News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Iptu Rudiana Mulai Keringat Dingin? Eks Wakapolri Berani Bilang Ayah Eky itu Salah Tangkap Pelaku Vina Cirebon: Saya Berani Katakan...

Eks Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, turut mengomentari kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon yang belakangan ramai jadi perbincangan di masyarakat.
Selasa, 23 Juli 2024 - 12:45 WIB
Pegi Setiawan dan Saka Tatal
Sumber :
  • tangkapan layar Youtube

tvOnenews.com - Eks Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H, baru-baru ini turut mengomentari kasus pembunuhan Eky dan Vina Cirebon yang belakangan tengah ramai menjadi perbincangan di masyarakat.

Hadir sebagai bintang tamu di kanal youtube Abraham Samad Speak Up, Oegroseno mengomentari kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satunya terkait dengan dugaan salah tangkap yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap 8 orang tersangka kasus pembunuhan tersebut.


Ilustrasi teman terpidana kasus Vina Cirebon ungkap malam 27 Agustus 2016 (Sumber: Kolase tim tvOnenews)

Diketahui, pada kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon sebelumnya diketahui ada 8 terpidana yakni Rivaldi Aditya Wardana (21), Eko Ramadhani (27), Hadi Saputra (23), Jaya (23), Eka Sandi (24), Sudirman (21), Supriyanto (20), dan Saka Tatal.

Belakangan muncul pernyataan jika 8 tersangka tersebut merupakan korban salah tangkap dari pihak kepolisian.

Mereka dikabarkan terpaksa mengakui perbuatan itu karena ada paksaan saat sedang di interogasi.

Kemudian, nama nama Iptu Rudiana yang merupakan ayah dari mendiang Eky yang juga menjadi korban pembunuhan kada kasus Vina Cirebon pun muncul dan mulai mendapat sorotan dari publik.

Bukan tanpa alasan, Iptu Rudiana dinilai terlibat dalam kasus ini setelah dirinya disebut sebagai pelapor pertama kasus pembunuhan Vina dan Eky pada tahun 2016 silam.


Iptu Rudiana, ayah dari Almarhum Eky (sumber: Istimewa)

Beredar kabar, Iptu Rudiana yang pada tahun kejadian diketahui bertugas di bagian reserse narkoba menjadi orang yang membuat 8 orang tersangka kasus tersebut ditangkap.

Muncul dugaan kalau Iptu Rudiana menjadi sosok yang memaksa para terpidana mengaku sebagai pelaku pembunuhan. 

Tak hanya itu, dirinya juga dianggap sebagai sosok yang menekan kesaksian para saksi untuk berbohong.

Terkait hal tersebut, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno pun mengungkapkan berbagai keganjilan pada kasus pembunuhan Eky dan Vina menurutunya.

Kejanggalan Kasus Pembunuhan Eky dan Vina Cirebon


Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno (sumber: tangkapan layar youtube Abraham Samad SPEAK UP)

Menurut Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, keterlibatan Iptu Rudiana pada perkara tersebut menjadi salah satu kejanggalan.

Oegroseno mengatakan kalau Iptu Rudiana sudah mengambil langkah seperti penyidikan pada tanggal 27 Agustus 2016 padahal laporan polisi baru dibuat di tanggal 31 Agustus.

Terlebih Iptu Rudiana pada saat itu kabarnya tidak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP.

"Laporan polisi harus dibuat oleh polisi yang mendatangi TKP sehingga dilengkapi dengan berita acara mendatangi dan memeriksa TKP. Tapi ini kenapa dibikin oleh bapaknya Eky sendiri," kata Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno.

"Kalau melihat laporan polisi seolah-olah dia mengetahui benar jumlah pelaku dan sebagainya itu yang kejanggalan-kejanggalan yang saya lihat dari dari awal seperti itu," sambungnya.


Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno dan Abraham Samad (sumber: tangkapan layar youtube Abraham Samad SPEAK UP)

Kemudian Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno pun mendapatkan pertanyaan apakah yang dilakukan Iptu Rudiana merupakan naluri seorang ayah yang merasa terpanggil karena melihat anaknya meninggal?

Menanggapi itu, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno mengatakan justru naluri Bhayangkara sejati dari Iptu Rudiana tidak muncul

"Kalau naluri Bhayangkara, naluri Polisinya atau naluri penyidiknya muncul kan dia Reserse saat ada laporan polisi pasti dia akan minta siapa yang datang ke TKP dia kan Perwira pasti bisa tau siapa yang datang ke TKP dan minta laporan itu," ungkap Oegroseno.

"Kedua minta diauotopsi, anaknya sudah meninggal kenapa tidak ada diautopsi termasuk si Vina kan meninggal juga dia nggak minta diutopsi tidak diutopsi H langsung dimakamkan," sambungnya.

"Ketiga mengapa dia jemput Liga Akbar sahabatnya almarhum Eky untuk datang ke kantor Polisi untuk menyatakan Apakah helm jaket dan sepeda motor miliknya Eki? Padahal dia bapaknya jadi cukup dia," lanjutnya. 

Menurut Oegroseno hal tersebutlah yang membuat Liga Akbar harus bercerita bahwa dia dan Eky naik motor diadang dan dilempari batu oleh geng motor.

"Tapi kan tkp-nya di mana seperti itu kan susah dibuktikan. Mengarang cerita itu kan tidak mudah harus pakai ilmulah seperti itu kira-kira gitu," kata Oegroseno.

Menurutnya, kejanggalan-kejanggalan seperti itulah yang harusnya membuat kasusu ini diadakan penyelidikan ulang dan dimulai kembali dari aporan polisi yang dibuat oleh petugas yang pertama kali mendatangi.

Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno Sebut 8 Tersangka merupakan Korban Salah Tangkap


Pegi Setiawan dan Saka Tatal (sumber: tangkapan layar Youtube)

Pada kesempatan tersebut, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno menilai jika berkas kejadian pembunuhan Eky dan Vina yang masuk seharusnya cacat 

"Laporan yang masuk berkas itu menurut saya seharusnya cacat hukum," terang Oegroseno.

Menurutnya, penangkapan terhadap 8 orang tersangka yang dilakukan Iptu Rudiana bertentangan dengan hukum acara pidana dan kemungkinan bertentangan dengan peraturan kepolisian yang berkaitan dengan manajemen penyidikan.

"Sampai sekarang alat buktinya saja tidak ada dan semua menolak dalam keadaan orang di kampung. Jadi masalahnya terlalu kompleks karena hanya menggunakan keterangan keterangan keterangan semua nggak bisa.

"Saya berani katakan salah tangkap sejak awal. Karena ya salah nama saja Hakim bisa nggak yakin gimana? Meyakinkan Hakim kan ya namanya Pegi misalnya Pegi ini bagaimana dikuatkan Apakah Pegi ini sesuai dengan KTP yang ada?" tegas Pak Ugro

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya saya sebagai yang mantan anggota Polri di situ mantan penyidik juga kok ini penyidikan model apa kira-kira begitu, Kejanggalannya banyak sekali" tutupnya.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tinju Dunia: David Benavidez Bidik Tiga Gelar Juara, Michal Cieslak Siap Menghadang

Tinju Dunia: David Benavidez Bidik Tiga Gelar Juara, Michal Cieslak Siap Menghadang

David Benavidez, bersiap menghadapi tantangan besar saat bertemu juara dunia kelas penjelajah asal Polandia, Michal Cieslak, dalam duel penyatuan gelar pada 5 Desember 2026.
Korlantas Polri Ingatkan Humanis Personel saat Pelaksanaan Operasi Patuh 2026

Korlantas Polri Ingatkan Humanis Personel saat Pelaksanaan Operasi Patuh 2026

Operasi Patuh 2026 digelar, Korlantas Polri mengingatkan agar personel polisi lalu lintas (Polantas) mengutamakan pelayanan humanis dan tak arogan saat berinteraksi dengan masyarakat.
Periklindo Tegaskan Indonesia Harus Jadi Pemain Utama di Industri Kendaraan Listrik

Periklindo Tegaskan Indonesia Harus Jadi Pemain Utama di Industri Kendaraan Listrik

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menegaskan pentingnya memanfaatkan momentum pesatnya perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk memperkuat industri nasional.
Pengakuan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Saya Bersalah dan Menyesal

Pengakuan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Saya Bersalah dan Menyesal

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, membuat pengakuan ke publik. Pengakuan ini disampaikan DBM saat dirinya digiring petugas di Mapolda Jatim.
Hasil Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia U-15 2026: Kena Bantai 1-6 dari Luksemburg, Garuda Muda Tetap ke ‘Semifinal’

Hasil Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia U-15 2026: Kena Bantai 1-6 dari Luksemburg, Garuda Muda Tetap ke ‘Semifinal’

Timnas Indonesia U-15 tetap lolos ke semifinal tier C Piala Dunia U-15 2026 walaupun kalah dengan skor 1-6 dari Luksemburg. Namun, mereka juga akan menghadapi tim yang kalah, yaitu Prancis.
Pelatih Melbourne Victory Yakin 1 Slot Fase Knock Out Milik Persib, Pilih Usung Misi Balas Dendam di Kandang

Pelatih Melbourne Victory Yakin 1 Slot Fase Knock Out Milik Persib, Pilih Usung Misi Balas Dendam di Kandang

Melbourne Victory menelan kekalahan menyakitkan usai brace Balsa Sekulic memastikan Persib belum terkalahkan di ACL Two. 

Trending

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Timnas Indonesia Terancam Batal Away ke Timur Tengah, Erick Thohir Siapkan Opsi Ini

Situasi Timur Tengah yang belum stabil mengancam agenda FIFA Matchday November 2026. Erick Thohir membuka opsi negara dan lawan pengganti bagi Timnas Indonesia.
Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Mulai Siang Ini Ada Rivan Nurmulki Vs Boy Arnez, Farhan Halim Main Lagi

Link Live Streaming Liga Voli Vietnam 2026: Mulai Siang Ini Ada Rivan Nurmulki Vs Boy Arnez, Farhan Halim Main Lagi

Link live streaming Liga Voli Vietnam 2026 putaran kedua pada Kamis (29/10/2026), di mana tiga pemain Timnas Voli Indonesia kembali tampil. Rivan Nurmulki akan melawan Boy Arnez dan Farhan Halim juga unjuk gigi.
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-15 Vs Luksemburg di Perempat Final Piala Dunia U-15 2026

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-15 Vs Luksemburg di Perempat Final Piala Dunia U-15 2026

Timnas Indonesia U-15 akan menantang Luksemburg di perempat final Piala Dunia U-15 2026. Mereka berhasil melalui hadangan dari Moldova dan Panama pada Rabu (28/10/2026) kemarin.
Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Jadwal Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA: Tampil di Perempat Final Tier C, Berpeluang Lawan Prancis

Usai dua hasil positif di babak 32 dan 16 besar Tier C, Timnas Indonesia U-15 akan tampil di babak perempat final untuk memperebutkan peringkat 65-72 dunia di babak semifinal Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
Saat Keluarga Curiga Ibu-Anak di Madiun Tak Ada Kabar, Ini Respons Tersangka Pembunuhan Setiap Ditanya

Saat Keluarga Curiga Ibu-Anak di Madiun Tak Ada Kabar, Ini Respons Tersangka Pembunuhan Setiap Ditanya

Di saat pihak keluarga curiga ibu-anak di Madiun tak ada kabar sejak 20 September 2026, tersangka pembunuhan tidak merespons.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN: Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Karena Tidak Memenuhi Syarat Higienis dan Sanitasi

Kepala BGN Sudaryono mengatakan lebih dari 2.000 dapur MBG ditutup karena tidak memenuhi syarat higienis dan sanitasi. Menurut dia, dapur yang memiliki sertifikat terkait higienis dan sanitasi saja belum tentu layak apalagi dapur yang tidak punya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT