Padahal Dulunya Cuma Marbot Masjid, Takdir Membawanya jadi Kopral Taruna Akmil: yang Saya Pakai Disini Uang Rakyat...
- YouTube
tvOnenews.com - Kisah Fadlul Rohman mewujudkan impian menjadi hal yang menarik untuk diceritakan. Kegigihannya untuk berhasil masuk Akademi Militer (Akmil) patut diapresiasi dan ditiru oleh orang lain.
Salah satu kisah menarik datang dari anggota TNI yang merupakan seorang anak petani dari Banyuwangi, Jawa Timur. Perjalanan Fadlul untuk sampai ada di titik ini tidaklah mudah.
Kegagalan demi kegagalan pernah diterimanya. Bukan hanya sekali, namun ia harus melewati 9 kali percobaan tes di Bintara AD dan Akademi Angkatan Udara (AAU).
Selama ini keseharian Fadlul Rohman menjadi ta'lim masjid atau marbot masjid. Ia dinyatakan lolos menjadi Prajurit Taruna (Pratar) di akademi yang berlokasi di Lembah Tidar, Magelang setelah melewati 10 kali peruntungan.
"Alhamdulillah perasaan saya sangat bahagia. Terutama saya sudah 10 kali mendaftar, saya 4 tahun mendaftar akhirnya sampai di sini (taruna Akmil)," kata Fadlul Rohman dikutip dari kanal YouTube TNI AD.
TNI merupakan cita-cita yang ia idamkan sejak dulu. Fadlul sudah memantapkan diri untuk menjadi bagian dari prajurit Kopassus atau Komando Pasukan Khusus.
Tidak heran bila sejak lulus di bangku Madrasah pada tahun 2016, hal pertama yang dilakukan oleh Fadlul adalah mendaftar Akmil di Komando Daerah Militer V/Brawijaya (Kodam V/BRW) di Surabaya, Jawa Timur.
Percobaan pertama yang dilakukan Fadlul dimulai pada tahun 2016, saat baru menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Banyuwangi. Ia mendaftar Akmil di Kodam V/Brawijaya, namun harus gagal saat memasuki tahapan Sub Panda V/BRW.
Fadlul masih mencoba peruntungan melalui pendaftaran Calon Bintara (Caba) TNI AD dan lagi-lagi gagal di tahap yang sama. Usai dua kali gagal menjadi TNI, Fadlul memutuskan untuk bekerja menjadi seorang asisten apoteker di salah satu apotek Banyuwangi.
Meski sudah memiliki pekerjaan, Fadlul masih belum menyerah untuk mewujudkan mimpi sebagai anggota TNI. "Sambil menunggu (bekerja), saya lanjut mendaftar di Akmil tahun 2017 di Kodam V/Brawijaya. Di situ saya gagal di tingkat (sidang) parade," cerita Fadlul.
Meski gagal, hal ini tak mematahkan semangat Fadlul Rohman. Ia kembali mendaftar penerimaan Bintara TNI AD dan Taruna TNI Angkatan Udara (AU) sekaligus hingga tahun 2018.
Load more