Tiga Orang Tersangka Masih Buron, Ustaz Adi Hidayat Ikut Beri Tanggapan Begini soal Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Menurutnya…
- YouTube
tvOnenews.com - Kasus pembunuhan sepasang kekasih Vina dan Eky di Cirebon yang terjadi pada tahun 2016 silam kembali viral dan mulai diusut kembali oleh pihak kepolisian.
Pasalnya, 8 tahun berlalu, kasus ini kembali dibicarakan karena masih ada tiga pelaku lain yang masih belum ditangkap.
Atas permasalahan ini, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea ikut turun tangan membantu pihak keluarga agar tiga pelaku yang masih buron dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Tak hanya jadi sorotan publik, kasus Vina turut menjadi perhatian Ustaz Adi Hidayat.
Dalam video terbaru di kanal YouTube Adi Hidayat Official, sang Ustaz mengungkap pandangannya atas kasus yang tengah viral tersebut.
Mulanya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan perbuatan yang dinilai sebagai salah satu dosa yang amat besar di sisi Allah SWT adalah pembunuhan.
UAH mengatakan pembunuhan dikecam dalam Al Quran, bahkan termasuk di antara tujuh dosa besar.
“Bahkan pembunuhan ini selain dikecam dalam Al Quran, diberikan satu peringatan yang sangat tegas juga digolongkan oleh Nabi SAW satu di antara tujuh dosa besar yang membinasakan Assab'ul Mubiqat,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Artinya dosa ini memberikan satu pengaruh yang sangat buruk baik bagi kehidupan dunia pun dengan kehidupan akhirat,” sambungnya.
Dalam Al Quran surah Al-Isra ayat ke-33, dengan tegas Allah SWT memberikan satu larangan keras tentang dosa atau perbuatan seperti pembunuhan.
تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُوْمًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهٖ سُلْطٰنًا فَلَا يُسْرِفْ فِّى الْقَتْلِۗ اِنَّهٗ كَانَ مَنْصُوْرًا
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang dibenarkan.
Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan,”
Menurut Ustaz Adi Hidayat, dalam surah An-Nisa ayat 93, apabila korban pembunuhan adalah orang beriman, maka pelakunya akan mendapat ancaman dari Allah SWT.
“Dan siapapun yang melakukan pembunuhan dengan korbannya adalah satu orang beriman, maka dia terancam dengan neraka jahanam,” ujar UAH.
“Dijamin kekal di dalamnya, dia mendapatkan murka Allah SWT dan dia dilaknat oleh Allah SWT, kemudian yang kelima dijanjikan oleh Allah siksa yang sangat berlipat,” imbuhnya.
Ustaz Adi Hidayat kemudian menjelaskan maksud dari ayat ini agar menjadi pengingat bagi seseorang agar tidak mudah bertindak merugikan.
“Bahwa setiap perbuatan yang buruk itu yang kadarnya bisa menghancurkan memutus berbagai harapan, tentu ancamannya pun sedemikian tinggi,” terang UAH.
Ustaz Adi Hidayat lantas membahas kasus Vina Cirebon yang saat ini tengah ramai jadi perbincangan.
Menurut UAH, ketiga pelaku yang saat ini masih belum tertangkap, sebaiknya menyerahkan diri ke polisi dan bertaubat.
“Alangkah itu yang yang terbaik dilakukan untuk menyerahkan diri kemudian bertaubat. Dibandingkan dengan akan selalu diliputi dengan kegelisahan, penyesalan, kegelapan, tidak pernah tenang,” kata Ustaz Adi Hidayat.
UAH menyebut hidup dengan kegelisahan dan penuh ancaman hingga akhir hayat tentu tidak akan baik.
Lebih baik para pelaku meminta maaf kepada keluarga korban, dan kepada masyarakat atas perbuatannya.
“Setelah itu berusaha untuk membuka lembaran hidup yang baru, menunggu waktu kapan kita kembali kepada Allah dalam kebaikan. Semoga dengan itu Allah mengampuni kita seperti apa yang telah Allah janjikan dalam Firman-Nya,” ujar UAH.
Seseorang yang telah berbuat dosa dan ingin bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka jalan Allah akan terbuka lebar.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran surah Az-Zumar ayat 53.
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”
Terakhir, Ustaz Adi Hidayat berpesan kepada keluarga pelaku agar tidak terus menutupi dan melindungi orang yang bersalah.
“Bagi siapapun yang hadir di sekitarnya akan lebih baik untuk bisa mendorong para pelaku untuk memperbaiki diri, alih-alih menutupi atau juga menyembunyikan, atau bahkan mengubah sesuatu yang tidak pada tempatnya,” pesan UAH. (adk)
Load more