVB, Bahas Laga Uji Coba Timnas Indonesia Vs Belanda di FIFA Matchday Juni 2026?

Erick Thohir Tiba-tiba Bertemu dengan Sekjen KNVB, Bahas Laga Uji Coba Timnas Indonesia Vs Belanda di FIFA Matchday Juni 2026?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tiba-tiba bertemu dengan Sekjen KNVB Gijs de Jong jelang FIFA Matchday Juni 2026 mendatang. Ada pembahasan Timnas Indonesia vs Belanda?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT