News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Padahal Dulunya Gelandangan Tapi Nasib Berubah Jadi Big Boss Hingga Punya Kerajaan Bisnis Indonesia, Kisah Inspiratif Sudono Salim yang jadi Sultan Perusahaan Besar di Indonesia

Siapa sangka, Sudono Salim ternyata pernah jadi gelandangan dan kerja serabutan sebelum jadi big boss perusahaan besar di Indonesia. Bahkan Sudono Salim sempat
Rabu, 25 September 2024 - 13:48 WIB
Padahal Dulunya Gelandangan Tapi Nasib Berubah Jadi Big Boss Hingga Punya Kerajaan Bisnis Indonesia, Kisah Inspiratif Sudono Salim yang jadi Sultan Perusahaan Besar di Indonesia
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Siapa sangka, Sudono Salim ternyata pernah jadi gelandangan dan kerja serabutan sebelum jadi big boss perusahaan besar di Indonesia.

Sudono Salim, atau yang dikenal dengan nama lahir Liem Sioe Liong, merupakan salah satu pengusaha besar yang jarang disebutkan dalam percakapan sehari-hari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pengaruhnya di dunia bisnis Indonesia sangat besar, terutama melalui tiga perusahaan ternama yang ia dirikan: Indofood, Bank Central Asia (BCA), dan Bogasari. 

Meskipun namanya mungkin tak seterkenal produk-produk yang dihasilkannya, perjalanan hidup Sudono Salim adalah bukti nyata.

Bagaimana kerja keras dan visi bisnis yang tajam bisa mengubah nasib seseorang dari seorang gelandangan menjadi konglomerat yang disegani.

Masa Muda Sudono Salim di Tiongkok

Lahir pada 19 Juli 1916 di Fuqing, Provinsi Fujian, Tiongkok, Sudono Salim tumbuh dalam situasi yang tidak mudah. 

Masa kecilnya dihabiskan dalam kondisi perang yang berkepanjangan di Tiongkok. Konflik dengan Jepang membuat situasi semakin genting.

Hal inilah yang memaksa banyak warga Tiongkok untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri. 

Seperti banyak imigran pada masa itu, Sudono Salim juga mencoba peruntungan dengan hijrah ke Indonesia. 

Kakaknya, Liem Sioe Hie, terlebih dahulu merantau ke Kudus, Jawa Tengah, dan berhasil menginspirasi Sudono untuk mengikuti jejaknya. 

Pada saat itu, perjalanan antar negara bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi seorang remaja seperti Sudono. Ia menempuh perjalanan panjang dengan kapal layar menuju Surabaya. 

Sesampainya di sana, ia harus menunggu selama empat hari di jalanan sebelum akhirnya dijemput oleh sang kakak untuk dibawa ke Kudus.

Perjuangan Hidup di Indonesia

Kehidupan awal Sudono Salim di Indonesia pun jauh dari kemewahan. Ia memulai kariernya dengan bekerja di pabrik kerupuk dan tahu. 

Meskipun demikian, jiwa wirausaha Sudono mulai berkembang saat itu. Ia tidak hanya puas dengan bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi juga melihat peluang bisnis di sekitar lingkungan kerjanya. 

Salah satu usaha pertamanya adalah menjadi pedagang cengkeh, yang saat itu merupakan komoditas penting di Indonesia.

Dengan modal dari mertuanya, Sudono mulai merintis bisnis cengkeh yang berkembang pesat. Ia berhasil menjalin jaringan dengan pemasok dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. 

Namun, bisnis ini terhenti pada tahun 1942 ketika Jepang mulai menjajah Indonesia, memaksa Sudono untuk meninggalkan usaha yang sedang berkembang tersebut.

Kebangkitan Pasca Perang dan Awal Kesuksesan

Pasca Perang Dunia II, Indonesia mengalami masa-masa sulit, tetapi Sudono Salim melihat peluang di tengah kesulitan tersebut. 

Ia mulai merintis bisnis logistik untuk memenuhi kebutuhan tentara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. 

Sosok Sudono Salim
Sosok Sudono Salim
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

 

Bisnis ini memberikan modal awal bagi Sudono untuk terus berkembang di sektor lain.

Pada pertengahan 1950-an, Sudono Salim mencoba peruntungannya di sektor perbankan. 

Bersama dengan rekannya, Mochtar Riady, ia mendirikan Central Bank Asia, yang kemudian berkembang menjadi Bank Central Asia (BCA) pada tahun 1960. 

Melihat banyaknya pelanggan yang tidak mampu membayar barang secara tunai, Sudono mulai menawarkan sistem kredit, yang saat itu masih jarang dilakukan oleh pengusaha lain.

Indofood dan Bogasari: Pilar Industri Makanan Indonesia

Selain sukses di sektor perbankan, Sudono juga melihat potensi besar di industri pangan Indonesia. 

Pada tahun 1969, ia mendirikan PT Bogasari, yang kemudian menjadi produsen tepung terigu terbesar di Indonesia.

Dengan strategi bisnis yang cermat, Bogasari tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga memasok bahan baku untuk industri makanan lain, termasuk Indofood.

Indofood, perusahaan yang juga didirikan oleh Sudono Salim, kini dikenal sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia. 

Produk andalannya, Indomie, telah menjadi ikon kuliner global, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lain.

Salim Group: Konglomerasi yang Mendunia

Kesuksesan Sudono Salim dalam berbagai bisnisnya tidak terlepas dari perannya sebagai pendiri Salim Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. 

Di bawah naungan Salim Group, banyak perusahaan besar lahir dan berkembang, termasuk Indofood, BCA, Indosiar, Indocement, Indomobil, dan Indomaret. 

Beberapa perusahaan ini bahkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa perusahaan yang didirikan oleh Sudono Salim tidak lagi berada di bawah kendali keluarganya. 

Salah satunya adalah BCA, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh konglomerat Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang juga dikenal sebagai orang terkaya di Indonesia.

Warisan dan Keluarga Sudono Salim

Sudono Salim meninggal pada 10 Juni 2012 di Singapura pada usia 95 tahun. Meskipun ia telah tiada, warisan bisnisnya tetap hidup melalui anak-anak dan cucunya. 

Anthony Salim, anak pertamanya, kini melanjutkan kepemimpinan Salim Group, dan berhasil membawa perusahaan tersebut terus berkembang di era modern.

Beberapa cucu Sudono, seperti Axton Salim, juga aktif dalam mengelola perusahaan keluarga, terutama di sektor pangan. 

Hingga saat ini, produk-produk dari Salim Group, seperti Indomie, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Kisah hidup Sudono Salim adalah contoh nyata bagaimana ketekunan, visi bisnis yang tajam, dan kemampuan melihat peluang di tengah kesulitan dapat mengubah nasib seseorang. 

Dari seorang imigran yang sempat menjadi gelandangan di Surabaya, Sudono berhasil membangun salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan-perusahaan yang didirikannya, seperti Indofood, BCA, dan Bogasari, terus memberikan dampak besar pada perekonomian Indonesia hingga saat ini. 

Warisan yang ia tinggalkan tidak hanya berupa bisnis, tetapi juga inspirasi bagi generasi pengusaha berikutnya. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Tengah Dinamika Politik, Persatuan Bangsa Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Indonesia

Di Tengah Dinamika Politik, Persatuan Bangsa Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Indonesia

Persatuan Indonesia jadi kunci di tengah isu pemakzulan. KNPI ajak pemuda tetap tenang dan fokus menjaga stabilitas nasional.
Viral Juru Parkir Liar Diduga Cekcok dengan Pengemudi Ojol di Pamulang Tangsel, Polisi Ungkap Faktanya

Viral Juru Parkir Liar Diduga Cekcok dengan Pengemudi Ojol di Pamulang Tangsel, Polisi Ungkap Faktanya

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria diduga juru parkir liar terlibat cekcok dengan pengemudi ojek online (Ojol) di Pamulang, Senin (13/4).
Eks Gelandang Timnas Indonesia Takjub Lihat John Herdman, Puji Penampilan Skuad Garuda di FIFA Series

Eks Gelandang Timnas Indonesia Takjub Lihat John Herdman, Puji Penampilan Skuad Garuda di FIFA Series

Mantan gelandang Timnas Indonesia memuji performa Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman saat tanding di FIFA Series 2026. Bagaimana penampilan Timnas?
Eks Gelandang Timnas Indonesia Takjub Lihat John Herdman, Puji Penampilan Skuad Garuda di FIFA Series

Eks Gelandang Timnas Indonesia Takjub Lihat John Herdman, Puji Penampilan Skuad Garuda di FIFA Series

Mantan gelandang Timnas Indonesia memuji performa Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman saat tanding di FIFA Series 2026. Bagaimana penampilan Timnas?
Detik-Detik Wafatnya Yai Mim Diungkap Aviwkila, Meninggal dalam Posisi Duduk

Detik-Detik Wafatnya Yai Mim Diungkap Aviwkila, Meninggal dalam Posisi Duduk

Detik-detik wafatnya Yai Mim diungkap musisi Aviwkila, meninggal dalam posisi duduk.
DPR Apresiasi MIND ID, Hilirisasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

DPR Apresiasi MIND ID, Hilirisasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah gejolak harga komoditas global dan dinamika industri pertambangan, Holding Industri Pertambangan MIND ID mampu terus mencatatkan kinerja positif

Trending

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Penertiban bangunan liar di Lembang oleh Dedi Mulyadi justru disambut positif pedagang. Ini karena dapat Kompensasi modal usaha dan pembukaan rekening.
Timnas Indonesia Akhirnya Jadi Hadapi Italia di Playoff Piala Dunia 2026? Iran di Ambang Pencoretan FIFA

Timnas Indonesia Akhirnya Jadi Hadapi Italia di Playoff Piala Dunia 2026? Iran di Ambang Pencoretan FIFA

Timnas Indonesia bisa saja menghadapi Italia di playoff Piala Dunia 2026. Prediksi mengenai pencoretan Iran oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) meningkat.
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Gagal Rebut Kemenangan dari Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Gagal Rebut Kemenangan dari Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Jakarta Electric PLN ungkap biang kerok gagal merebut kemenangan dari Jakarta Pertamina Enduro saat kembali bersua dengan Megawati Hangestri di final four Proliga 2026.
2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

John Herdman berbunga-bunga setelah dua calon striker naturalisasi Timnas Indonesia yaitu Luke Vickery dan Dean Zandbergen kompak borong gol di luar negeri.
Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
Jusuf Kalla Dituding Nistakan Ajaran Kristen, Jubir JK: Kami Membantah dengan Tegas Tuduhan Itu

Jusuf Kalla Dituding Nistakan Ajaran Kristen, Jubir JK: Kami Membantah dengan Tegas Tuduhan Itu

Belakangan ini, viral di media sosial terkait Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dituding melakukan dugaan penistaan ajaran kristen buntut
Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik resmi melaporkan JK ke SPKT Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam, terkait ceramah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT