Masih Ingat Ucapan Ayah Emil Audero? Dulu Pernah Remehkan Timnas Indonesia, Kini Anaknya Malah....
- Como 1907 Official
tvOnenews.com - Kabar menggembirakan datang bagi pecinta sepak bola Tanah Air, khususnya suporter Timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memproses naturalisasi kiper keturunan Indonesia, Emil Audero.
Proses ini akan dilakukan bersamaan dengan naturalisasi dua pemain lain, yakni Dean James dan Joey Pelupessy.
“Ini yang sedang kita proses. Saya sudah lapor ke Pak Presiden, dan Pak Prabowo sangat welcome. Saya juga sudah telepon Pak Menpora. Pekan depan kita akan segera proses supaya mereka bisa bermain pada Maret,” kata Erick Thohir dalam pernyataannya pada Sabtu, 22 Februari 2025.
- X - Como 1907
Keputusan ini tentu saja menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.
Emil Audero, yang saat ini bermain sebagai kiper untuk klub Italia, Como 1907 (sebelumnya dipinjamkan oleh Sampdoria), akhirnya menjadi bagian dari upaya besar PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Namun, perjalanan Emil menuju naturalisasi ini tidak selalu berjalan mulus.
Nama Emil Audero mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta sepak bola Indonesia.
Emil lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 1997, dan memiliki darah Indonesia melalui ibunya yang berasal dari Lombok.
Namun, perjalanan Emil menuju Timnas Indonesia penuh dengan liku-liku.
- Instagram - Emil Audero
Pada 2021, saat ia masih memperkuat Sampdoria di Serie A Italia, PSSI sempat mengincar Emil untuk dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia.
Saat itu Emil menolak tawaran tersebut dengan alasan belum merasa siap untuk membela negara asal ibunya.
Penolakan tersebut sempat menimbulkan reaksi publik, terutama setelah ucapan ayah Emil, Edy Mulyadi, yang viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar luas, Edy menyampaikan pandangannya tentang peluang Emil untuk memperkuat Timnas Indonesia.
"Mimpi kali, kalau Emil ingin bermain di Piala Dunia ya harus diambil di sana (Timnas Italia). Indonesia lolos Asia saja enggak, apalagi Piala Dunia. Enggak usah, apa sih penghargaannya di Indonesia," kata Edy.
Load more