News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Istri Pertama Pak Tarno Murka Ungkap Kondisi Sang Pesulap Dipaksa Jualan Meski Stroke: Disiksa itu!

Pak Tarno kini menderita stroke, namun masih harus berjualan ikan. Istri pertama menuduh istri mudanya mengeksploitasi kondisi sang pesulap hanya demi uang.
Kamis, 26 Desember 2024 - 14:12 WIB
Istri Pertama Pak Tarno
Sumber :
  • Kolase YouTube

tvOnenews.com - Kehidupan pesulap legendaris Pak Tarno kini menuai perhatian publik.

Setelah lama dikenal sebagai sosok yang menghibur dengan trik-triknya, kehidupan pribadinya kini justru menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah kondisinya yang mengidap stroke, Pak Tarno terlihat masih harus berjualan ikan cupang dan perlengkapan lainnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.  

Hal ini membuat istri pertamanya, Sariah, merasa prihatin dan murka.

Sariah menuding istri muda Pak Tarno, Dewi, telah mengeksploitasi suaminya meski dalam keadaan sakit.  

Saat ini, Pak Tarno harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.

Tubuhnya yang semakin kurus, wajah yang tampak lusuh, dan kondisi kesehatannya yang memburuk memancing simpati banyak pihak.

Termasuk warganet yang mengetahui kondisinya melalui media sosial.  

Pak Tarno terlihat berjualan ikan cupang, lele, gabus, dan perlengkapan lain di berbagai tempat, bahkan di depan sekolah-sekolah.

Kehidupan yang berat ini membuat Sariah, istri pertamanya, angkat bicara.  

"Sekarang dibawa jualan saya gak terima karena itu suami saya, masih sah saya istri sahnya sesuai hukum agama," ujar Sariah, seperti dilansir dari Intens Investigasi.

Sariah menambahkan bahwa ia tidak setuju suaminya dibawa ke sana-sini hanya untuk mencari uang.

Menurutnya, Pak Tarno seharusnya bisa beristirahat dengan tenang di rumah, menikmati masa tuanya tanpa tekanan.  

Dalam pernyataannya, Sariah mengungkapkan bahwa istri muda Pak Tarno, Dewi, beserta asistennya, Pak Slamet, diduga memanfaatkan kondisi sang pesulap untuk kepentingan pribadi.

Ia menyebut tindakan ini sebagai bentuk eksploitasi.  

"Saya kasihan lihatnya di TV, di YouTube, dibawa ke sana ke sini. Orang udah kakinya kembung, stroke sebelah, udah makan gak enak. Harusnya istirahat di rumah, ibadah," tegas Sariah.  

Ia bahkan menyebut perlakuan Dewi dan asistennya sebagai bentuk penyiksaan terhadap suaminya.

Dengan air mata yang tak terbendung, Sariah mengaku sering menangis melihat kondisi Pak Tarno yang dipaksa berjuang dalam kondisi tubuh yang lemah.  

"Suka nangis saya lihat dari HP. Orang itu suami sendiri, biarpun gimana, gak terima lah ditelantarin pelakor-pelakornya sama si Slamet," ucapnya.  

Sariah juga mempertanyakan kemana uang donasi yang diberikan oleh berbagai pihak, termasuk Raffi Ahmad.

Sebelumnya, Pak Tarno diketahui menerima bantuan keuangan untuk mendukung pengobatannya.  

"Duit dari Raffi, dari wartawan, dan dari manajer-manajer pada dikasih itu entah kemana. Harusnya buat ke rumah sakit, yang terapi, diurut itu kan bayar," terang Sariah.  

Ia merasa bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk memastikan Pak Tarno mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Namun, menurutnya, uang tersebut justru tidak digunakan sebagaimana mestinya.  

Kondisi Pak Tarno yang memprihatinkan ini menimbulkan keprihatinan luas.

Banyak pihak berharap agar sang pesulap legendaris ini mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak, termasuk dari pihak keluarga. 

Sariah mendesak agar suaminya tidak lagi dipaksa bekerja dalam kondisi yang memprihatinkan.

Ia ingin agar Pak Tarno dapat beristirahat di rumah dan fokus pada pemulihan kesehatannya.  

"Harusnya istirahat di rumah, ibadah. Sekarang kayak disiksa itu oleh si Dewi sama pak Slamet,” ujar Sariah.

Berbagai komentar simpati membanjiri media sosial setelah kabar ini tersebar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak warganet berharap ada tindakan konkret untuk membantu Pak Tarno.

Mereka juga meminta agar pihak-pihak terkait segera memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan sang pesulap. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT