Dikira Bahas Naturalisasi Miliano Jonathans, Sang Ayah Ternyata Putuskan Mualaf di Jakarta: Islam Menyatukan…
- Facebook - FC Utrecht
tvOnenews.com - Media sosial tengah membicarakan keluarga calon pemain naturalisasi Indonesia, Miliano Jonathans.
Publik awalnya mengira kedatangan ayahnya, Dennis Jonathans, ke Indonesia hanya untuk membahas proses naturalisasi sang anak.
Namun, kenyataannya jauh di luar dugaan, Dennis justru memutuskan untuk menjadi mualaf di Jakarta.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Tenaga Ahli Menpora Bidang Kepemudaan dan Diaspora, Hamdan Hamedan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Hamdan mengungkapkan rasa syukurnya atas keputusan Dennis Jonathans yang memilih masuk Islam di bulan Ramadhan.
Dennis Jonathans mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sebuah prosesi yang berlangsung di International Muallaf Center, Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025).
Keputusannya menjadi mualaf disaksikan oleh beberapa tokoh, termasuk Hamdan Hamedan dan agen pemain sepak bola Indonesia, Fardy Bachdim.
"Alhamdulillah. Di bulan terbaik, bulan Ramadhan yang penuh kebaikan, kita menyambut saudara baru dalam Islam: Bapak Dennis Jonathans," tulis Hamdan dalam unggahannya.
Hamdan juga menambahkan bahwa pertemuan mereka awalnya hanyalah urusan sepak bola dan diaspora.
Namun, takdir justru membawa Dennis menemukan Islam sebagai jalan hidupnya.
"Ya, sepak bola dan diaspora memang mempertemukan langkah kita. Namun, iman dan Islam-lah yang akhirnya menyatukan hati kita selamanya," lanjutnya.
Keputusan Dennis untuk masuk Islam menjadi momen bersejarah, terutama karena terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Hamdan pun menuturkan bahwa hidayah selalu datang di waktu yang tepat, tanpa tergesa-gesa atau terlambat.
"10 hari terakhir Ramadhan menjadi saksi bahwa hidayah selalu datang tepat waktu, tak lebih cepat, tak lebih lambat. Ia senantiasa tepat menyapa hati yang tulus, dengan cara-Nya yang paling indah dan misterius," tulis Hamdan.
Ia juga mendoakan agar Dennis Jonathans mendapatkan kemuliaan dalam setiap langkahnya setelah menjadi bagian dari umat Islam.
"Bapak Jonathans, semoga Allah memuliakan setiap langkah Anda, meneguhkan hati Anda dalam Islam, dan menjadikan pertemuan ini bukan hanya ikatan dunia, tetapi juga tali persaudaraan hingga ke akhirat,” ungkapnya.
Kabar ini sontak mengundang berbagai reaksi dari netizen.
Banyak yang awalnya mengira berita tentang Dennis berkaitan dengan naturalisasi Miliano Jonathans, tetapi justru dikejutkan dengan keputusan sang ayah untuk memeluk Islam.
“Lah, kirain mau bahas naturalisasi, taunya malah jadi mualaf. Plot twist bener," komentar seorang netizen.
Tak sedikit juga yang menghubungkan momen ini dengan proses naturalisasi sang anak.
Mereka berharap agar Miliano segera menyelesaikan proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
“Kalau bisa urus sekalian, ngapain nunggu waktu lagi? Kado terindah menjelang Idul Fitri: nambah saudara seiman dan tambah pemain di Timnas," tulis seorang netizen lainnya.
Komentar lain yang juga menjadi sorotan adalah perbandingan unik antara Dennis dan Miliano.
“Bapaknya 'naturalisasi' Islam, anaknya naturalisasi Indonesia," tulis seorang pengguna media sosial dengan nada bercanda.
Nama Miliano Jonathans memang tengah ramai diperbincangkan dalam dunia sepak bola Indonesia.
Pemain muda yang kini bermain untuk FC Utrecht di Liga Belanda ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat pemain yang akan dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Miliano yang berposisi sebagai gelandang memiliki darah keturunan Indonesia dari ayahnya, Dennis Jonathans.
Dengan adanya program naturalisasi yang terus dijalankan oleh PSSI dan Kemenpora, peluang Miliano untuk bergabung dengan Timnas Indonesia semakin terbuka lebar.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Miliano mengenai langkah naturalisasinya, banyak pihak yang berharap agar proses tersebut dapat berjalan lancar.
Apalagi, kehadiran pemain berkualitas seperti Miliano bisa menjadi tambahan berharga bagi skuad Garuda dalam berbagai ajang internasional. (adk)
Load more