News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hidup Miskin Sejak Kecil Bahkan Nekat Nyeker Demi Bisa Main Bola, Karier Bek Veteran Brasil Ini Malah Sukses Besar di Indonesia

Hidup melarat sejak kecil di kampung halamannya bahkan sampai nyeker ketika main bola, bek veteran Brasil ini justru sukses besar setelah merantau ke Indonesia.
Sabtu, 22 Februari 2025 - 15:03 WIB
Hidup miskin sejak kecil, pemain Brasil ini sukses besar di Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

tvOnenews.com - Karier pemain veteran kelahiran Brasil ini seketika sukses besar saat dirinya memutuskan hijrah untuk bermain di Liga 1 Indonesia.

Padahal, pemain ini sebelumnya hidup susah di kampung halamannya yakni Brasil hingga harus bermain sepak bola tanpa sepatu ketika masih kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemain asing yang cukup banyak menginvasi sepak bola Indonesia ialah talenta Brasil, di mana olahraga si kulit bundar cukup populer di sana.

Bahkan di Liga 1 musim ini saja, jumlah pemain asing asal Brasil mencapai 51 orang atau yang terbanyak dari penggawa asing manapun di kompetisi tanah air.

Namun, kisah para pemain asing yang pernah berkarier di Liga 1 terbilang cukup beragam. Ada yang mengharukan dan ada juga yang bikin geleng-geleng kepala.

Baru-baru ini, ada satu pemain kelahiran Fortaleza, Brasil yang bercerita bagaimana susahnya dia untuk mencapai level sepak bola profesional seperti sekarang ini.

Adalah Otavio Dutra, bek veteran asal Brasil yang kini sedang berjuang bersama Persibo Bojonegoro untuk terhindari dari ancaman degradasi Liga 2.

Sekedar informasi, Otavio Dutra telah menghabiskan lebih dari 12 tahun di sepak bola Indonesia setelah sebelumnya bermain untuk klub Brasil.

Otavio Dutra
Otavio Dutra
Sumber :
  • Instagram

 

Sampai akhirnya, Otavio Dutra menerima kehormatan untuk menjadi WNI pada September 2019 sekaligus debut untuk Timnas Indonesia.

Namun sebelum mencapai titik kesusksesan itu, Otavio Dutra mengaku bahwa semuanya tidaklah mudah. Ia harus menjalani jalan yang berliku sebelum ke Indonesia.

Mengutip dari wawancaranya bersama Lensa Olahraga, Otavio Dutra menceritakan bagaimana dirinya terlahir dari keluarga miskin di kampung halamannya.

Menurut pengakuan eks pemain Timnas Indonesia itu, dia sering bolos sekolah hanya untuk bermain bola. Hal itulah yang membuatnya dimarahi sang ibu.

“Dari situ mama saya marah. Saya sering bicara sama mama, saya bilang saya akan bantu (ekonomi keluarga) dari bola, tapi mama saya tidak percaya,” kata Dutra.

Pemain kelahiran 22 November 1983 itu lantas berujar jika keluarganya terkhusus ibu sama sekali tidak merestui kalau dirinya menjadi pesepakbola.

“Tidak mungkin kamu jadi pemain bola. Lihat kamu tinggal dimana, hidup kamu susah, makan aja nggak ada,” lanjutnya.

Saking kuatnya tekad Otavio Dutra untuk menjadi pemain bola, ia pun rela tidak mengenakan alas kaki saat bermain karena tidak ada uang untuk beli sepatu.

“Saya sempat bermain bola tanpa sepatu,” jelas Otavio Dutra di YouTube Lensa Olahraga.

Barulah ketika talentanya dilirik oleh klub lokal Brasil, Juventus SP, Otavio Dutra akhirnya bisa mengenakan sepatu yang layak. Itupun berkat kebaikan seseorang.

Hidup miskin sejak kecil, pemain Brasil ini sukses besar di Indonesia
Hidup miskin sejak kecil, pemain Brasil ini sukses besar di Indonesia
Sumber :
  • Kolase tvOnenews

 

Setelah itu, bek setinggi 190 cm tersebut semakin termotivasi sampai akhirnya dia direkrut oleh klub papan atas Brasil, Corinthians selama tujuh musim.

Pada 2007, Otavio Dutra sempat bergabung ke klub asal Polandia Pogon Szczecin. Tiga tahun setelahnya, ia kemudian memulai petualangannya di Indonesia.

Persipura, Persebaya, Gresik United, Persija Jakarta, Madura United, Kalteng Putra, PSBS Biak, dam yang terakhir Persibo Bojonegoro menjadi deretan klub Indonesia yang dibela Otavio Dutra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, memasuki usia 41 tahun, Otavio Dutra masih sanggup bermain di tim utama Persibo Bojonegoro sekaligus membantu klubnya itu keluar dari jeratan degradasi Liga 2.

(han)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, rivalitas makin memanas?
Nanda Persada Beri Dukungan ke Ruben Onsu di Tengah Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Menyeret Betrand Peto

Nanda Persada Beri Dukungan ke Ruben Onsu di Tengah Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Menyeret Betrand Peto

Ucapan dukungan mantan manajer Sarwendah diunggah ulang (repost) oleh Ruben Onsu. Ayah angkat Betrand Peto itu seakan beri pesan tersirat fokus menghadapi ujian
Polda Metro Bongkar Peredaran Ganja 62,5 Kg di Jakarta Barat, Dua Kurir Ditangkap

Polda Metro Bongkar Peredaran Ganja 62,5 Kg di Jakarta Barat, Dua Kurir Ditangkap

Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Triyatno Pamungkas mengatakan, dua pria yang didapati membawa barang haram tersebut berhasil diamankan.
Mendagri: Kompetisi Antardaerah Jadi Instrumen Wujudkan Indonesia ASRI

Mendagri: Kompetisi Antardaerah Jadi Instrumen Wujudkan Indonesia ASRI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) menjadikan kompetisi kinerja antardaerah sebagai momentum untuk memperkuat implementasi berbagai agenda pembangunan.
Lupakan Laurin Ulrich, Timnas Indonesia Bisa Panggil Putra Eks Real Madrid Buat Jadi Penerus Thom Haye di Lini Tengah

Lupakan Laurin Ulrich, Timnas Indonesia Bisa Panggil Putra Eks Real Madrid Buat Jadi Penerus Thom Haye di Lini Tengah

Timnas Indonesia memiliki opsi pemain keturunan untuk memperkuat lini tengah. Setelah Laurin Ulrich dipanggil Jerman, putra eks Real Madrid bisa jadi pilihan.
Profil dan Rekam Jejak Danny Setiawan, Mantan Gubernur Jabar yang Meninggal Dunia

Profil dan Rekam Jejak Danny Setiawan, Mantan Gubernur Jabar yang Meninggal Dunia

Berikut profil lengkap dan jejak perjalanan karier Danny Setiawan, mantan Gubernur Jabar periode 2003-2008 yang meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026.

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Bagi Anda pemilik shio Monyet, hari ini menjadi momen untuk mengevaluasi strategi finansial, memperhitungkan risiko, dan mengelola arus kas secara lebih cermat.
Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

Dorong Akselerasi Ekonomi Maritim, Infrastruktur PPN Kejawanan Terus Diperkuat

PT Nindya Karya (Persero) secara resmi memulai pembangunan fisik proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan yang ditandai oleh pelaksanaan groundbreaking pada Kamis (17/9/2026).
Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Viral di Medsos, Muncul Grup Gay Cisauk dengan Jumlah Anggota Sampai Ribuan Menuai Kecaman

Media sosial dihebohkan dengan kabar munculnya grup gay. Hal ini menarik perhatian warganet dan dikecam bisa segera diusut pihak terkait.
Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Zulhas di HUT PAN: Jadi Ketua Umum Berat Juga Ya, Apalagi Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung beratnya menjadi ketua umum partai politik (parpol) hingga presiden.
Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Jelang Libur Panjang, Jepang Ingatkan Ancaman Topan Dujuan

Badan meteorologi Jepang mengimbau kewaspadaan warga terhadap gelombang tinggi, angin kencang, tanah longsor, serta banjir di sekitar Tokyo. Hal ini mengingat potensi cuaca buruk selama libur panjang seiring mendekatnya Topan Dujuan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT