News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Jujur Baby Sitter Sadis, Ngaku ke Rey Utami Dia Pernah Siksa Anak Majikan hingga Babak Belur karena Jengkel: Aku Bekap Dia Lalu...

Seorang baby sitter sadis mengaku ke Rey Utami pernah menyiksa anak majikan hingga babak belur karena jengkel, anak majikan tersebut sampai dibekap lalu di...
Minggu, 21 April 2024 - 21:33 WIB
Baby sitter sadis akui pernah siksa anak majikan.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Reyben Entertainment

tvOnenews.com - Seorang baby sitter mengaku pernah melakukan hal sadis kepada anak majikan yang diasuhnya.

Pengakuan itu datang dari seorang wanita yang disapa Dewi (nama samaran) saat hadir menjadi narasumber di YouTube milik Rey Utami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewi menceritakan pengalaman kelamnya saat menjadi baby sitter di sebuah keluarga.


Seorang baby sitter ngaku pernah menyiksa anak majikan. Sumber: YouTube Reyben Entertainment

Menurut pengakuannya, ia bekerja sebagai baby sitter yang mengurus dua anak, laki-laki berusia 6 tahun dan yang lebih kecil perempuan usia 3 tahun.

Di rumah majikannya itu, Dewi bersama dengan ibu mertua bosnya dan dua orang asisten rumah tangga (ART).

Awal mula kekesalan Dewi timbul ketika ibu mertua majikannya itu mulai bersikap menyebalkan dan memintanya bekerja di luar perjanjian awalnya, yaitu mengasuh anak saja.

Dewi diminta untuk membantu pekerjaan lain, termasuk bersih-bersih rumah dan urusan dapur.

"Awalnya kerja jadi baby sitter pas pagi, mandiin anak, dan lain-lain. Di situ maknya rese. Jadi nggak sesuai dengan perjanjian yang dibilang ngasuh anak doang," ungkap Dewi, dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Reyben Entertainment (21/04/2024).

"Disuruh nyapu rumah, ngepel, terus nyuciin bekas makan dia, disuruh bantuin masak, jadi istilahnya kayak ART semua dikerjain," lanjutnya.

Dewi juga sempat protes dengan ibu mertua majikannya itu, namun nenek dari anak-anak yang dijaga Dewi itu bersikeras bahwa pembantu di rumahnya harus bisa melakukan semua pekerjaan.

Bahkan si ibu mertua majikannya itu mengancam akan mengadu kepada menantunya jika Dewi tidak mau melakukan pekerjaan tersebut agar dipecat. Dewi yang takut kehilangan pekerjaannya hanya bisa diam dan memendam kemarahannya.

Dewi mengaku sering dimarahin oleh neneknya anak-anak, misal karena anak pertama terjatuh karena terpeleset saat berlarian dan ketika mengajak anak-anak main di taman saat panas.

Perempuan muda itu juga mengaku kesal ketika majikan meminta anak-anak tidur dengannya di kamar baby sitter yang sempit.

Pertama kali Dewi berani memukul sang anak yaitu ketika ia sangat kesal dengan sang nenek yang protes meja berdebu, padahal menurutnya meja masih bersih karena baru dilap oleh ART lain.

"Kesel banget, emang ini nenek-nenek rese banget. Sampai pada akhirnya saya melampiaskan kekesalan saya ke anak yang saya jaga," kata Dewi.

Saat ibu mertua majikannya itu pergi ke pasar bersama ART lain, Dewi mulai berani memukul sang anak karena sikap sang anak yang rewel dan melawan.

"Saya ngasih makan anak-anak ini tadi. Emang anak yang gede bandel juga, cuma kita sabarin, kuatin, nggak boleh diapa-apain, namanya kerja kan. Tapi waktu itu anaknya nglawan," ujar Dewi.

"Terus jambak-jambak rambut saya ini anaknya yang laki-laki, maksa ngajak main. Sampai pada akhirnya sampai naik darah banget kan, akhirnya saya pukuli," lanjutnya.

Merasa takut karena ada bekas merah di paha sang anak, Dewi mengobatinya hingga kemerahan di tubuh anak tersebut memudar.

Si ibu dari anak-anak tersebut sempat menanyakan kenapa si kakak (anak pertama) merasa kesakitan di pahanya. Namun, sang anak tidak berani mengadu ke mamanya karena diancam oleh Dewi.

Dewi mengantakan tidak akan memberi makan anak tersebut jika ia mengaku ke orang tuanya.

Setelah melakukan pemukulan pertamanya itu, Dewi kembali melakukan hal yang sama saat ia kesal.

"Kebesokannya lagi, begitu lagi kak. Jadi akhirnya saya setiap kali lagi spaneng, pusing mikirin nenek-nenek nyerocos mulu," katanya.

Suatu ketika, orang tua si anak sedang ada arisan keluarga di luar rumah. Anak yang besar tidak mau ikut, jadi tetap di rumah bersama Dewi.

Dewi sempat memarahi anak tersebut karena tidak mau ikut dan bersikap kasar kepada sang anak selama di rumah.

Si anak meminta makan dan diambilkan oleh Dewi. Si anak juga meminta minum, kembali diambilkan oleh Dewi meski dengan kondisi kesal, karena ia sedang main HP dan ingin bersantai. 

Puncaknya, si anak memaksa mengajak main Dewi, tapi saat itu Dewi sedang asyik bermain dengan ponselnya. Sang anak tiba-tiba mengambil HP Dewi dan melemparkannya ke kolam ikan.

Dengan emosi yang memuncak, Dewi menyiksa anak kecil 6 tahun itu dengan memasukkan kepalanya ke bak kamar mandi.

"Bener-bener nih anak, saya seret anak ini, saya masukin anaknya ke kamar mandi, kepalanya saya delep-delepin ke bak kamar mandi. Abisnya saya kesel, emosi banget, lagi enak-enak main HP, HP saya direbut. Kan dia mau makan sudah saya kasih makan, dia mau minum sudah saya kasih minum. Cuma karena pengen ngajakin main. Namanya kita ABG baru kasmaran," kata Dewi.

Parahnya, si anak sampai hampir tidak sadarkan diri. Namun, kemudian sadar ketika Dewi memanggil-manggilnya.

Dewi kembali mengancam anak itu dengan mengatakan akan menyiksanya lebih parah jika mengadukannya kepada majikannya itu.

Si anak tidak mengadukan kelakukan Dewi ke ibunya, namun sikapnya berubah menjadi takut untuk dekat dengan Dewi. Hal itu membuat ibu si anak mulai curiga.

Dewi mengaku sempat sadar dan menyesal, dan mengakui saat itu sedang emosi banget. Namun, bukannya berhenti, Dewi masih melakukan penyiksaan lain kepada sang anak ketika majikannya tidak ada di rumah.

Suatu hari, majikan Dewi kembali pamit untuk keluar rumah dan menitipkan anak pertamanya itu kepada Dewi.

Ternyata, saat itu sang majikan hanya ngetes apa yang dilakukan baby sitter anak-anaknya itu ketika ia sedang tidak ada di rumah.

Dan benar saja, Dewi kepergok sedang menyiksa si anak, namun tidak separah perlakuan yang dilakukannya sebelumnya.

"Nggak tahunya dia cuma mau ngetes doang kak. Dia pengen tahu apa sih yang sebenernya terjadi. Kok ini anak mencurigakan banget jadi takut sama saya," ujar Dewi.

"Untungnya sih kak, saya waktu itu nyiksa anak itu nggak kelewatan banget, cuma dipukul doang. Terus kegap sama mamanya," lanjutnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kejadian tersebut, Dewi dipecat oleh majikannya. Ia juga sempat mengeluarkan keluhannya tentang si ibu mertua. 

Sang majikan pun masih berbaik hati tidak melaporkan kasus tersebut ke pihak berwenang dan masih mengantar Dewi ke terminal untuk pulang ke kampung halamannya. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Liga Voli Vietnam 2026: Rivan Nurmulki Cs Heroik, The Cong Tan Cang Raih Kemenangan Dramatis

Hasil Liga Voli Vietnam 2026: Rivan Nurmulki Cs Heroik, The Cong Tan Cang Raih Kemenangan Dramatis

Hasil Liga Voli Vietnam 2026, di mana Rivan Nurmulki dan kawan-kawan berhasil membawa The Cong Tan Cang meraih kemenangan lewat lima set.
Menbud Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Perkenalkan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Menbud Fadli Zon: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Perkenalkan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyambut positif kelangsungan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).
Profil Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Trisakti dengan Segudang Prestasi dan Pengalaman Organisasi

Profil Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Trisakti dengan Segudang Prestasi dan Pengalaman Organisasi

Nama Zahra Nazira Firman menjadi perbincangan setelah penampilannya memimpin orasi mahasiswa Trisakti di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Ini profilnya.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Soal Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto Terkait Dugaan Korupsi, Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas Jika Terbukti

Soal Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto Terkait Dugaan Korupsi, Polri Pastikan Tidak Ada Impunitas Jika Terbukti

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir buka suara soal pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Bukan Mbappe atau Bellingham, Jose Mourinho Puji Sosok Tak Terduga usai Real Madrid Menang Lagi

Bukan Mbappe atau Bellingham, Jose Mourinho Puji Sosok Tak Terduga usai Real Madrid Menang Lagi

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, melempar pujian kepada sosok tak terduga seusai kemenangan 3-0 atas Racing Santander. Selagi Kylian Mbappe dan Jude Bellingham bersinar, peran Trent Alexander-Arnold juga tidak bisa dilupakan.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
Kabar Duka, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki Meninggal Dunia

Kabar Duka, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari IPB University, Guru Besar IPB University Prof. Endang Warsiki meninggal dunia pada 2 November 2026.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT